Generasi Milenial Terancam Tak Punya Rumah Sendiri, Ini 5 Alasannya!

Editor KapanLagi.com | Minggu, 08 September 2019 06:00 WIB
Generasi Milenial Terancam Tak Punya Rumah Sendiri, Ini 5 Alasannya!

Kapanlagi.com - Suka mengikuti tren dan lumayan konsumtif merupakan salah satu ciri unik kaum milenial. Generasi yang lahir di tahun 80-90an ini dianggap lebih suka menghabiskan uang untuk mendapatkan pengalaman ketimbang menabung atau mengubahnya menjadi bentuk investasi buat masa depan. Nggak heran jika berbagai riset menunjukkan generasi muda susah punya rumah sendiri karena beberapa alasan berikut ini.

Pola Konsumsi Tinggi

Berada di usia yang produktif, sayangnya kaum milenial juga seringkali memiliki tingkat pengeluaran yang tinggi. Nggak sedikit yang memaksakan untuk hidup nyaman dan mengikuti tren padahal penghasilannya terbatas.

Bagaimana mau menabung untuk mengajukan KPR atau Kredit Pemilikan Rumah jika kamu masih lebih tergoda membeli smartphone keluaran terbaru atau memilih traveling ke luar negeri demi tujuan pamer. Ubah gaya hidup jadi lebih hemat jika punya niat bulat untuk memiliki rumah sendiri.

Prioritas yang Berbeda

Pilihan sekali lepas cenderung lebih disukai oleh generasi milenial. Contohnya, kamu lebih suka streaming film atau musik ketimbang membeli bentuk fisiknya. Mentalitas ini menunjukkan generasi muda yang lebih suka sistem sewa ketimbang memiliki aset tetap. Memang dianggap lebih efisien di awal karena bisa berhemat, sayangnya uang yang dikumpulkan justru dipakai untuk traveling atau nonton konser ketimbang diinvestasikan.

Fokus pada Masa Kini

Milenial fokus pada masa kini tanpa menyadari kemungkinan produktivitasnya bisa menurun atau bahkan menghilang di masa yang akan datang. Di momen-momen itulah, tabungan jadi andalan untuk biaya sehari-hari.

Sayangnya, nggak sedikit generasi muda yang meremehkan pentingnya investasi untuk tabungan pensiun. Padahal jika dimulai sejak dini, kamu punya lebih banyak waktu untuk mempersiapkan tabungan atau investasi berupa deposito, properti maupun reksadana yang dapat jadi jaminan di masa depan.

Kenaikan Harga Lebih Tinggi daripada Upah

Berdasarkan data Indeks Harga Properti Residensial Bank Indonesia, kenaikan harga hunian dalam satu dekade mencapai 39,7 persen. Hal ini lebih tinggi daripada kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) per tahun. Hal ini bikin milenial sulit mendapatkan rumah di kota-kota besar karena kenaikan harga rumah yang tinggi nggak diikuti dengan kenaikan pendapatan.

Rumah Bukan Kebutuhan Pokok

Buat generasi milenial, pola pikir yang selama ini banyak dianut adalah rumah masih bukan jadi kebutuhan pokok. Nggak sedikit yang masih nyaman menumpang rumah orang tua, ngekos, atau menyewanya. Padahal rumah bisa jadi investasi tepat karena nilainya yang cenderung naik setiap tahunnya. Mulai sisihkan penghasilan buat masa depan dan ubah mindset untuk memprioritaskan memiliki rumah ketimbang membeli barang-barang mewah lainnya.

Buktikan anggapan generasi milenial tak punya rumah nggak berlaku buatmu. Yuk, miliki rumah sejak muda dengan melakukan penghematan dan memiliki finansial plan yang tepat dengan kondisi keuanganmu.

(kpl/eth)

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com