Sambut Lebaran, Ini 7 Perayaan Takbiran di Seluruh Dunia

Dhia Amira| Sabtu, 23 Mei 2020 09:44 WIB

Dhia Amira | Sabtu, 23 Mei 2020 09:44

Kapanlagi.com - Setelah berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, seluruh umat muslim di dunia menyambut hari kemenangan, yaitu hari raya Idul Fitri dengan penuh suka cita dan rasa syukur. Jika di Indonesia akan melantunkan takbir melalui masjid atau berkeliling dari kampung ke kampung dengan membawa bedug dan obor. Maka di belahan dunia lain juga memiliki cara sendiri untuk melakukan perayaan takbiran.

Takbiran atau takbir merupakan istilah untuk frasa Arab Allahu Akbar yang artinya Allah Maha Besar. Dan melakukan takbir pada saat hari raya Idul Fitri sangat dianjurkan dan menjadi sebuah syariat.

Itulah mengapa, untuk menyerukan dan menjadikan perayaan takbiran sebagai bagian yang penting, dibuatlah sebuah acara berupa malam takbiran dengan berkeliling dan membawa obor serta beduk. Tetapi hal tersebut tentu tak ditemukan di negara lain. Maka dari itu, dilansir dari berbagai sumber, inilah 7 perayaan takbiran di seluruh dunia yang perlu kamu ketahui.

1 Dari 7 Halaman

1. Arab Saudi

Arab Saudi credit: Pixabay
Perayaan takbiran di Arab Saudi dilakukan secara meriah dan suka cita. Tidak berbeda jauh dengan Indonesia, Arab Saudi juga sudah mengumumkan perayaan tersebut dari jauh-jauh hari.

Sejumlah hiburan dan pawai di gelar untuk memanjakan masyarakat Arab Saudi. Acara di malam 1 syawal yang diselenggarakan di King Abdullah Park dan Prince Sattam Park dimeriahkan oleh berbagai selebritis. Bukan hanya itu saja, bahkan ada penyelenggaraan bazar makanan hingga acara olahraga.

Tidak heran pada saat malam takbiran, sebagian masyarakat Arab Saudi akan menghabiskan waktu di luar rumah. Selain itu berbeda dengan di Indonesia yang menggunakan beduk untuk mengiringi takbir. Di Arab Saudi takbir dikumandangkan tanpa beduk sepanjang malam.

2 dari 7 halaman

2. India

India credit: Pixabay
Negara India memiliki cara sendiri untuk melakukan perayaan takbiran. Pada malam Idul Fitri, orang-orang akan mengunjungi bazar dan pergi berbelanja. Para wanita di India akan menghias tangan mereka menggunakan henna serta menggunakan pakaian tradisional. Tidak lupa makan spesial disiapkan, seperti hidangan manis yang disebut Sheer Kurma dan Servai.

Hal ini dilakukan untuk memeriahkan malam takbiran, serta menunjukkan rasa syukur setelah menunaikan ibadah puasa 1 bulan lamanya. sebenarnya cara penyambutan hari raya Idul Fitri di India tak jauh berbeda dengan Indonesia yang menyediakan makanan manis, makanan spesial, dan juga mengenakan pakaian baru.

3 dari 7 halaman

3. Maroko

Maroko credit: Pixabay
Berbeda dengan di Indonesia dan Arab Saudi, perayaan takbiran di Maroko dilakukan pada saat pagi hari setelah orang-orang pulang dari melaksanakan sholat Idul Fitri. Semua orang akan menikmati makan-makanan mewah, serta berbincang bersama.

Dan makanan mewah tersebut berupa makanan tradisional seperti pancake maroko, Baghrir serta biskuit dan teh mint. Sama seperti di Indonesia, di Maroko anak-anak akan menerima hadiah dan uang, atau yang biasa disebut THR.

4 dari 7 halaman

4. China

China credit: Pixabay
Ternyata perayaan takbiran di Cina tak kalah meriah loh dengan Indonesia dan juga negara lainnya. Walaupun masyarakat muslim di sana merupakan minoritas tetapi perayaan takbiran tetap dilaksanakan dengan suka cita. Perayaan tersebut dilakukan secara meriah di Xinjiang, Cina.

Saat merayakan takbiran, kaum pria akan menggunakan jas khas dan kopiah berwarna putih, sedangkan untuk wanita memakai baju hangat serta kerudung. Mereka akan bersilaturahmi dan makan-makan, selain itu mereka juga akan berkunjung ke makam para leluhur dan memberikan doa. Tradisi doa ini dilakukan untuk menghormati ratusan muslim yang tewas selama Dinasti Qing dalam revolusi Kebudayaan.

5 dari 7 halaman

5. Eropa

Eropa credit: Pixabay
Berbeda dengan beberapa negara muslim lainnya, perayaan takbiran di Eropa tidak dilakukan dengan begitu meriah. Seperti di Inggris, perayaan Idul Fitri bahkan tidak diperingati sebagai hari libur nasional. Perayaan takbiran dilakukan secara sederhana di masjid dan dilanjutkan dengan bersalam-salaman.

Tak hanya itu saja, biasanya para umat muslim di eropa akan berkumpul dalam satu masjid dan menyuguhkan berbagai macam hidangan dari berbagai negara sebagai santapan saat merayakan takbiran. Walaupun di lakukan secara sederhana, tetapi para muslim di sana tetap merasakan hangatnya malam takbiran serta Idul Fitri.

6 dari 7 halaman

6. Turki

Turki credit: Pixabay
Ternyata perayaan takbiran di Turki mirip sekali loh dengan perayaan Idul Fitri di Indonesia. Dikenal dengan sebutan Festival Gula atau Bayram, saat Idul Fitri atau malam takbiran masyarakat muslim di Turki akan mengenakan pakaian terbaik. Lalu mereka akan saling berkunjung ke tempat orang-orang terdekat. Orang-orang tersebut seperti keluarga, tetangga, dan juga teman-teman.

Pada saat itu yang lebih muda akan mencium tangan orang yang lebih tua. Anak-anak akan mendatangi rumah-rumah sembari mengucapkan salam, di mana biasanya mereka akan mendapatkan permen, coklat, atau sejumlah uang. Gimana? mirip banget kan dengan Indonesia?

7 dari 7 halaman

7. Amerika Utara

Amerika Utara credit: Pixabay
Dan perayaan takbiran unik yang terakhir yaitu ada di Amerika Utara. Berbeda dengan beberapa negara muslim lainnya, yang melakukan perayaan takbiran dengan meriah. Di Amerika Utara Perayaan Takbiran dilakukan dengan cara yang tenang dan hikmat. Di penghujung Ramadhan pada umumnya akan diumumkan via e-mail, website atau telepon.

Saat hari raya Idul Fitri, mereka akan bangun pagi hari menggunakan pakaian terbaik, biasanya mereka menggunakan pakaian tradisional dan pergi ke majelis untuk melaksanakan sholat Idul Fitri. Setelah melaksanakan sholat dan mendengarkan khotbah, para jamaah saling berpelukan dan mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri.

Itulah 7 perayaan takbiran yang dilakukan oleh berbagai negara di dunia. Walaupun memiliki ciri khas tersendiri dalam merayakan malam takbiran, tetapi suka cita dan rasa syukur tetap sama. Yaitu bersyukur kepada Allah SWT yang telah mendatangkan bulan yang suci ini.

(kpl/dhm)

Editor:  

Dhia Amira

Join Kapanlagi.com