Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Arti Denial: Pengertian, Tanda-tandanya hingga Cara Mengatasinya

Selasa, 05 Juli 2022 21:11 WIB
Arti Denial: Pengertian, Tanda-tandanya hingga Cara Mengatasinya

Kapanlagi.com - Denial mungkin menjadi sebuah hal yang asing bagi kita. Namun, dalam arti denial sendiri adalah jenis mekanisme pertahanan yang melibatkan pengabaian realitas situasi untuk menghindari kecemasan. Dan mekanisme pertahanan adalah strategi yang digunakan orang untuk mengatasi perasaan tertekan.

Dalam kasus penyangkalan, itu bisa melibatkan tidak mengakui kenyataan atau menyangkal konsekuensi dari kenyataan itu. Hal ini ada sisi baiknya, namun juga bisa menjadi sebuah sisi buruk bagi kita. Nah, selain mengetahui arti denial, KLovers juga bisa mengetahui tanda-tanda orang denial serta cara mengatasinya.

Untuk itu dilansir dari berbagai sumber, berikut ini penjelasan tentang arti denial, beserta dengan tanda-tanda dan juga cara mengatasinya.

1. Pengertian Denial

Gambar

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa, arti denial sendiri adalah jenis mekanisme pertahanan yang melibatkan pengabaian realitas situasi untuk menghindari kecemasan. Dan mekanisme pertahanan adalah strategi yang digunakan orang untuk mengatasi perasaan tertekan.

Dalam kasus penyangkalan, itu bisa melibatkan tidak mengakui kenyataan atau menyangkal konsekuensi dari kenyataan itu. Penolakan pertama kali dijelaskan oleh psikoanalis terkenal Sigmund Freud, yang menggambarkannya sebagai penolakan untuk mengakui fakta yang mengecewakan tentang peristiwa eksternal dan internal, termasuk ingatan, pikiran, dan perasaan.

Menolak untuk mengakui bahwa ada sesuatu yang salah adalah cara mengatasi konflik emosional, stres, pikiran menyakitkan, informasi yang mengancam, dan kecemasan. Selain itu, kalian menyangkal tentang apa pun yang membuat Anda merasa rentan atau mengancam rasa kontrol Anda, seperti penyakit, kecanduan, gangguan makan, kekerasan pribadi, masalah keuangan, atau konflik hubungan.

Secara umum, denial ditujukan pada seseorang yang gagal mengenali konsekuensi dari perilaku tertentu. Penyangkalan ini termasuk salah satu bentuk mekanisme pertahanan diri atau defense mechanism. Sikap menolak hal yang terjadi pada kehidupan ini bisa berarti hal yang baik dan buruk.

Apabila kenyataan yang diterima begitu mengejutkan, fase penyangkalan ini akan memberi waktu bagi diri sendiri untuk memahami apa yang sedang terjadi. Tak hanya itu, seseorang juga bisa memetakan apa tantangan yang akan muncul ke depannya. Artinya, denial bisa menjadi periode sementara untuk mencerna informasi sehingga tidak berimbas pada kondisi psikologis.

Namun, buruknya berkaitan dengan kondisi kesehatan bisa memicu rasa stres. Secara alami, tubuh akan merasa takut dan produksi adrenalin meningkat. Penyangkalan atas situasi yang genting juga justru akan membuat kita menolak ke dokter, hingga akan parah karena penanganan tidak diberikan sesegera mungkin.

2. Tanda-Tanda Denial

Gambar

Nah, bagaimana sih tanda dari denial itu sendiri? Sebelumnya KLovers pasti paham dengan penjelasan tentang arti denial. Namun, perlu memahami juga tanda-tanda mereka yang mengalami denial. Dan berikut ini tanda-tanda seseorang yang mengalami denial.

1. Menolak untuk membicarakan masalah tersebut.

Seseorang yang tidak ingin membicarakan masalahnya cenderung mengabaikan masalah tersebut. Mungkin seseorang dengan denial akan mencoba mengubah topik pembicaraan atau mencoba mengalihkan dengan humor.

2. Menemukan cara untuk membenarkan perilakunya.

Biasanya ini seperti mendoktrin diri bahwa, diri ini baik-baik saja. Dan diri ini tidak mengalami hal-hal yang buruk.

3. Menyalahkan orang lain karena menyebabkan masalah.

Tanda ini sejalan dengan rasionalisasi, yang dipikirkan jadi tidak tepat sasaran. Justru menyalahkan orang lain atas masalah yang dialami. Jika terus-menerus menyalahkan orang lain, kenyataan yang terjadi juga tidak akan berubah.

4. Bertahan dalam suatu perilaku meskipun ada konsekuensi negatif.

Menyangkal kenyataan yang ada dan hal ini membuat seseorang lari dari persoalan yang menunggu untuk diselesaikan. Sehingga, kalian akan bertahan di situasi yang negatif secara terus menerus.

5. Melakukan tindakan manipulatif

Tindakan manipulatif ini dipakai untuk menipu perasaan kalian terhadap kenyataan yang terjadi. Padahal, tak apa merasa sedih atau tak masalah jika marah. Tindakan manipulatif ini justru membuat seseorang merasa teralienasi untuk menyangkal kenyataan yang terjadi.

6. Mengulangi argumen yang sama tanpa kemajuan

Alasan atau argument terhadap suatu masalah, jika diulang-ulang tanpa menunjukkan kemajuan menandai adanya suatu masalah. Masalah tersebut sebenarnya tidak akan berubah, kecuali menemukan titik balik dan mengubah cara menyikapi kenyataan yang terjadi.

3. Cara Mengatasinya

Gambar

Nah, bagaimana dengan cara mengatasinya? Mengatasi penolakan atau denial seringkali tergantung pada sifat masalahnya. Orang-orang sering kali menerima kenyataan dari suatu situasi dengan waktu dan dukungan mereka sendiri. Namun, ada beberapa hal yang dapat kalian lakukan untuk membantu mengatasinya:

1. Cobalah berbicara dengan teman dekat atau orang terkasih yang mungkin dapat menawarkan perspektif yang jujur dan lebih objektif.

2. Berusahalah untuk mengidentifikasi pikiran yang menyimpang yang mungkin berkontribusi pada kecemasan kalian.

3. Pikirkan mengapa kalian takut menghadapi masalah.

4. Pertimbangkan konsekuensi dari tidak menangani masalah.

5. Tidak menyangkal bukan berarti membuang jauh-jauh emosi yang tengah dirasakan. Tak masalah merasa takut, cemas, dan emosi negatif lainnya ketika menghadapi situasi di luar kendali.

6. Coba tuliskan dalam jurnal apa yang terjadi. Hal ini akan membantu memetakan kondisi yang tengah dihadapi.

Itulah penjelasan tentang arti denial yang bisa KLovers ketahui serta pahami. Bukan hanya tentang arti denial saja, namun ada pula tanda-tanda dan juga cara mengatasinya.

(kpl/gen/dhm)

 

Topik Terkait

Join Kapanlagi.com