Bak Film Hollywood, Grup Rampok Bekerja Profesional & Penuh Drama

Agista Rully | Kamis, 22 Juni 2017 15:18 WIB
Bak Film Hollywood, Grup Rampok Bekerja Profesional & Penuh Drama

Kapanlagi.com - Mungkin adegan perampokan berencana dan kejar-kejaran lebih sering ditemui di film Hollywood daripada di dunia nyata. Sebab untuk merampok seseorang secara terstruktur, apalagi memetakan wilayah untuk melakukan modus kejahatan bukan hal yang bisa dilakukan dengan singkat. Apalagi mencari orang-orang yang memiliki satu paham yang sama untuk melakukan tindak kriminal ini.

Namun perampokan pada seorang korban Davidson Tantono sedikit banyak mengingatkan pada sejumlah film Hollywood dengan modus perampokan terstruktur. Sebut saja trilogi OCEAN'S, FAST & FURIOUS, THE TOWN, dan lain sebagainya. Rupanya pelaku penembakan pria berusia 31 tahun tersebut juga bekerja secara kelompok.

"Tim Baret bertugas untuk melakukan eksekusi apabila korban melakukan perlawanan, ini dilakukan oleh Safril," ujar Iriawan, Kapolda Metro Jaya dikutip dari merdeka.com.

Rachel beserta komplotan perampokan SPBU Daan Mogot © merdeka.comRachel beserta komplotan perampokan SPBU Daan Mogot © merdeka.com

"Lalu ada Tim Pilot yang bertugas untuk mengendarai motor dan membonceng sang eksekutor (Safril), ada tim gambar untuk masuk ke bank gan menggambar situasi. Ada juga tim cucuk yang berjaga dan menggembosi mobil target dan yang terakhir ada tim penghambat yang menggunakan mobil untuk menghadang bila terjadi pengejaran," lanjut Iriawan.

Modus perampokan pada target yang membawa uang berjumlah besar dari bank tersebut tak bisa dikatakan tidak profesional. Sistem dan alur perampokan telah disusun dengan rapi bak aktor di Film aksi Hollywood yang telah disebut sebelumnya.

Namun tak hanya itu, yang membuat kisah perampokan Davidson Antono ini semakin mirip dengan film adalah bumbu intrik cinta di dalamnya. Pelaku perampokan di SPBU Daan Mogot tersebut rupanya menjalin cinta dengan seorang wanita berdomisili Jakarta, Rachel.

Rachel tahu bahwa kekasihnya adalah seorang perampok dan dirinya menyewakan apartemen untuk menyimpan hasil rampoka tersebut © merdeka.comRachel tahu bahwa kekasihnya adalah seorang perampok dan dirinya menyewakan apartemen untuk menyimpan hasil rampoka tersebut © merdeka.com

Dalam operasi ini, Rachel berperan sebagai penyedia tempat untuk menyimpan uang hasil rampokan sebesar Rp 300 juta. "Karena KTP daerah kurang diterima, jadi pakai KTP saya," ujar Rachel yang menyewa apartemen di daerah Jakarta Timur demi kekasih yang ditemuinya melalui ruang karaoke tersebut.

Rachel pun tahu bahwa sang kekasih, Safril, yang ditembak mati tersebut adalah seorang perampok. Namun dirinya mengaku tak pernah mencicipi hasil rampokan pacarnya. Saat hendak menikmati hasil rampokan dengan berlibur di Bali, Rachel sudah ditangkap polisi terlebih dahulu dan Safril telah meninggal akibat ditembak di tempat saat mencoba kabur dari pengejaran polisi.

(mdk/agt)

Editor :  

Agista Rully

Join Kapanlagi.com