Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Autisme Adalah: Beserta dengan Penyebab, Faktor Risiko dan Tips Berkomunikasi dengan Anak Autisme

Editor KapanLagi.com | Selasa, 07 September 2021 12:22 WIB
Autisme Adalah: Beserta dengan Penyebab, Faktor Risiko dan Tips Berkomunikasi dengan Anak Autisme

Kapanlagi.com - Menjaga anak dalam keadaan baik tentu menjadi tugas orangtua, sehingga tumbuh kembang anak berjalan dengan semestinya. Namun bagaimana bila dengan anak yang Autism Spectrum Disorder (ASD) atau yang lebih sering disebut autisme? Tentu harus ada perawatan dan pengawasan yang ekstra. Hal ini bisa membantu menyembuhkan anak agar tumbuh menjadi lebih baik. Autisme adalah sebuah gangguan perkembangan otak yang memengaruhi kemampuan penderita dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Sehingga para orangtua harus mengerti hal ini, agar dapat menanganinya dengan tepat. Tentu selain kalian mengatasi anak yang mengalami Autism Spectrum Disorder (ASD), ada baiknya kalian mengetahui lebih dalam apa itu autisme dan apa yang menyebabkan hal tersebut. Tak perlu cemas ya KLovers, kalian hanya perlu perawatan dan pengawasan yang ekstra, juga perlu bimbingan yang tepat untuk anak yag mengidap Autism Spectrum Disorder (ASD) untuk berkembang lebih baik.

Untuk itu telah dilansir dari berbagai sumber, inilah pengertian dari autisme beserta dengan penyebab, faktor risiko, ciri-ciri, dan tips berkomunikasi pada anak yang mengidap Autism spectrum disorder (ASD) atau autisme. Yuk langsung saja dicek KLovers.

 

 

1. Pengertian dari Autisme

Gambar

Autisme adalah gangguan perkembangan otak yang memengaruhi kemampuan penderita dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Di samping itu, autisme juga menyebabkan gangguan perilaku dan membatasi minat bagi para penderitanya.

Dalam dunia medis, saat ini autisme disebut sebagai gangguan spektrum autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD). Hal ini karena gejala dan tingkat keparahannya bervariasi pada tiap penderita. Berdasarkan data yang dihimpun WHO, autisme terjadi pada 1 dari 160 anak di seluruh dunia.

Sedangkan di Indonesia, hingga saat ini belum ada data yang pasti mengenai jumlah penderita autisme. Walaupun begitu, kalian perlu lebih mewaspadai gejala autisme sedini mungkin, karena meskipun autisme tidak bisa disembuhkan, namun ada berbagai metode untuk menangani autisme agar penderita dapat menyesuaikan diri dalam kehidupan sehari-hari.

2. Penyebab Autisme

Gambar

Kemudian selain pengertian autisme, ada pula penyebab dari autisme ini sendiri. Walaupun hingga saat ini belum bisa dipastikan apa yang menjadi hal utama seorang anak mengidap autisme.

Dilansir dari halodoc.com mengungkapkan bahwa, para ahli mengidentifikasi adanya beberapa gen yang dicurigai memiliki kaitan dengan ASD atau autisme. Terkadang gen ini muncul dan bermutasi secara spontan. Namun, dalam kasus lain, orang mungkin mewarisi gen tersebut dari orangtua.

Mereka yang mengidap autisme juga bisa mengalami perubahan di area-area utama otak yang memengaruhi cara bicara dan perilaku pengidap. Faktor lingkungan mungkin juga berperan dalam pengembangan ASD, meskipun dokter belum bisa mengkonfirmasi kebenarannya.

3. Ciri-Ciri Penderita Autisme

Gambar

Kemudian ada pula ciri-ciri yang biasa ditunjukkan pada anak-anak yang mengidap autisme. Berikut ini beberapa ciri-ciri yang bisa kalian kenali dan pahami:

1. Kesulitan dalam komunikasi.

2. Gangguan dalam berhubungan sosial.

3. Mudah marah, menangis, atau tertawa tanpa alasan yang jelas.

4. Hanya menyukai atau mengonsumsi makanan tertentu.

5. Melakukan tindakan atau gerakan tertentu dilakukan secara berulang, seperti mengayun tangan atau memutar-mutarkan badan.

6. Hanya menyukai objek atau topik tertentu.

7. Melakukan aktivitas yang membahayakan dirinya sendiri, seperti menggigit tangan dengan kencang atau membenturkan kepala ke dinding.

8. Memiliki bahasa atau gerakan tubuh yang cenderung kaku.

9. Sulit tidur.

4. Faktor Risiko Autisme

Gambar

Selanjutnya yaitu ada faktor risiko yang mungkin bisa mengalami autisme. Dan faktor-faktor yang jadi pemicu autisme adalah:

1. Jenis kelamin

Anak laki-laki memiliki risiko hingga 4 kali lebih tinggi mengalami autisme dibandingkan dengan anak perempuan.

2. Faktor keturunan

Orangtua yang mengidap autisme berisiko memiliki anak dengan kelainan yang sama.

3. Kelahiran prematur

Kelahiran ini khususnya bayi yang lahir pada masa kehamilan 26 minggu atau kurang.

4. Penularan selama dalam kandungan

Dalam kasus ini memang bukan menjadi hal yang asing, contohnya, efek samping terhadap minuman beralkohol atau obat-obatan (terutama obat epilepsi untuk ibu hamil) selama dalam kandungan.

5. Pengaruh gangguan lainnya

Pengaruh gangguan lainnya itu seperti sindrom Down, distrofi otot, neurofibromatosis, sindrom Tourette, lumpuh otak (cerebral palsy) serta sindrom Rett.

5. Tips Berkomunikasi dengan Anak Autisme

Gambar

Dan yang terakhir yaitu bagaimana tips berkomunikasi dengan anak autisme yang baik dan juga tepat. Ini menjadi sebuah point penting untuk kalian para orangtua ya KLovers. Karena komunikasi menjadi jalan awal untuk membuat keadaan anak yang mengidap autisme menjadi lebih baik. Dan berikut ini beberapa tips komunikasi yang baik dan tepat pada anak autisme:

1. Biasakan berbicara dengan kalimat singkat dan jelas, atau berbicara secara perlahan dengan jeda di antara kata.

2. Berikan waktu kepada anak untuk memahami perkataan yang kalian sampaikan.

3. Jika perlu, iringi kata yang kalian ucapkan dengan gerakan tubuh yang sederhana. Agar anak mudah memahami hal tersebut.

4. Dan terakhir yaitu, panggil anak selalu dengan namanya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa, autisme adalah sebuah gangguan perkembangan otak yang memengaruhi kemampuan penderita dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Sehingga penting bagi para orangtua mengetahui cara mengatasi, merawat, dan berkomunikasi dengan anak Autism spectrum disorder (ASD).

(kpl/gen/dhm)

Editor:   Dhia Amira

Topik Terkait

Join Kapanlagi.com