Potret Miliuner dari Pati, Anak Buruh Pabrik yang Dulu Hidup Susah Sampai Makan Telur Dibagi 8

Rabu, 08 September 2021 19:30
Melalui kanal YouTube Coach Yudi Candra, Witjaksono memiliki ayah yang bekerja sebagai pengantar surat dan tukang sapu halaman. Sedangkan ibunya bekerja sebagai buruh pabrik kacang.
Enam bersaudara, ia serta kakak-kakaknya dan orangtuanya makan nasi, kecap, kerupuk, hingga satu telur yang dibagi 8 orang.
Pria 40 tahun ini sudah mencari nafkah sejak usia 6 tahun dengan menjual mainan. Semasa kuliahnya ia pernah menjadi penjaga warnet dan akhirnya bekerja sebagai pegawai bank.
Setelah memiliki cukup tabungan, ia akhirnya memberanikan diri menjadi pengusaha. Pada akhirnya ia berhasil mendirikan PT DPUM Tbk yang mengelola perikanan.
Berkat kerja kerasnya, kini Witjaksono menjadi pebisnis kaya yang memiliki puluhan perusahaan. Ia juga ditunjuk sebagai ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama.
Menjadi pengusaha paling berpengaruh, ia juga pernah masuk dalam majalah Forbes Indonesia sebagai salah satu di antara lima Local Champions 2017.
Simak berita tak kalah HOT di sini.
Potret Miliuner dari Pati, Anak Buruh Pabrik yang Dulu Hidup Susah Sampai Makan Telur Dibagi 8

Melalui kanal YouTube Coach Yudi Candra, Witjaksono memiliki ayah yang bekerja sebagai pengantar surat dan tukang sapu halaman. Sedangkan ibunya bekerja sebagai buruh pabrik kacang.

Mengikuti kisah oang-orang sukses memang selalu menarik untuk dijadikan motivasi. Kali ini kisah berasal dari miliuner dari Pati yang bernama Witjaksono. Menjadi pebisnis yang punya banyak perusahaan, dulunya pria ini pernah hidup susah hingga harus makan telur dibagi 8. Simak kisah lengkapnya lewat potret berikut.

Melalui kanal YouTube Coach Yudi Candra, Witjaksono memiliki ayah yang bekerja sebagai pengantar surat dan tukang sapu halaman. Sedangkan ibunya bekerja sebagai buruh pabrik kacang.
Enam bersaudara, ia serta kakak-kakaknya dan orangtuanya makan nasi, kecap, kerupuk, hingga satu telur yang dibagi 8 orang.
Pria 40 tahun ini sudah mencari nafkah sejak usia 6 tahun dengan menjual mainan. Semasa kuliahnya ia pernah menjadi penjaga warnet dan akhirnya bekerja sebagai pegawai bank.
Setelah memiliki cukup tabungan, ia akhirnya memberanikan diri menjadi pengusaha. Pada akhirnya ia berhasil mendirikan PT DPUM Tbk yang mengelola perikanan.
Berkat kerja kerasnya, kini Witjaksono menjadi pebisnis kaya yang memiliki puluhan perusahaan. Ia juga ditunjuk sebagai ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama.
Menjadi pengusaha paling berpengaruh, ia juga pernah masuk dalam majalah Forbes Indonesia sebagai salah satu di antara lima Local Champions 2017.
Simak berita tak kalah HOT di sini.