Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Arti Distribusi dalam Dunia Bisnis dan Usaha, Ketahui Juga Jenis-jenisnya

Editor KapanLagi.com | Jum'at, 28 Januari 2022 12:44 WIB
Arti Distribusi dalam Dunia Bisnis dan Usaha, Ketahui Juga Jenis-jenisnya

Kapanlagi.com - Distribusi mungkin sudah jadi istilah atau kata yang tak asing lagi di telinga kita. Terlebih, bagi kalian yang berkecimpung di dunia bisnis tentu sudah akrab dengan istilah yang satu ini. Pasalnya, arti distribusi memang sangat berkaitan erat dengan dunia bisnis dan usaha.

Kaitannya dengan dunia bisnis, distribusi merupakan salah satu tahapan terpenting. Namun tak saja di dunia bisnis, kata distribusi juga sering kita jumpai di berbagai bidang. Tak heran jika kemudian, kata distribusi acap kali muncul dalam suatu teks juga di obrolan sehari-hari. Lantas, apa arti distribusi yang sebenarnya?

Untuk tahu dan paham apa itu distribusi, langsung saja simak ulasan tentang arti distribusi berikut yang telah kapanlagi.com rangkum dari berbagai sumber.

1. Arti Distribusi

Gambar

Kata distribusi berasal dari bahasa Inggris distribution, yang artinya kurang lebih adalah 'tindakan berbagi sesuatu di antara sejumlah penerima'. Secara umum, kata distribusi telah diserap dalam bahasa Indonesia. Sehingga, arti distribusi saat ini sudah bisa kita temukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Menurut KBBI, arti distribusi adalah penyaluran (pembagian, pengiriman) untuk beberapa orang atau tempat.

Selain distribusi, ada pula istilah distributor. Istilah distributor dipergunakan untuk menyebut seorang yang berperan sebagai penyalur, yaitu orang atau badan yang bertugas mendistribusikan barang (dagangan). Itulah sebabnya arti distribusi erat kaitannya dengan dunia bisnis atau usaha.

2. Peran Distribusi dalam Bisnis dan Usaha

Berdasarkan penjelasan arti distribusi di atas, maka dapat dipahami bahwa distribusi merupakan tahap penting dalam suatu bisnis. Pasalnya, distribusi menjadi proses penghubung antara kegiatan produksi yang dilakukan produsen dan konsumsi oleh konsumen.

Tanpa adanya proses distribusi, suatu produk usaha tak akan bisa menjangkau tangan konsumen secara luas. Oleh karena itu, distribusi juga sering diartikan sebagai bagian dari kegiatan pemasaran. Selain itu, distribusi juga bisa berperan sebagai upaya pelaku usaha untuk menjaga stabilitas proses produksi. Sebab, ketika proses distribusi terhambat, maka proses produksi juga akan turut terpengaruh.

3. Inti dari Kegiatan Distribusi

Gambar

Sebagai salah satu tahapan penting dalam bisnis, distribusi tentu tak bisa dianggap remeh. Terlebih, distribusi sebenarnya merupakan sebuah kegiatan ekonomi yang kompleks. Di dalam distribusi terdapat beberapa sub-sub kegiatan yang penting dan harus dijalankan secara maksimal.

Ya, dalam praktiknya arti distribusi tak sekadar mengirimkan barang produksi ke tangan konsumen. Lebih dari itu, distribusi juga meliputi berbagai kegiatan lain yang mendukung produktivitas. Berikut beberapa hal yang merupakan inti dari kegiatan distribusi.

- Membeli barang dan jasa dari produsen atau pedagang yang lebih besar.

- Mengelompokkan produk sesuai dengan jenis, ukuran, dan kualitas.

- Memperkenalkan barang atau jasa pada konsumen, termasuk mengiklankan lewat berbagai media.

- Memperkenalkan barang atau jasa secara meluas menjangkau banyak konsumen.

- Melacak atau memastikan barang produksi sampai tepat waktu

- Mengemas barang produksi dengan baik.

- Memperkirakan potensi tempat penjualan dan pangsa pasar dari produk yang dijual.

4. Jenis-jenis Distribusi

Tak saja kompleks, distribusi juga harus dipelajari secara mendetail. Pasalnya, distribusi ternyata masih terbagi dalam dua jenis yaitu langsung dan tidak langsung. Secara garis besar, berikut perbedaan keduanya.

1. Distribusi Langsung

Sesuai namanya, distribusi langsung merupakan distribusi yang pengiriman atau proses penjualannya dilakukan secara langsung, oleh produsen kepada konsumen. Sebagai contoh, petani yang langsung menjual hasil panennya ke masyarakat sebagai pembeli atau konsumen.

2. Distribusi Tidak Langsung

Sementara itu, distribusi tidak langsung merupakan proses distribusi yang pengirimannya dilakukan melalui seorang distributor sebagai agen perantara. Bahkan, distribusi tidak langsung ini bisa melibatkan lebih dari satu distributor. Sebagai contoh, barang dibeli oleh penjual grosir, lalu dijual lagi oleh pedagang eceran, setelah itu dibeli oleh konsumen.

5. Pelaku Distribusi

Gambar

Kompleksitas kegiatan distribusi juga tergambar dari banyaknya pihak yang terlibat. Ya, sebutan distributor ternyata tidak saja mengacu pada satu pihak atau pelaku. Sebaliknya, distributor terdiri atas beberapa pihak. Maka dari itu, selain arti distribusi, penting juga untuk mengenal pihak-pihak tersebut. Berikut beberapa pelaku atau pihak yang terlibat dalam kegiatan distribusi.

1. Agen

Agen merupakan distributor atau pihak yang bertanggung jawab dalam menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen. Agen mendapatkan keuntungan dalam bentuk komisi.

2. Pedagang

Pedagang merupakan pihak yang membeli barang dari produsen dan menjualnya kembali ke konsumen.

3. Eksportir

Eksportir adalah pihak yang akan menyalurkan barang dari produsen dalam negeri kepada konsumen yang di luar negeri.

4. Importir

Selain eksportir, distribusi internasional juga bisa melibatkan importir. Importir adalah pihak yang menyalurkan barang dari luar negeri kepada konsumen di dalam negeri.

5. Makelar

Makelar adalah distributor yang berperan mempertemukan produsen dengan calon konsumen. Sehingga, makelar tidak akan mengeluarkan modal. Keuntungan makelar akan didapatkan dalam bentuk upah dari produsen dan konsumen atas jasanya.

6. Komisioner

Komisioner yaitu pihak yang berperan melakukan pembelian dan penjualan atas namanya sendiri.

Itulah di antaranya ulasan tentang penjelasan arti distribusi dan jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kalian!

(kpl/gen/psp)

Reporter:   Galuh Esti Nugraini

Topik Terkait

Join Kapanlagi.com