Potret Para Pengungsi Afghanistan di Indonesia, Lama Terkatung-katung Tinggal di Jalanan Pakai Tenda

Selasa, 31 Agustus 2021 15:18
Ini adalah potret dari para pengungsi Afghanistan hingga Palestina yang terlunta-lunta di Jakarta.
Saat ini, mereka menantikan supaya dipindahkan secara permanen ke negara ketiga yang menadatangani Konvensi Pengungsi PBB, seperti Amerika Serikat, Australia dan Kanda.
Indonesia sendiri tidak menandatangani Konvensi Pengungsi PBB, sehingga tak bertanggung jawab atas penempatan para pengungsi.
Saat ini, para pengungsi diizinkan tinggal sementara di Indonesia sampai ada keputusan atau kejelasan dari pihak Badan Pengungsi PBB (UNHCR).
Sebagai catatan, sebagian pengungsi ini meninggalkan tanah kelahirannya demi menghindari rezim Taliban.
Beberapa orang bahkan mengaku sudah jadi pengungsi dan terkatung-katung di Indonesia sejak bertahun-tahun silam.
Para pengungsi terlihat tinggal sementara di jalanan di tenda-tenda yang telah disediakan. Nasib mereka sungguh malang.
Sejumlah pengungsi sempat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/8) lalu.
Mereka menuntut untuk bisa segera ditempatkan secara permanen di negara yang menandatangani konvensi pengungsi PBB, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
Indonesia hanyalah negara yang menampung para pengungsi secara sementara. Peraturan yang ada melarang para pencari suaka tersebut untuk bekerja di Indonesia.
Keputusan Indonesia menerima pengungsi ada sepenuhnya karena rasa kemanusiaan, bukan tuntutan UNHCR.
Nah, beberapa tahun belakangan ini, jumlah kuota untuk penempatan pengungsi di negara penerima menurun secara drastis. Ini terjadi kepada pengungsi di seluruh dunia, tidak cuma di Indonesia.
Potret Para Pengungsi Afghanistan di Indonesia, Lama Terkatung-katung Tinggal di Jalanan Pakai Tenda

Mereka menuntut untuk bisa segera ditempatkan secara permanen di negara yang menandatangani konvensi pengungsi PBB, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

Ini adalah potret dari para pengungsi Afghanistan hingga Palestina yang terlunta-lunta di Jakarta.
Saat ini, mereka menantikan supaya dipindahkan secara permanen ke negara ketiga yang menadatangani Konvensi Pengungsi PBB, seperti Amerika Serikat, Australia dan Kanda.
Indonesia sendiri tidak menandatangani Konvensi Pengungsi PBB, sehingga tak bertanggung jawab atas penempatan para pengungsi.
Saat ini, para pengungsi diizinkan tinggal sementara di Indonesia sampai ada keputusan atau kejelasan dari pihak Badan Pengungsi PBB (UNHCR).
Sebagai catatan, sebagian pengungsi ini meninggalkan tanah kelahirannya demi menghindari rezim Taliban.
Beberapa orang bahkan mengaku sudah jadi pengungsi dan terkatung-katung di Indonesia sejak bertahun-tahun silam.
Para pengungsi terlihat tinggal sementara di jalanan di tenda-tenda yang telah disediakan. Nasib mereka sungguh malang.
Sejumlah pengungsi sempat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/8) lalu.
Mereka menuntut untuk bisa segera ditempatkan secara permanen di negara yang menandatangani konvensi pengungsi PBB, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
Indonesia hanyalah negara yang menampung para pengungsi secara sementara. Peraturan yang ada melarang para pencari suaka tersebut untuk bekerja di Indonesia.
Keputusan Indonesia menerima pengungsi ada sepenuhnya karena rasa kemanusiaan, bukan tuntutan UNHCR.
Nah, beberapa tahun belakangan ini, jumlah kuota untuk penempatan pengungsi di negara penerima menurun secara drastis. Ini terjadi kepada pengungsi di seluruh dunia, tidak cuma di Indonesia.