Kisah Arwah Penasaran Dibalik Legenda "Si Manis Jembatan Ancol"

Jum'at, 20 Oktober 2017 11:23
Jembatan Ancol, dulunya jembatan ini merupakan jembatan goyang yang terletak di Jakarta Utara. Meskipun banyak jembatan yang lebih kokoh, namun Jembatan Ancol justru populer. Bukan karena keunikan dan rangka bangunan, melainkan cerita mistis di baliknya.
Pada tahun 1960an, ada suatu kisah disaat daerah Ancol masih berupa empang (tambak). Kisah ini diceritakan oleh pendayung perahu yang mengaku pernah bertemu dengan hantu Si Manis. Perempuan tersebut naik perahu malam-malam dan membayarnya dengan seutas daun.
Lalu siapakah sosok Si Manis ini sebenarnya? Urban legend ini bermula saat penjajahan Belanda di abad ke 19. Hidup seorang Ibu bersama anaknya yang bernama Siti Ariah (nama lain dari Maryam), mereka tinggal di sebuah paviliun milik juragan kaya raya. Kala itu Ariah masih berusia 16 tahun, karena usianya yang masih muda, ia menolak dinikahi oleh juragan tersebut.
Ariah pun memutuskan untuk kabur dari rumah, di tengah pelariannya ia bertemu dengan Oey Tambahsia, seorang kaya raya yang memiliki vila di kawasan Bintang Mas (Ancol). Karena kecantikannya, Oey pun mengutus kedua bodyguardnya, Pi'un dan Surya, untuk menangkap Ariah. Oey ingin memperistrinya dan menjadikan Ariah koleksi tambahan perempuan mudanya.
Meskipun ditangkap oleh kedua bodyguard tadi, Ariah berusaha keras untuk melepaskan diri. Namun sayang, nyawanya pun dihabisi di daerah Danau Sunter karena ia berusaha memberontak. Mayatnya dibuang begitu saja di area persawahan sekitar 400 meter dari Jembatan Ancol.
Persitiwa yang terjadi pada tahun 1817 terserbut merupakam isi catatan dari Ridwan Saidi. Beliau adalah tokoh Betawi yang melakukan penelitian tentang legenda Ariah berdasarkan saksi-saksi yang hidup di tahun 1955-1960. Dari situlah, 'Si Manis Jembatan Ancol' mendapat inspirasi untuk mengangkat urban legend tersebut ke dalam sebuah film.
Meskipun sulit untuk dipercaya, namun beberapa saksi mata mengaku pernah melihat penampakan sosok Ariah secara langsung. Berbeda dengan sosok Mariam di film 'Si Manis Jembatan Ancol', para saksi tak mendapati ia memakai baju putih seperti hantu wanita pada umumnya. "Ciri-cirinya cakep, rambut sebahu, kulitnya sawo matang, pakai baju kayak gaun begitu berbunga-bunga warna pelangi begitu," tutur Yoto, salah seorang tukang ojek di daerah Ancol, seperti dilansir dari Merdeka.com
Yoto mengaku mengetahui gadis yang dibawanya adalah sosok jadi-jadian saat gadis itu tiba-tiba menghilang dari boncengannya. Kejadian tersebut pun terjadi kala subuh, pukul 5 pagi. "Dia minta diantar ke Ancol," tutupnya.
Kisah Arwah Penasaran Dibalik Legenda "Si Manis Jembatan Ancol"

Jembatan Ancol, dulunya jembatan ini merupakan jembatan goyang yang terletak di Jakarta Utara. Meskipun banyak jembatan yang lebih kokoh, namun Jembatan Ancol justru populer. Bukan karena keunikan dan rangka bangunan, melainkan cerita mistis di baliknya.

Bagi yang lahir di era 90'an pasti sudah tak asing lagi dengan film "Si Manis Jembatan Ancol". Film yang rilis pada tahun 1993 ini dibintangi oleh Diah Permatasari dan Ozy Syahputra. Namun, untuk season keduanya, pemeran utama Mariam digantikan oleh Kiki Fatmala. Film ini berkisah mengenai petualangan Mariam (Diah Permatasari) dan sahabatnya sesama makhluk halus, Karina (Ozy Syahputra). Mereka berdua adalah penghuni jembatan ancol, walaupun sering kali jahil namun mereka kerap membantu orang bahkan hantu lain yang gentayangan.

Film SI MANIS JEMBATAN ANCOL merupakan salah satu film Indonesia yang sarat akan makna, meskipun dibumbui oleh adegan mistis dan komedi, setiap akhir adegan, film ini selalu membawa pesan moral tersendiri. Akibat hype film tersebut yang begitu tinggi pada masanya, sebentar lagi akan ditayangkan versi terbarunya. Yup, SI MANIS JEMBATAN ANCOL akan direboot dengan judul ADA SI MANIS DI JEMBATAN. Kali ini sosok cantik Dewi Perssik akan membintangi sinetron yang segera tayang di ANTV tersebut.

Namun, taukah kalian kalau sebenarnya kisah Si Manis Jembatan Ancol yang melegenda ini diangkat dari urban legend Betawi? Ternyata, kisah Mariam sendiri terinspirasi dari cerita mistis masyarakat sekitar Jembatan Ancol. Berikut kisahnya...

Jembatan Ancol, dulunya jembatan ini merupakan jembatan goyang yang terletak di Jakarta Utara. Meskipun banyak jembatan yang lebih kokoh, namun Jembatan Ancol justru populer. Bukan karena keunikan dan rangka bangunan, melainkan cerita mistis di baliknya.
Pada tahun 1960an, ada suatu kisah disaat daerah Ancol masih berupa empang (tambak). Kisah ini diceritakan oleh pendayung perahu yang mengaku pernah bertemu dengan hantu Si Manis. Perempuan tersebut naik perahu malam-malam dan membayarnya dengan seutas daun.
Lalu siapakah sosok Si Manis ini sebenarnya? Urban legend ini bermula saat penjajahan Belanda di abad ke 19. Hidup seorang Ibu bersama anaknya yang bernama Siti Ariah (nama lain dari Maryam), mereka tinggal di sebuah paviliun milik juragan kaya raya. Kala itu Ariah masih berusia 16 tahun, karena usianya yang masih muda, ia menolak dinikahi oleh juragan tersebut.
Ariah pun memutuskan untuk kabur dari rumah, di tengah pelariannya ia bertemu dengan Oey Tambahsia, seorang kaya raya yang memiliki vila di kawasan Bintang Mas (Ancol). Karena kecantikannya, Oey pun mengutus kedua bodyguardnya, Pi'un dan Surya, untuk menangkap Ariah. Oey ingin memperistrinya dan menjadikan Ariah koleksi tambahan perempuan mudanya.
Meskipun ditangkap oleh kedua bodyguard tadi, Ariah berusaha keras untuk melepaskan diri. Namun sayang, nyawanya pun dihabisi di daerah Danau Sunter karena ia berusaha memberontak. Mayatnya dibuang begitu saja di area persawahan sekitar 400 meter dari Jembatan Ancol.
Persitiwa yang terjadi pada tahun 1817 terserbut merupakam isi catatan dari Ridwan Saidi. Beliau adalah tokoh Betawi yang melakukan penelitian tentang legenda Ariah berdasarkan saksi-saksi yang hidup di tahun 1955-1960. Dari situlah, 'Si Manis Jembatan Ancol' mendapat inspirasi untuk mengangkat urban legend tersebut ke dalam sebuah film.
Meskipun sulit untuk dipercaya, namun beberapa saksi mata mengaku pernah melihat penampakan sosok Ariah secara langsung. Berbeda dengan sosok Mariam di film 'Si Manis Jembatan Ancol', para saksi tak mendapati ia memakai baju putih seperti hantu wanita pada umumnya. "Ciri-cirinya cakep, rambut sebahu, kulitnya sawo matang, pakai baju kayak gaun begitu berbunga-bunga warna pelangi begitu," tutur Yoto, salah seorang tukang ojek di daerah Ancol, seperti dilansir dari Merdeka.com
Yoto mengaku mengetahui gadis yang dibawanya adalah sosok jadi-jadian saat gadis itu tiba-tiba menghilang dari boncengannya. Kejadian tersebut pun terjadi kala subuh, pukul 5 pagi. "Dia minta diantar ke Ancol," tutupnya.