Proses Terjadinya Fenomena Supermoon Dari Kota Tua Jakarta

Kamis, 01 Februari 2018 11:01
Fenomena langka yang diberi nama Super Blue Blood Moon terjadi di langit malam dan dapat disaksikan dengan mata telanjang. Fenomena ini terjadi di mana posisi bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi.
Meski cuaca mendung dan berawan, fenomena Supermoon dapat terlihat jelas secara langsung.
Fenomena gerhana bulan total atau Supermoon saat berlangsung terlihat dari Kota Tua, Jakarta, Rabu (31/1).
Fenomena Supermoon ini memiliki daya tarik tersendiri bagi banyak orang. Tak sedikit yang berbondong-bondong untuk menyaksikan secara langsung hal yang hanya terjadi setiap 36 tahun sekali tersebut.
Datangnya supermoon, blue moon dan gerhana bulan total secara serentak di Indonesia terakhir kali dilihat pada tanggal 30-31 Desember 1982.
Selain ukurannya yang besar, bulan juga akan mengalami gerhana total dengan durasi 76 menit yang dimulai pada pukul 18.48, kemudian pada pukul 19.51, gerhana total akan terjadi.
Memasuki gerhana bulan total, awan pekat menutup fenomena langka tersebut.
Kepala Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Kota Semarang, Tuban Wiyokso sempat mengatakan bahwa saat gerhana bulan terjadi nantinya ketinggian air menuju daratan naik dari 10 cm menjadi 100-110 cm.
Hal tersebut tentu wajib untuk diwaspadai terutama untuk nelayan yang bekerja di laut. Meski begitu, BMKG menghimbau agar masyarakat tidak perlu merasa takut akan datangnya Supermoon dan gerhana bulan.
Beginilah proses terjadinya Supermoon... Indah sekali, bukan?
Proses Terjadinya Fenomena Supermoon Dari Kota Tua Jakarta

Fenomena langka yang diberi nama Super Blue Blood Moon terjadi di langit malam dan dapat disaksikan dengan mata telanjang. Fenomena ini terjadi di mana posisi bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi.

Fenomena Supermoon atau gerhana bulan total disaksikan secara serentak pada hari Rabu (31/1) kemarin. Meskipun mendung dan kabut menyelimuti, fenomena unik yang dapat dinikmati di berbagai belahan dunia tersebut dapat dilihat dengan jelas. Di Kota Tua, Jakarta, tim KapanLagi.com® berhasil mengabadikan beberapa momen terjadinya Supermoon.

Berikut penampakannya...

Fenomena langka yang diberi nama Super Blue Blood Moon terjadi di langit malam dan dapat disaksikan dengan mata telanjang. Fenomena ini terjadi di mana posisi bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi.
Meski cuaca mendung dan berawan, fenomena Supermoon dapat terlihat jelas secara langsung.
Fenomena gerhana bulan total atau Supermoon saat berlangsung terlihat dari Kota Tua, Jakarta, Rabu (31/1).
Fenomena Supermoon ini memiliki daya tarik tersendiri bagi banyak orang. Tak sedikit yang berbondong-bondong untuk menyaksikan secara langsung hal yang hanya terjadi setiap 36 tahun sekali tersebut.
Datangnya supermoon, blue moon dan gerhana bulan total secara serentak di Indonesia terakhir kali dilihat pada tanggal 30-31 Desember 1982.
Selain ukurannya yang besar, bulan juga akan mengalami gerhana total dengan durasi 76 menit yang dimulai pada pukul 18.48, kemudian pada pukul 19.51, gerhana total akan terjadi.
Memasuki gerhana bulan total, awan pekat menutup fenomena langka tersebut.
Kepala Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Kota Semarang, Tuban Wiyokso sempat mengatakan bahwa saat gerhana bulan terjadi nantinya ketinggian air menuju daratan naik dari 10 cm menjadi 100-110 cm.
Hal tersebut tentu wajib untuk diwaspadai terutama untuk nelayan yang bekerja di laut. Meski begitu, BMKG menghimbau agar masyarakat tidak perlu merasa takut akan datangnya Supermoon dan gerhana bulan.
Beginilah proses terjadinya Supermoon... Indah sekali, bukan?

Topik Terkait