Dalih Khilaf, Motivator Penganiaya di Malang Mengaku Sekali Lakukan Kekerasan

Dhimas Nugraha | Senin, 21 Oktober 2019 07:15 WIB
Dhimas Nugraha | Senin, 21 Oktober 2019 07:15

Kapanlagi.com - Motivator Agus Setiawan atau Agus Piranhamas berdalih khilaf memukul para siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang yang menjadi peserta seminarnya. Sepanjang bergelut dengan anak-anak sejak 2008, baru kali pertama tidak dapat menahan diri hingga melakukan tindak kekerasan tersebut.

"Kejadiannya benar-benar khilaf, karena selama hidup saya baru kali ini melakukan perbuatan dengan tangan (kekerasan), karena sama sekali tidak pernah," kata Agus Setiyawan di Mapolres Malang Kota, Sabtu (19/10).

1 Dari 4 Halaman

1. Sudah Sampaikan Maaf

Sudah Sampaikan Maaf Motivator pukul siswa ©KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Agus Setiawan mengaku beberapa kali menyampaikan permohonan maaf terutama kepada 10 Siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang yang menjadi korban penganiayaannya. Permohonan maaf juga disampaikan kepada pihak sekolah.

Agus menceritakan awal terjadinya tindak pemukulan bermula dari materi yang diberikan kepada anak-anak. Saat itu, Agus berusaha membuka pola pikir pada anak-anak untuk berani bertanya.

"Saya meminta yang duduk di belakang pindah ke depan. Tidak ada yang pindah, tetapi tetap saya lanjutkan," kisahnya.
2 dari 4 halaman

2. Tetap Lanjutkan Seminar

Tetap Lanjutkan Seminar Motivator pukul siswa ©instimewa
Saat menyampaikan materi tentang pemasaran online ternyata di baris ketiga ada yang tertidur. Agus pun mengaku masih melanjutkan seminarnya itu dengan berbicara agak di tengah.

"Ternyata di belakang juga ada yang tertidur. Dari situ logika saya masih jalan dan nalar saya masih jalan. Saya hukum untuk duduk di bangku supaya tidak tidur. Ada dua anak saya minta duduk di depan. Tetap saya lanjutkan dengan testimoni-testimoni yang ada," kisahnya.

Saat itu, Agus mengaku meminta yang di belakang untuk maju ke tempat duduk di depan supaya bisa memberi contoh. Namun, hanya satu orang yang berani pindah duduk ke depan. Agus juga meminta yang rendah diri, dipindah ke depan dan duduk berdampingan dengan siswa perempuan.

"Saya selalu ngomong, kalau ada yang salah jangan ditertawain. Saat itu operatornya menulis salah ditertawain, sebelumnya saya pernah ngomong kalau tertawa saya pukul mulutnya. Saat itulah saya khilaf," urainya mengakui.
3 dari 4 halaman

3. Sudah Mengaku dan Siap Jalani Proses Hukum

Sudah Mengaku dan Siap Jalani Proses Hukum Motivator pukul siswa ©KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Sementara Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander mengatakan, tersangka diamankan sepulang dari menjadi pembicara kewirausahaan di Makassar. Tersangka telah mengakui perbuatannya dan siap menjalani proses hukum.

"Tersangka sempat ke Makassar karena kegiatan schedule yang bersangkutan sesuai dengan pekerjaannya. Setelah tiba di Surabaya, kooperatif dengan pihak penyidik dan penyelidik, yang sudah melakukan pengecekan di rumahnya. Tersangka siap mengikuti ke Polres Malang Kota untuk diproses secara hukum," jelasnya.

Sebelumnya, petugas kepolisian ke Surabaya dan bertemu dengan keluarganya. Tersangka kooperatif saat diamankan, karena memang sudah mengakui perbuatan dan siap diproses secara hukum.
4 dari 4 halaman

4. Dijerat Hukuman 5 Tahun Penjara

Dijerat Hukuman 5 Tahun Penjara Motivator pukul siswa ©KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Polisi selanjutnya akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak, guna menemukan saksi lain untuk menambahkan keterangan. Selain itu juga melakukan pengecekan tentang kemungkinan TKP lain yang kemungkinan dilakukan tersangka.
 
"Kami masih melakukan pengecekan sejarah yang bersangkutan pada saat melakukan kegiatan-kegiatan motivasi ke sekolah lain, selain TKP SMK Muhammadiyah 2. Apakah terjadi juga kejadian serupa. Namun tim belum memberikan informasi terkait selain TKP tersebut," katanya.

Tersangka dijerat Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014, tentang Perlindungan Anak  juncto pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara

(kpl/dar/dim)


Reporter:  

Darmadi Sasongko

Join Kapanlagi.com