Dilanda Angin Puting Beliung, Ribuan Warga Kaki Gunung Arjuno Diungsikan

Louvina Gita | Senin, 21 Oktober 2019 11:40 WIB
Louvina Gita | Senin, 21 Oktober 2019 11:40

Kapanlagi.com - Angin puting beliung melanda kawasan Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu beberapa waktu lalu. Hingga kini ribuan warga sudah diungsikan ke sejumlah lokasi. Di antaranya Balai Desa Punten, Kantor BPBD, Balai Desa Sidomulyo, Balai Desa Sisir, Rumah Dinas Walikota dan GOR Ganesha Kota Batu.

Kepala BPBD Kota Batu, Sasmito mengatakan jumlah pengungsi yang terdata hingga sekarang sekitar 950 jiwa. Namun hampir keseluruhan warga desa Sumber Brantas meninggalkan desa tersebut untuk mencari tempat aman.

"Yang masuk ke pengungsian kami sekitar 950 jiwa. Tapi jumlah pengungsi yang keluar dari sana hampir 80 persen (dari sekitar jumlah penduduk 2500 jiwa). Ada yang langsung ke posko, ke rumah saudara, ke posko kemudian diambil saudaranya," kata Sasmito di lokasi pengungsian di Kantor BPBD Kota Batu, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Minggu (20/10) malam.

1 Dari 3 Halaman

1. Pengungsi Masih Terus Berdatangan

Pengungsi Masih Terus Berdatangan credit: Kapanlagi.com/Darmadi Sasongko
Pengungsi tiba sejak siang dan terus berdatangan hingga saat ini. Kondisi angin yang tidak juga surut membuat warga harus diungsikan. Aktivitas masyarakat dalam kondisi lumpuh akibat angin berdebu tebal yang berterbangan. PLN dan air juga dalam kondisi mati.

"Kalau parahnya kami belum melakukan kajian, tetapi lumpuh total, lampu mati, tidak berfungsi, masyarakat tidak bisa memasak, air tidak bisa mengalir, PLN mati, sehingga lebih aman masyarakat kita tarik untuk mengungsi," katanya.

2 dari 3 halaman

2. Penanganan Darurat

Penanganan Darurat credit: Kapanlagi.com/Darmadi Sasongko
BPBD melakukan penanganan darurat guna menyelamatkan masyarakat terdampak, sebelum dilakukan kajian lebih lanjut. Secara darurat disediakan kebutuhan dasar berupa makan, minum dan pakaian bagi warga yang tidak sempat membawa ganti. Selain itu juga dibuka dapur umum untuk mendukung kebutuhan sementara.

"Tempat tinggal dulu terpenting, seperti alas, tenda dan MCK kami sedang upayakan. Kebutuhan air bersih, makan kami sediakan dapur umum untuk Tagana yang nantinya didistribusikan," jelasnya.

Salah seorang pengungsi, Suliyani mengaku kalau rumahnya rusak akibat angin puting beliung yang sudah menerpa sejak Sabtu (19/10) lalu itu. "Parah banget kena angin, sejak tadi malam. kenceng banget. Habis, gentingnya berjatuhan. Nggak bisa ditempati, gentingnya sudah hancur," katanya.

Suliani yang tinggal di Dusun Lemah Putih, Desa Sumber Brantas mengambarkan angin berwarna kecoklatan yang memenuhi jalanan dan halaman rumah. Angin berhenti sejenak, tetapi kemudian datang kembali dengan debu dan pasir yang tebal.

3 dari 3 halaman

3. Jatuh Korban Jiwa

Jatuh Korban Jiwa credit: Kapanlagi.com/Darmadi Sasongko
Akibat angin puting beliung ini, satu orang dinyatakan meninggal dunia akibat pohon tumbang. Korban tertimpa pohon di Desa Gunungsari, sementara beberapa orang lainnya juga mengalami luka ringan dan sakit gangguan pernafasan.

"Karena di sana itu tanahnya gembur, musim kemarau, angin pun membawa debu. Debu tersebut menutup desa, sehingga aktivitas di sana lumpuh," tegas Sasmito.

(kpl/dar/lou)


Reporter:  

Darmadi Sasongko

Join Kapanlagi.com