Dikeroyok 12 Orang, Kepala Siswi SMP Bernama Audrey Ini Sampai Dibenturkan Ke Aspal

Dhimas Nugraha | Selasa, 09 April 2019 17:41 WIB
Dhimas Nugraha | Selasa, 09 April 2019 17:41

Kapanlagi.com - Kabar tidak menyenangkan datang dari Pontianak, Kalimantan Barat. Audrey, seorang siswi SMP menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh 12 pelajar SMA dari beberbagai sekolah yang berbeda di kota Pontianak.

Ay, Korban yang masih berusia 14 tahun tersebut di keroyok dan di aniaya hingga masuk rumah sakit karena beberapa luka yang cukup berat. Masalah yang dipicu karena saling sindir-menyindir di Whatsapp terkait hubungan asmara antara salah satu pelaku (Da) dan kakak korban, (Po) pada bulan Maret lalu.

Sang adik yang menjadi korban sama sekali tidak tahu mengenai masalah ini. Karena masalah ini antara kakaknya dengan teman-teman kakaknya. Namun, untuk memancing keluar sang kakak, para pelaku ini menggunakan Ay agar Po mau keluar dari rumah.

1 Dari 3 Halaman

1. Kronologi Kejadian

Korban dianiaya pelaku dengan cara membenturkan kepala korban ke aspal. Saat jatuh mereka menendang perut korban berkali-kali. Tak hanya itu para pelaku ini juga melakukan pencekikan dan menyiramkan air ke tubuh korban secara bergantian. 

Wajah korban pun juga ditendang dengan menggunakan sandal gunung, hingga korban mengalami pendarahan dalam hidung dan luka-luka benjolan di sekitar wajah. Dari semua luka kebanyakan adalah luka dalam. 

Salah satu pelaku, Tr bahkan mencoba untuk melakukan pencolokan terhadap organ kewanitaan korban dengan menggunakan jari. Hal ini dilakukan untuk membuat korban agar tidak perawan lagi. Dan saat ini akibat perbuatan tersebut, Ay mengalami pembengkakkan di area kewanitaannya. 

2 dari 3 halaman

2. Korban Trauma

Dilansir dari berkatnewstv.com, korban saat ini mengalami trauma yang berat. Ibu korban menuturkan bahwa Ay sering berhalusinasi tentang kejadian tersebut. 

“Kondisinya kemarin diperiksa oleh psikiater dan dikatakan mengalami trauma berat dan selalu berhalusinasi karena dibayangannya orang-orang yang melakukan penganiayaan selalu datang sehingga dia takut bahkan bertemu keluarga kami saja takut,” pungkas ibu korban dilansir dari berkatnewstv.com, Minggu (7/4). 

Menurut sang ibunda, Ay sama sekali tidak tahu tentang masalah tersebut. Ia hanya menjadi korban dari geng pelajar yang brutal dan nakal. 

3 dari 3 halaman

3. Dilaporkan Ke Polisi

Sang ibunda kemudian melaporkan masalah ini ke pihak Kepolisian dan KPPAD Pontianak, Kalimantan Barat. Pihak KPPAD pun juga tidak menyarankan untuk menyelesaikan masalah pengeroyokan ini secara damai atau kekeluargaan.

Sebelum melaporkan pelaku ke polisi, ibu korban sempat berusaha menempuh jalan damai dengan mediasi antara pikah keluarga korban dan pelaku. Namun, pihak pelaku enggan untuk meminta maaf dan malah mengentengkan masalah ini. 

Kabar ini menjadi viral setelah disebar di media sosial. Tak hanya itu, beberapa orang sudah memulai pergerakan dengan membuat sebuah petisi agar para pelaku diadili sebagaimana mestinya. 

(kpl/DIM)


Editor:  

Dhimas Nugraha

Join Kapanlagi.com