Asteroid Bakal Hantam Bumi 9 September, Begini Sederet Fakta Lainnya

Canda Permana | Selasa, 03 September 2019 14:00 WIB
Canda Permana | Selasa, 03 September 2019 14:00

Kapanlagi.com - Asteroid 2006 QV89 kembali akan hantam Bumi pada tanggal 9 September 2019, hal ini sudah diketahui oleh ESA (European Space Agency) yang diprediksi beberapa bulan lalu.

Perlu diketahui bahwa asteroid 2006 QV89 ini mempunyai ukuran yang besar yakni 40 meter dibandingkan oleh asteroid yang membunuh dinasaurus non-avian sekitar 66 tahun lalu, asteroid tersebut mempunyai ukuran sepanjang 10 kilometer dilansir dari Merdeka.com.

Agen antariksa terus memantau kejadian asteroid hingga menyimpulkan bahwa asteroid 2006 QV89 nantinya sangat kecil ketika menghantam Bumi pada 9 September 2009. Selain itu, ada pula fakta-fakta asteroid lainnya. Seperti apa sih, simak yuk.

1 Dari 3 Halaman

1. Ditemukan Oleh Catalina Sky Survey

Dilansir dari Merdeka.com, tepat pada tanggal 29 Agustus 2006 asteroid 2006 QV 89 ditemukan oleh Catalina Sky Survey. Yang dimana Catalina Sky Survey merupakan organisasi yang berbasis di obsevatorium di dekat Tucson, Arizona.
2 dari 3 halaman

2. Sering Berkunjung ke Bumi

Sering Berkunjung ke Bumi Asteroid. © Merdeka.com
Asteroid yang diprediksi pada tahun 2019 ini akan terbang ke Bumi, akan datang lagi ke bumi selanjutnya pada tahun 2032, 2045, dan 2062. Disimpulkan bahwa asteroid ini akan cukup sering berkunjung ke Bumi.

Selain itu, asteroid yang berada di posisi ke empat yakni asteroid 2006 QV89 merupakan salah satu dari 10 objek luar angkasa yang menabrak Bumi menurut ESA, dilansir dari Merdeka.com.

3 dari 3 halaman

3. Dipastikan Tidak Terjadi

Dipastikan Tidak Terjadi Asteroid. © Merdeka.com
Meski sering berkunjung pada tahun 2019, asteroid 2006 QV89 yang dikabarkan bulan lalu akan menabrak Bumi rupanya dipastikan tak terjadi, hal ini bukan menjadikan ancaman bagi Bumi. Tak hanya itu, temuan mengenai asteroid 2006 QV89 ini memang tak begitu bahaya karena sudah diketahui oleh para astronom di Institute of Astronomy dari Universitu of hawaii dilansir dari Medeka.com

David Tholen merupakan pemimpin Institute for Astronomy dari University of Hawaii. Selain itu, para astronom pun juga melakukan pengamatan mengenai daftar asteroid yang akan mengahantam Bumi. Dan rupanya asteroid 2006 QV 89 tidak termasuk dalam daftar tersebut.

"Ada perbedaan besar antara mengetahui mana asteroid berbahaya atau tidak, dengan mengetahui posisinya di mana," tutur Tholen dalam pernyataan beberapa waktu lalu melansir Merdeka.com.

(kpl/mdk/CDP)


Editor:  

Canda Permana

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com