Demi Dampingi Anaknya Menikah, Satu Tahanan Ini Kabur Dan Berhasil Ditangkap

Canda Permana | Rabu, 11 Desember 2019 14:50 WIB
Canda Permana | Rabu, 11 Desember 2019 14:50

Kapanlagi.com - Salah satu tahanan kabur Polresta Malang Kota, Adrian Fairi (43) berhasil ditangkap kembali dengan ditembak di kaki kanannya. Tersangka kasus narkoba itu berdalih ikut kabur dengan ketiga temannya yang masih buron, lantaran ingin mendampingi pernikahan anaknya.

"Anak saya mau nikah Pak, besok tanggal 13 Desember besok," aku Adrian Fairi di Mapolresta Malang Kota, Selasa (10/12).

Adrian menceritakan, ide untuk kabur datang dari Sokib yang saat ini masih dalam pengejaran. Sokib sudah memiliki gergaji besi yang kemudian digunakan untuk membobol

"Sokib, tahunya saya, dia sudah siap gergaji pak. Jadi (rencana) matang saya diajak, ya sudah saya ikut," akunya.

1 Dari 3 Halaman

1. Mulai Gergaji Besi

Sokib, diketahui oleh Adrian, mulai mengergaji besi teralis tersebut secara berlahan-lahan sejak Rabu. Hampir seluruh tahanan dalam ruangan mengetahui perbuatan temannya itu, tetapi memang semuanya memilih diam.

"Kalau untuk lingkup sel-selan, mayoritas banyak yang tahu. Saya dibilang, 'Cak anake sampeyan rabi, wis cedek lho, gak pengin mlayu'," katanya menirukan Sokib.

Adrian mengaku keluar tahanan dengan melompat ke SMP Vateran di sebelah Mapolresta. Begitu berhasil keluar masing-masing mencari jalan sendiri-sendiri dan tidak bertemu kembali.

"Saya sangat menyesal. Ya pak saya sangat menyesal. Saya tidak akan mengulangi, saya tidak ingin lari sebenarnya pak," tegasnya.

Adrian yang mengaku sudah menjalani penahanan sekitar 40 hari itu meminta kepada teman-temannya untuk menyerahkan diri.

2 dari 3 halaman

2. Sempat Nyelinap Di Minimarket

Sempat Nyelinap Di Minimarket © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Kapolresta Malang Kota AKBP Leonardus Simamarta mengatakan, usai kabur dari tahanan, pelaku menyelinap hingga berhasil di sebuah minimarket jalan belakang Rumah Sakit Saiful Anwar. Pelaku menuju ke rumah adiknya, Muhammad Khoir di Kelurahan Jodipan Wetan Kota Malang.

"Tersangka ini menghentikan ojek online, walaupun tidak pesan, minta diantar ke rumah adiknya," kata Leonardus.

3 dari 3 halaman

3. Sembunyi Di Mushola

Sembunyi Di Mushola © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Karena merasa dicurigai di rumah adiknya, Adrian bersembunyi di mushola terdekat, sebelum kemudian pindah ke rumah adiknya yang lain, Anik. Adrian sendiri sempat diingatkan oleh warga setempat agar menyerahkan diri kembali ke polisi.

"Timsus 4 dipimpin Kasatnarkoba melakukan penangkapan terhadap tersangka. Karena mencoba melarikan diri petugas melakukan tindakan tegas terukur," tegasnya.

Leo meminta kepada tiga pelaku, Sokip Yulianto, Nurcholis dan Bayu Prasetyo yang masih buron agar menyerahkan diri. Kepolisian berjanji akan menangkap kembali para pelaku, mengambil tindakan tegas bila dipandang perlu.

(kpl/dar/CDP)


Reporter:  

Darmadi Sasongko

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com