Alasan Kenapa 'Friendster' Pernah Jadi Media Sosial Terbaik

Selasa, 03 Oktober 2017 14:31
1. Profil yang bisa dikustomisasi
Media sosial lain memang membebaskanmu untuk mengunggah berbagai konten seperti foto maupun video selama tidak melanggar hak cipta. Tapi di Friendster, selain bebas mengunggah konten, kamu juga diperkenankan untuk merubah tampilan halamanmu. Entah font, warna maupun tema bisa disesuaikan dengan kepribadian maupun moodmu saat itu.
2. Mengedepankan makna persahabatan sesungguhnya
Friendster tidak memiliki iklan seperti halnya media sosial saat ini, bahkan kalau mau menulis testimoni (istilah Friendster saat itu) kamu harus mengunjungi profil temanmu dan menulis di wallnya. Tidak ada fitur DM maupun mention, kalau ingin percakapan berlanjut bisa melalui sms atau telpon.
3. Tidak ada istilah "Cie, kepo!"
Friendster memiliki fitur 'view' yang bisa melihat pengunjung profil kita. Fitur ini diupdate harian, bahkan ada aktivitas kapan seseorang login terakhir kali. Jaman dulu, kalau seseorang dikunjungi profilnya, tidak ada istilah kepo. Kalau itu teman sendiri, biasanya kita akan balik mengunjungi profilnya seraya meninggalkan pesan "Kok view aja? Leave testi dong," Tapi, kalau itu orang asing, biasanya pesan yang ditinggalkan akan berbunyi, "Just view? Add dong."
4. Minim berita hoax dan debat kusir
Kalau kamu merasa berita hoax yang tersebar di medsos akhir-akhir ini semakin meresahkan, tenang saja, kamu engga sendirian kok. Pada masanya, Friendster tidak memiliki fitur untuk membaca dan berbagi berita. Tampilannya minimalis sekali. Debat kusir yang menjurus kebencian mungkin juga jarang sekali terlihat. Besar kemungkinan, Friendster jaman dulu jadi ajang curhat anak-anak era 90'an dikala patah hati. Hayo, ngaku...
Alasan Kenapa 'Friendster' Pernah Jadi Media Sosial Terbaik

1. Profil yang bisa dikustomisasi Media sosial lain memang membebaskanmu untuk mengunggah berbagai konten seperti foto maupun video selama tidak melanggar hak cipta. Tapi di Friendster, selain bebas mengunggah konten, kamu juga diperkenankan untuk merubah tampilan halamanmu. Entah font, warna maupun tema bisa disesuaikan dengan kepribadian maupun moodmu saat itu.

Sebelum media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram berjaya seperti sekarang, ada satu sosmed yang terlebih dulu menjangkau generasi saat itu, yaitu Friendster. Mungkin beberapa orang yang pernah merasakan sosmed ini akan tersenyum malu mengingat jejak 'alay' jaman dulu. Namun, bagi yang belum tau apa itu Friendster, berikut pengetahuan singkatnya.

Meskipun sudah ada sejak tahun 2002, Friendster mencapai puncak kejayaan di Indonesia pada tahun 2008. Sebelum beralih fungsi menjadi situs permainan dan musik pada tahun 2011, Friendster mempunyai fungsi yang sama seperti jejaring sosial masa kini. Bisa menambah teman, berbagi informasi serta berkomunikasi. Sederhanya, Friendster itu seperti Facebook dengan tampilan yang lebih minimalis. Namun sayang, seiring kemajuan teknologi situs ini perlahan mulai ditinggalkan orang-orang dengan beralih ke MySpace dan Facebook.

Dilansir dari Vice, ada beberapa keunggulan Friendster yang sebenarnya jauh lebih baik dibandingkan media sosial kekinian, apa aja tuh?

1. Profil yang bisa dikustomisasi
Media sosial lain memang membebaskanmu untuk mengunggah berbagai konten seperti foto maupun video selama tidak melanggar hak cipta. Tapi di Friendster, selain bebas mengunggah konten, kamu juga diperkenankan untuk merubah tampilan halamanmu. Entah font, warna maupun tema bisa disesuaikan dengan kepribadian maupun moodmu saat itu.
2. Mengedepankan makna persahabatan sesungguhnya
Friendster tidak memiliki iklan seperti halnya media sosial saat ini, bahkan kalau mau menulis testimoni (istilah Friendster saat itu) kamu harus mengunjungi profil temanmu dan menulis di wallnya. Tidak ada fitur DM maupun mention, kalau ingin percakapan berlanjut bisa melalui sms atau telpon.
3. Tidak ada istilah "Cie, kepo!"
Friendster memiliki fitur 'view' yang bisa melihat pengunjung profil kita. Fitur ini diupdate harian, bahkan ada aktivitas kapan seseorang login terakhir kali. Jaman dulu, kalau seseorang dikunjungi profilnya, tidak ada istilah kepo. Kalau itu teman sendiri, biasanya kita akan balik mengunjungi profilnya seraya meninggalkan pesan "Kok view aja? Leave testi dong," Tapi, kalau itu orang asing, biasanya pesan yang ditinggalkan akan berbunyi, "Just view? Add dong."
4. Minim berita hoax dan debat kusir
Kalau kamu merasa berita hoax yang tersebar di medsos akhir-akhir ini semakin meresahkan, tenang saja, kamu engga sendirian kok. Pada masanya, Friendster tidak memiliki fitur untuk membaca dan berbagi berita. Tampilannya minimalis sekali. Debat kusir yang menjurus kebencian mungkin juga jarang sekali terlihat. Besar kemungkinan, Friendster jaman dulu jadi ajang curhat anak-anak era 90'an dikala patah hati. Hayo, ngaku...