8 Jenis Kaca yang Digunakan untuk Interior Rumah, Ketahui Fungsinya

Editor KapanLagi.com | Selasa, 26 Januari 2021 14:33 WIB
8 Jenis Kaca yang Digunakan untuk Interior Rumah, Ketahui Fungsinya

Kapanlagi.com - Kaca menjadi salah satu elemen penting yang digunakan untuk interior. Umumnya, kaca digunakan sebagai bahan baku jendela, meja, pintu, ventilasi, dan lain sebagainya. Adapun fungsi kaca akan membuat hunian menjadi tidak sumpek karena dibalik kaca, sinar matahari dapat menembus dalam ruangan sehingga menghemat penggunaan lampu di siang hari.

Kaca sendiri mempunyai beragam jenis sesuai dengan fungsinya. Jadi, tidak semua karakteristik kaca mempunyai kesamaan. Oleh sebab itulah, ketika kalian ingin menggunakan kaca untuk interior, kalian juga harus mengetahui terlebih dahulu jenis kaca supaya sesuai dengan fungsi dan nggak salah pilih. Dengan memilih kaca yang tepat maka otomatis kondisi interior rumah kalian juga bisa mengalami perubahan yang sangat drastis. Nah, untuk mempercantik interior kalian, berikut ini jenis kaca beserta fungsinya yang perlu kalian ketahui.

1. Kaca Bening

Jenis kaca yang pertama yaitu kaca bening. Kaca yang satu ini tidak berwarna, rata, bebas distorsi sehingga juga dinamakan kaca polos. Karenanya, kaca ini bisa menghasilkan bayangan prima sampai lebih berasal dari 90%. Kaca type ini tidak disarankan untuk eksterior bangunan bertingkat dikarenakan rendahnya kebolehan menghindar panas dan sinar matahari. Ketebalan kaca bening terdiri atas 5 mm, 6 mm, dan 8 mm. Ketebalan ini dipilih cocok dengan ukuran yang bakal dibuat. Semakin besar ukurannya, maka sebaiknya memakai kaca yang tebal.

2. Kaca Anti Pecah

Selanjutnya, jenis kaca yang sering digunakan untuk interior yaitu kaca anti pecah. Adapun kelebihan dari jenis kaca yang satu ini yaitu sangat aman ketika terkena benturan. Bahkan, ketika terjadi benturan kaca ini tidak hancur maupun berserakan. Hal ini lantaran jenis kaca anti pecah ini menggunakan lapisan plastic polyvinyl butyral yang membuatnya punya ketahanan yang sangat tinggi. Tak heran jika jenis kaca ini kebanyakan digunakan untuk bangunan bertingkat lantaran sangat aman digunakan.

3. Kaca Apung

Kaca apung menjadi salah satu jenis kaca yang direkomendasikan untuk interior. Jenis kaca apung sendiri mempunyai permukaan yang bersih, datar, sehingga kaca apung ini menyebabkan pantulan menyilaukan ketika terkena cahaya. Kaca apung diketahui terbuat dari natrium silikat dan kalsium silikat sehingga disebut juga kaca soda kapur. Biasanya, kalian akan menemukan jenis kaca yang satu ini digunakan di depan toko, kaca di bangunan publik, dan lain sebagainya.

4. Kaca Es

Kaca es menjadi salah satu jenis kaca yang memiliki tampilan berbentuk buram, sehingga dinamakan kaca es. Ciri fisik dari kaca ini yaitu tekstur luarnya sedikit kasar, namun bagian yang menghadap ke dalam rumah permukaannya terlihat mulus.

Jenis kaca es sendiri banyak digunakan untuk interior karena kemampuannya melindungi rumah dari sinar matahari, sehingga cahaya yang masuk ke dalam rumah tidak terlalu silau. Dengan menggunakan jenis kaca ini, maka tampilan rumah kalian akan terlihat lebih lapang di bandingankan dengan pemakaian dinding solid.

5. Kaca Berwarna

Kaca berwarna merupakan kaca bening yang ditambahkan warna dari campuran senyawa logam. Penambahan warna ini dapat membuat sifat tembus pandang kaca menjadi lebih rendah. Warnanya pun beraneka ragam sehingga bisa sekaligus menambah kesan dekorasi pada ruangan. Jenis kaca ini juga cocok digunakan untuk meredam pencahayaan berlebihan yang masuk dalam hunian. Sehingga ruangan akan terasa lebih sejuk.

6. Kaca Patri

Kaca patri merupakan jenis kaca yang terbuat dari pecahan kaca warna-warni kemudian dirakit menjadi satu. Diketahui potongan kaca tersebut disusun menjadi satu menggunakan timah atau kuningan sehingga membentuk seperti mozaik. Tak heran jika jenis kaca ini biasanya digunakan untuk hiasan.

7. Kaca Laminasi

Kaca laminasi disebut menjadi salah satu jenis kaca yang mempunyai ketahanan paling tinggi. Hal ini lantaran kemampuannya dapat tahan terhadap benturan dibandingkan kaca biasa. Diketahui kaca ini terbuat dari lebaran kaca yang dipanaskan dan didinginkan secara mendadak. Kaca laminasi sendiri sering digunakan sebagai komponen bangunan yang membutuhkan pengamanan ekstra. Misalnya saja seperti lantai balkon, anak dan railing tangga, dinding lift, railing eskalator, dan sebagainya.

8. Kaca Double Glassing

Terakhir, jenis kaca yang perlu kalian ketahui yaitu kaca double glassing. Kaca ini berasal dari dua atau lebih lapisan kaca yang dipisahkan menggunakan aluminium di sekitar tepinya. Kaca double glassing sendiri dapat mengurangi daya panas yang masuk sehingga umum digunakan untuk ruangan yang memiliki perbedaan cukup tinggi dengan bagian luarnya seperti menghindari suhu panas dan kebisingan.

Itulah sederet jenis kaca beserta fungsinya yang perlu kalian ketahui. Jadi, pastikan baik-baik sebelum membeli ya.

{NEWS_BOX_PAGGING}

(kpl/dtm)

Editor:   Dita Tamara

Topik Terkait

Join Kapanlagi.com