Tak Rayakan Natal, Warga Korea Utara Justru Gelar Festival Ini!

Rabu, 27 Desember 2017 15:01
Tak Rayakan Natal, Warga Korea Utara Justru Gelar Festival Ini!

Pada tanggal 25 Desember lalu, rakyat Korea Utara memenuhi jalanan di Pyongyang. Mereka akan menggelar sebuah acara perayaan hari ulang tahun nenek Kim Jong Un sebagai pengganti Hari Raya Natal.

Hari Raya Natal tidak bisa sembarangan dirayakan oleh rakyat Korea Utara. Pasalnya, sejak tahun lalu, Kim Jong Un telah melarang perayaan Natal di Korea Utara dan diganti dengan merayakan hari ulang tahun nenek Kim Jong Un, Kim Jong Suk. Setiap tanggal 25 Desember, para masyaarakat Korea Utara akan berbondong-bondong merayakan kelahiran nenek Kim Jong Un yang lahir pada tahun 1919 tersebut.

Seperti apa perayaannya?

Pada tanggal 25 Desember lalu, rakyat Korea Utara memenuhi jalanan di Pyongyang. Mereka akan menggelar sebuah acara perayaan hari ulang tahun nenek Kim Jong Un sebagai pengganti Hari Raya Natal.
Kim Jong Suk sendiri merupakan aktivis komunis pada masanya dan istri dari pemimpin Korea Utara pertama, Kim Il Sung. Ia lahir pada tanggal 25 Desember tahun 1919.
Setiap tahunnya, para penduduk Korea Utara akan mengadakan kunjungan ke makam Kim Jong Suk. Mereka memberi penghormatan kepada wanita yang dijuluki 'Ibu Revolusi' tersebut.
Kim Jong Suk menjadi salah satu politisi komunis yang terkenal di tahun 1930-1940. Namun, ia harus menjemput ajal pada tanggal 22 September 1949 oleh sebab yang masih misterius.
Tampak para orang dewasa merayakan ulang tahun Kim Jong Suk yang ke 100 di tengah dinginnya salju. Mereka menari di bawah suhu dingin untuk memberi penghormatan pada Kim Jong Suk.
Perayaan ini seolah menjadi tradisi wajib bagi warga Korea Utara. Bagi siapapun yang tidak mengikuti dan terbukti melanggar akan dikenai hukuman.
Tak lupa, para warga yang datang juga membawa bunga sebagai simbol cinta dan kasih untuk mendiang Kim Jong Suk.