Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Akta Pencatatan Tahun 1826 Dipajang di Museum Dispendukcapil Kota Malang

Minggu, 02 Oktober 2022 06:00 WIB
Akta Pencatatan Tahun 1826 Dipajang di Museum Dispendukcapil Kota Malang

Kapanlagi.com - Akta pencatatan peninggalan zaman Hindia Belanda dipajang dalam sebuah kotak kaca di Museum Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang. Arsip dalam bahasa Belanda dan Jawa itu masih tulisan tangan berangka tahun 1826.

"Beberapa koleksi lama kita tampilkan, ini yang terlama, buku register akta pencatatan sipil tahun 1826," kata Rizky Ari Ramdana, staf Dispendukcapil yang melayani kunjungan masyarakat, Rabu (28/9).

Kondisi arsip tersebut masih utuh kendati nampak kusam dan beberapa bagian tulisan terlihat kabur termakan usia. Bentuk tulisan tangannya latin yang meliuk-liuk memenuhi setiap halaman buku setebal sekitar 30 sentimeter.

1. KTP hingga Kartu Keluarga di Zaman Kolonial

Gambar

Koleksi buku arsipnya berjumlah tiga buah yang masing-masing disimpan dalam kotak kaca sekaligus berfungsi sebagai pelindung. Selain itu juga berjajar aneka peralatan termasuk masin ketik dan alat cetak kuno yang pernah digunakan di lingkungan Dispendukcapil Kota Malang.

"Sudut sana juga menampilkan menampilkan KTP, Akta Kelahiran, Akta Nikah, Akta Cerai dan Kartu Keluarga yang dulu diterbitkan oleh Kelurahan," katanya.

Koleksi itu dipamerkan untuk masyarakat yang ingin mengetahui sejarah pencatatan dari waktu ke waktu khususnya di Kota Malang. Koleksi tertata sedemikian rupa secara berurutan hingga jenis pencatatan terbaru.

2. Edukasi Bagi Masyarakat

Gambar

Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Eny Hari Sutiarny menambahkan, museum bertujuan mengedukasi masyarakat lewat koleksi-koleksinya. Masyarakat dapat mengetahui sejarah dan bentuk kutipan maupun produk administrasi kependudukan dari berbagai zaman.

"Saya berpikir, sejak 1800-an, masyarakat sudah mengerti hak sipilnya. Apalagi sekarang, semuanya sudah dimudahkan. Karena hak sipil milik semua warga Indonesia," ucapnya.

3. Saksi Perjalanan Bangsa Indonesia

Gambar

Koleksi yang dimiliki cukup banyak, meski tidak keseluruhan ditampilkan karena alasan keterbatasan tempat. Museum Dispendukcapil sendiri baru diperkenalkan 30 Agustus 2022 lalu.

Eny menilai koleksi itu perlu diketahui oleh masyarakat secara luas sehingga dapat menginspirasi. Karena memang koleksi itu menjadi saksi perjalanan pencatatan yang pernah dilalui bangsa Indonesia.

Masyarakat yang ingin melihat koleksi tersebut dapat langsung datang ke Lantai 3 di Gedung A Block Office Kota Malang tanpa dipungut biaya.

(kpl/dar/ums)

 

Topik Terkait

Join Kapanlagi.com