600 Tahun Lalu, Seperti Ini Penampakan APD Para Dokter di Eropa Saat Wabah The Black Death

Editor KapanLagi.com | Sabtu, 11 April 2020 10:00 WIB
600 Tahun Lalu, Seperti Ini Penampakan APD Para Dokter di Eropa Saat Wabah The Black Death

Kapanlagi.com - Berita kelangkaan Alat Pelindung Diri atau APD memang mewarnai timeline selama pandemi COVID-19 terjadi. Nggak cuma di Indonesia, kelangkaan ini juga terjadi di seluruh dunia karena tingginya kasus pasien yang terinfeksi COVID-19 di berbagai negara yang menyebabkan permintaan APD meningkat pesat.

Ngaku deh, sebagian dari kamu mungkin banyak yang baru mengenal istilah APD saat COVID-19 lagi trending seperti sekarang ini. Bagi yang belum tahu, APD sifatnya sekali pakai dan punya standar tertentu buat melindungi tenaga medis saat menangani pasien yang terjangkit COVID-19. Misalnya saja terbuat dari bahan yang anti air, nggak gampang robek, dan harus dapat melindungi seluruh tubuh. Ini penting buat menghindari risiko tertular COVID-19, mengingat virus tersebut sangat mudah menular lewat kontak fisik.

APD sendiri biasanya terdiri dari jumper atau baju terusan yang melindungi tubuh, hoodie atau pelindung kepala, pelindung wajah, googles atau pelindung mata, sarung tangan, masker bedah, dan masker N95. Semua unsur ini harus lengkap demi bisa melindungi diri sekaligus menangani pasien dengan maksimal.

Itu kalau APD di masa sekarang. Tapi, pernah kebayang nggak sih gimana penampakan APD di masa lampau, seperti berabad-abad lalu? Jauh sebelum pandemi COVID-19 yang dihadapi sekarang ini, dunia pun pernah mengalami beberapa wabah mematikan lainnya, seperti The Black Death yang menyerang Eropa di abad ke-14.

Saat wabah ini terjadi, muncullah sebuah kostum jubah lengkap dengan masker berparuh burung yang terlihat serem banget. Eits, ini bukan pakaian penyihir atau seragam sekte tertentu, lho. Kostum ini dikenal dengan nama Plague Doctor, APD-nya para dokter di Eropa yang merawat pasien karena wabah The Black Death berlangsung.

(kpl/wri)

Editor:   Wuri Anggarini

Join Kapanlagi.com