Gaji Masih UMR tapi Ingin Naik Haji di Usia Muda? Bisa Banget!

Editor KapanLagi.com | Kamis, 19 September 2019 15:16 WIB
Gaji Masih UMR tapi Ingin Naik Haji di Usia Muda? Bisa Banget!

Kapanlagi.com - Biaya haji di tahun 2019 mencapai rata-rata Rp35 juta. Nilainya memang terbilang besar, apalagi buat kamu yang gajinya masih sebatas UMR. Tapi bukan berarti impianmu untuk naik haji atau umroh nggak bakal terwujud. Bisa kok, asal melakukan beberapa cara cerdas menabung untuk biaya haji berikut ini.

Miliki Niat Sedini Mungkin

Kebanyakan jamaah haji asal Indonesia baru bisa berangkat ke Tanah Suci saat sudah berusia lanjut. Bukan hanya antrean haji yang bisa mencapai 20 tahun, tapi juga niat untuk naik haji yang nggak dipersiapkan sejak dini. Bahkan, nggak sedikit yang baru mulai menabung saat usianya sudah cukup dewasa sehingga harus menunggu berpuluh tahun untuk mengumpulkan dana yang cukup.

Jika memang ingin naik haji di usia muda, latih diri untuk memiliki niat keras dalam mewujudkannya. Selain bisa melengkapi rukun agama, sesuatu yang diniatkan terutama dalam hal ibadah akan membawa pahala.

Jadikan Sebagai Prioritas

Berada di usia produktif memang memberimu kesempatan besar untuk menabung dalam waktu yang cukup panjang. Namun, seringkali kamu kesulitan untuk menyisihkan uang untuk tabungan haji karena banyaknya pengeluaran. Mulai dari kebutuhan rumah tangga, cicilan KPR, Kredit Kendaraan Bermotor, hingga hobimu traveling.

Jika memang sudah memiliki tekad kuat untuk berangkat haji di usia muda, jadikan hal ini sebagai prioritas. Konsekuensinya, kamu harus lebih ketat mengatur pengeluaran untuk kebutuhan lainnya. Nggak harus menyisihkan gaji dalam jumlah besar, yang terpenting adalah menjaga konsistensi untuk menabung sedini mungkin.

Tekan Pengeluaran

Untuk menjaga kedisiplinan dalam menabung dana haji, tekan pengeluaran yang nggak begitu penting, seperti rekreasi tiap akhir pekan atau makan siang di luar kantor setiap hari. Kamu bisa mengubah frekuensinya atau memulai kebiasaan membawa bekal makan dari rumah. Menjadikan naik haji sebagai proritas utama, cermati pengeluaran apa saja yang bisa diubah sehingga memudahkanmu untuk mengalokasikan dana ke tabungan khusus untuk biaya haji.

Buka Tabungan Haji

Langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah membuka tabungan khusus haji, yang akan memberimu semangat untuk rutin menyisihkan penghasilan. Gunakan rumus bujet keuangan yaitu 50:30:20 dengan 50persen untuk kebutuhan bulanan, 30persen untuk melunasi utang, dan 20persen untuk ditabung.

Umumnya, bank sudah memiliki hitungan masing-masing yang bisa dipilih sesuai dengan kemampuan keuanganmu. Kamu pun jadi lebih mudah untuk memperkirakan berapa dana yang perlu disisihkan agar tepat dengan besar tabungan yang diperlukan dan perkiraan waktu berangkat haji.

Alternatif Tabungan Haji

Selain tabungan haji, bisa juga memiliki jenis tabungan lainnya untuk membiayai haji, salah satunya deposito. Dibandingkan tabungan biasa, deposito memberikan bunga yang lebih besar tergantung dari bank yang dipilih.

Tapi, ada kontrak perjanjian yang wajib ditepati jika nggak ingin terkena denda penalti. Investasi juga bisa dipakai buat dana haji, tapi ada risiko rugi yang bikin rencana naik haji malah jadi berantakan. Jika memang ingin menginvestasikan dana, sebaiknya pilih investasi yang tepat.

Usia muda bukan berarti jadi hambatan untuk mempersiapkan keberangkatan haji. Bikin target dan rencanakan dengan matang agar impianmu mengunjungi Tanah Suci segera terwujud. Bonusnya, nggak hanya sekadar beribadah saja. Tapi juga bisa sekalian menikmati liburan halal saat berkunjung ke Mekkah!

(kpl/eth)

Join Kapanlagi.com