Good News, Pemerintah Izinkan Pembelajaran Tatap Muka Dinamis

Wuri Anggarini | Senin, 23 Agustus 2021 10:29 WIB
Good News, Pemerintah Izinkan Pembelajaran Tatap Muka Dinamis

Kapanlagi.com - Penanganan pandemi masih terus diupayakan oleh pemerintah hingga saat ini. Selain lewat program percepatan vaksinasi, pemerintah juga menerapkan PPKM level 3 dan 4 di sejumlah wilayah demi menurunkan angka penyebaran Covid-19.

Kabar baik mulai terlihat setelah PPKM level 3 dan 4 terus-menerus diperpanjang nih. Seiring dengan kondisi pandemi yang berangsur membaik, pemerintah juga mulai memberi sinyal penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di wilayah PPKM level 1-3!

Prinsip Kehati-hatian Jadi yang Utama

Dalam merancang keputusan tentang izin Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, tentu pemerintah melakukannya dengan penuh pertimbangan. Misalnya saja dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan penerapan prokes jadi hal yang utama.
"Prinsip kehati-hatian dan penerapan prokes tetap utama demi menjamin keselamatan seluruh insan pendidikan," ungkap Menteri Komunikasi dan Informatikan Johnny G Plate, pada Sabtu (21/8/2021).

Menkominfo juga menambahkan bahwa pelaksanaan PTM dinamis tergantung pada kondisi wilayah masing-masing. Misalnya saja yang terjadi di Kabupaten Blitar dan Sumenep Jawa Timur, di mana PTM sudah berlangsung lebih dulu sejak 16 Agustus 2021 untuk tingkat TK hingga SMP.

"Fokus pemerintah saat ini mengembalikan anak-anak ke PTM dengan cara yang paling aman yakni disiplin protokol kesehatan," katanya.

PTM Tidak Bisa Ditunda, Tapi Orang Tua tetap Memiliki Kewenangan Penuh

Johnny juga menambahkan bahwa PTM bukan sesuatu yang bisa ditunda hingga pandemi berakhir. Beberapa ilmuwan memberikan prediksinya bahwa pandemi akan menjadi sesuatu yang berkelanjutan atau endemi, sehingga penting untuk beradaptasi. Dalam pelaksanaan PTM terbatas, ketentuannya akan mengacu pada SKB 4 Menteri (Mendikbud Ristek, Mendagri, Menkes, Menag) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Ia juga menambahkan bahwa orang tua tetap memiliki kewenangan penuh untuk mengizinkan anaknya memilih mengikuti PTM terbatas atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). "Sekolah wajib menyediakan opsi PTM terbatas dan PJJ," tegasnya lagi.

Lebih jauh, Menkominfo juga memberikan penekanan pada sekolah untuk mengatur kapasitas peserta didik (SD, SMP, SMA maksimal 50%), mengatur sistem shift, menjalankan prokes ketat, dan tidak ada aktivitas lain seperti makan bersama atau hal lainnya. Jadi hanya sekolah masuk kelas dan keluar pulang.

Seiring dengan pelaksanaan PTM terbatas, Johnny juga mengimbau agar vaksinasi terus digencarkan. Terutama bagi sekolah yang peserta didiknya belum mendapatkan giliran vaksinasi.

"Sekolah di wilayah PPKM level 1-3 tetap dapat menyelenggarakan PTM terbatas dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, sesuai daftar periksa yang ada dalam SKB 4 Menteri," katanya.

5 Ketentuan yang Diatur dalam SKB Empat Menteri

Sebelumnya, Plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hendarman memberikan kepastian bahwa PTM terbatas di wilayah PPKM level 1-3 tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta kesehatan dan keselamatan seluruh insan pendidikan dan keluarga.

Pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan wilayah PPKM level 1-3 bisa dilakukan melalui PTM terbatas dan/atau PJJ sesuai dengan pengaturan dalam Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan
Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), atau yang disebut dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

Hendarman juga menjelaskan ada 5 ketentuan yang diatur dalam SKB Empat Menteri terkait penerapan protokol kesehatan. Pertama, kondisi kelas di mana individu dalam satuan pendidikan SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs, SD, MI, dan program kesetaraan harus memperhatikan jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas (sekitar maksimal 50%).

Selanjutnya, SDLB, MILB, SMPLB, MTsLB dan SMLB, MALB juga harus memperhatikan jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas (sekitar maksimal 62-100%). Sementara itu, PAUD harus memperhatikan jaga jarak minimal 1,5 meter dan maskimal 5 peserta didik per kelas (sekitar maksimal 33%).
Poin kedua yang disorot adalah jumlah hari dan jam pembelajaran tatap muka terbatas dengan pembagian rombongan belajar (shift) yang dapat ditentukan oleh satuan pendidikan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan.

Ketiga, perilaku wajib di seluruh lingkungan satuan pendidikan yaitu menggunakan masker kain tiga lapis atau masker sekali pakai/masker bedah yang menutupi hidung dan mulut sampai dagu. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer), jaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman, cium tangan, serta menerapkan etika batuk/bersin.

Keempat, terkait kondisi medis warga satuan pendidikan, warga harus dalam kondisi sehat dalam menjalankan PTM terbatas. Jika mengidap penyakit penyerta (komorbid) juga harus dalam kondisi terkontrol. Terutama, tidak memiliki gejala Covid-19, termasuk bagi orang yang serumah dengan warga satuan pendidikan.

Terakhir, poin kelima menyoroti kegiatan yang berpotensi menjadi kerumunan tidak diperbolehkan terjadi di satuan pendidikan. Kegiatan yang dimaksud antara lain kantin, yang sebaiknya membawa bekal makanan dan minuman masing-masing dengan menu gizi seimbang. Selanjutnya kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler di mana warga satuan pendidikan dibolehkan melakukan aktivitas fisik di rumah masing-masing.

Selanjutnya adalah kegiatan selain pembelajaran di lingkungan satuan pendidikan seperti orang tua menunggu peserta didik di satuan pendidikan, istirahat di luar kelas, pertemuan orang tua - peserta didik, pengenalan lingkungan satuan pendidikan, dan sebagainya.

(kpl/wri)

Editor :   Wuri Anggarini

Topik Terkait

Join Kapanlagi.com