Awali PSBB Malang Raya, Beberapa Kendaraan Diminta Putar Balik

Gogor Subyakto| Minggu, 17 Mei 2020 10:48 WIB
Gogor Subyakto | Minggu, 17 Mei 2020 10:48

Kapanlagi.com - Malang Raya yang terdiri dari Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu mengawali penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kendaraan dari luar daerah harus menjalani pemeriksaan di cek point pintu masuk Kota Malang.

Pantauan Merdeka.com di cek point pintu masuk arah Surabaya, di Graha Kencana Kota Malang. Sejumlah kendaraan roda empat harus menjalani pemeriksaan dan yang tidak dilengkapi surat jalan atau perlengkapan diminta balik arah.

Kendaraan yang sudah dianggap memenuhi persyaratan pun harus menjalani penyemprotan disinfektan, penumpangnya harus diperiksa suhu badan dan dicatat identitas. Jika suhu tubuhnya tinggi maka diminta untuk istirahat sejenak, sebelum kemudian dilakukan pengecekan kembali.

1 Dari 7 Halaman

1. Harus Putar Balik

Beberapa kendaraan harus putar balik, lantaran tidak melengkapi diri dengan surat jalan dan surat keterangan lain. Salah satunya, mobil jenis pick up tertutup terpal mengangkut peralatan rumah tangga dan bahan makanan pokok.

Mobil tersebut dari arah Surabaya akan ke Kota Malang mengantar barang-barang tersebut. Setelah mendapat penjelasan, akhirnya dapat memahami dan bersedia putar balik arah.

2 dari 7 halaman

2. Pemeriksaan

Pemeriksaan © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Sedangkan untuk pemeriksaan kendaraan roda dua, memanfaatkan halaman toko bangunan, sebelum masuk perbatasan kota. Sepeda motor yang diketahui berplat nomor luar kota langsung diminta masuk halaman dan diperiksa tujuan berikut kelengkapan kartu identitas.

Selain itu juga harus menjalani penyemprotan disinfektan dan pengukuran suhu tubuh. Beberapa sepeda motor pun harus balik arah setelah dianggap tidak memenuhi alasan dan maksud kedatangan ke kota Malang.

3 dari 7 halaman

3. Awalnya Disuruh Putar Balik

Erna (31) bersama suaminya berniat meminta tanda tangan kerabat untuk pengurusan akta tanah. Semula keduanya diminta balik arah, tetapi setelah menunjukkan surat-surat dari BPN dan sejumlah alasan.

"Tujuannya mau minta tanda-tangan untuk PTSL. Itu ke rumah keluarga, Pak Dhe. Tadi berangkat dari Sidoarjo jam 05.30 WIB. Tahu PSBB tapi kita mau coba dulu, barangkali bisa. Karena mendesak dan harus secepatnya," kata Erna.

4 dari 7 halaman

4. Diminta Menunggu di Pos

Diminta Menunggu di Pos © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Erna diminta menghubungi kerabatnya tersebut, namun tidak memiliki nomor telepon yang bisa dihubungi. Selain itu, kerabatnya sudah tua tinggal di Kelurahan Dinoyo.

Keduanya pun akhirnya diminta untuk menunggu di pos dan dipanggilkan saudaranya untuk datang. Keduanya diminta segera balik ke Sidoarjo, begitu urusannya selesai.

5 dari 7 halaman

5. Diminta Kembali

Kapolresta Malang Kota, Komjen Leonardus Simamarta menyampaikan, beberapa yang diminta kembali dianggap tidak begitu berkepentingan berada di Kota Malang. Salah satunya sebuah mobil yang diminta kembali karena mengirim barang tanpa dokumen kelengkapan.

"Itu hanya ngirim barang, tetapi yang saya lihat itu pindahan saja. Pickup bawa sembako dan kasur," katanya.

Leo menambahkan masih akan melakukan rekayasa untuk menghadapi kedatangan masyarakat yang lebih banyak. Karena dipastikan saat hari kerja aktif akan lebih banyak pengguna jalan sehingga akan mambutuhkan halaman lebih luas untuk pemeriksaan kendaraan roda empat.

"Nanti akan kita rekayasa, mungkin kita gunakan yang di depan, kalau yang roda tidak masalah," ungkapnya.

6 dari 7 halaman

6. Dihimbau Bawa Dokumen Lengkap

Dihimbau Bawa Dokumen Lengkap © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Sementara Walikota Malang, Sutiaji mengungkapkan, masih banyak warga luar kota yang masuk ke kota Malang meski hari Minggu. Sehingga memang dihimbau warga yang sangat berkepentingan agar menyiapkan dokumen pelengkap sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Tolong dilengkapi persyaratannya, ketika masuk ke Kota Malang, kalau itu memang kepentingan krusial yang sangat penting. Ketika itu dilakukan, nantinya tidak akan menumpuk di sini, masyarakat sudah tahu semua apa yang boleh dan tidak boleh," urainya.

7 dari 7 halaman

7. Efektif Dua Minggu

Sutiaji menegaskan, untuk urusan yang krusial, tentu tidak akan mempermasalahkannya bahkan dilayani sesuai kebutuhan. Sutiaji yang meninjau sekitar satu jam, juga menilai pelaksanaan cukup efektif sehingga diharapkan akan terus menjadi jalan pembasmian Covid-19.

"Efektif, ini adalah cara awal, selanjutnya perilaku ini harus tetap dilakukan karena kita tidak tahu Covid-19 sampai kapan," katanya.

PSBB Malang Raya diterapkan dalam 14 Hari ke depan, terhitung Minggu (17/5) sampai 31 Mei 2020.

(kpl/dra/ssm)

Reporter:  

Darmadi Sasongko

 
Join Kapanlagi.com