6 Fakta Kerajaan Ubur-Ubur Berikan Ajaran Menyimpang

Galuh Esti Nugraini | Kamis, 16 Agustus 2018 15:08 WIB
Galuh Esti Nugraini | Kamis, 16 Agustus 2018 15:08

Kapanlagi.com - Warga Serang, Banten pun digegerkan adanya sebauh perkumpulan yang diduga beraliran sesat. Mereka menamai perkumpulan tersebut dengan nama Kerajaan Ubur-Ubur. Bertempat di sebuah rumah yang dihuni oleh sepasang suami istri bernama Rudi dan Aisyah.

Pasangan inilah yang menjadi pendiri Kerajaan Ubur-Ubur. Diketahui jika Rudi memiliki kekuatan supranatural. Banyak dari masyarakat luar yang datang ke rumah mereka untuk meminta bantuan, seperti pelaris usaha hingga cara memikat pasangan.

Tak hanya itu saja, banyak ajaran-ajaran aneh yang juga menyimpang. Mereka pun diduga ajarkan aliran sesat. Bagaimana tidak, sang istri Aisyah yang menjadi Ratu Kerajaan Ubur-Ubur ini mengaku jika dirinya adalah Ratu Kidul. Bahkan ia juga menganut agama Sunda bernama Sunda Wiwitan yang mengakui adanya Allah dan Alquran.

1 Dari 3 Halaman

1. Sebarkan Ajaran Lewat YouTube

Tak hanya ajarkan pada orang-orang yang datang ke rumahnya saja. Namun Aisyah juga sebarkan ajaran sesatnya lewat YouTube. Di sana ia juga mengumbar jika dirinya memiliki akses bank-bank luar negeri untuk mencairkan dana milik bangsa Indonesia.

Ia pun memberikan sebuah syarat agar keinginan dapat terkabul. yaitu dengan melakukan ritual zikir ala Kerajaan Ubur-Ubur setiap malam Jumat sampai pukul 04.00 pagi.

"Zikir yang mereka lakukan, dilakukan untuk membuka kunci yang konon katanya adalah kunci kekayaan bangsa Indonesia yang selama ini terpendam," kata AKBP Komarudin, Kapolresta Serang, Selasa, 14 Agustus 2018.

2 dari 3 halaman

2. Berikan Ajaran Menyimpang

Berikan Ajaran Menyimpang (Liputan6.com/Yandhi Deslatama)
Banyak hal aneh yang diajarkan oleh Kerajaan Ubur-Ubur ini. Bahkan ajaran tersebut dinilai menyimpang. Pasangan suami istri ini mengaku muslim namun para warga jarang melihatnya salat di masjid, padahal jarak rumah dan masjid berdekatan. Mereka juga memiliki zikir khusus ala Kerajaan Ubur-Ubur.

Tak hanya sampai di situ saja, mereka menganggap jika Allah mempunyai sebuah makam menyerupai petilasan, dan Nabi Muhammad merupakan sosok perempuan. Yang lebih aneh lagi adalah siapa pun yang mencium Hajar Aswad saat pergi haji atau umrah, berarti mereka mencium kelamin perempuan. Dan yang terakhir adalah Kakbah sebagai kiblat umat muslim ini dianggap sebagai tempat pemujaan berhala.

3 dari 3 halaman

3. Meresahkan Warga

Penyimpangan tersebut tentu meresahkan para warga. Tak hanya ajarkan penyimpangan namun mereka mengumpulkan massa karena adanya embel-embel uang. Sekretaris MUI Kota Serang Anas Tajudin pun menyimpulkan jika perkumpulan tersebut ajarkan aliran sesat.

"Kesimpulan kami dia bukan Islam. Dia menyebarkan atas nama Alquran, ini sudah meresahkan. Kalau seperti itu Islam sudah ternodai," pungkas Anas, Senin, 13 Agustus 2018.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/gen)


Join Kapanlagi.com