Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Hidroponik Adalah Metode Bercocok Tanam Tanpa Tanah, Ketahui Beberapa Tekniknya

Kamis, 02 Desember 2021 12:22 WIB
Hidroponik Adalah Metode Bercocok Tanam Tanpa Tanah, Ketahui Beberapa Tekniknya

Kapanlagi.com - Hidroponik adalah metode bercocok tanam yang sudah tak asing lagi. Bahkan, sudah banyak petani di Indonesia yang menerapkan metode ini dalam skala besar hingga komersial. Permintaan sayur yang meningkat membuat hidroponik jadi peluang bisnis yang banyak dilirik.

Selain itu, menanam secara hidroponik adalah solusi bagi beberapa orang yang ingin menanam tapi tak punya cukup lahan. Sistem dengan memanfaatkan air dan larutan nutrisi membuat metode ini cenderung lebih simple daripada menanam pada tanah. Apalagi, kalian juga bisa merakit media tanam sendiri di rumah.

Larutan nutrisi hidroponik adalah kunci dalam metode ini. Nutrisi tersebut berisi zat-zat yang dibutuhkan tanaman hidroponik agar bisa tumbuh dengan baik meski tanpa tanah. Nutrisi tersebut berfungsi untuk menambahkan unsur hara pada media tanam. Agar lebih jelas dalam memahaminya, langsung saja, simak informasi selengkapnya berikut ini.

1. Hidroponik Adalah

Gambar

Hidroponik adalah metode bercocok tanam tanpa tanah dan mengandalkan air untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Meski begitu, kebutuhan air dalam hidroponik lebih sedikit dibandingkan dengan tanah. Hidroponik lebih efisien diterapkan pada daerah dengan pasokan air terbatas.

Secara etimologi, hidroponik berasal dari bahasa Yunani, Hydro berarti air dan ponos yang artinya daya. metode bercocok tanam dengan air ini dikemukakan oleh Francis Bacon dalam buku Sylva Sylvarum pada tahun 1627. Setelah itu, penelitian tentang budidaya air jadi populer.

Selanjutnya, pada tahun 1929, William Frederick Gericke dari Universitas California di Berkeley mulai mempromosikan secara terbuka tentang Solution culture yang digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian. Saat itu, Gericke percaya bahwa hidroponik adalah metode yang akan merevolusi pertanian tanaman dan memicu sejumlah besar permintaan informasi lebih lanjut.

2. Teknik Hidroponik Mudah

Gambar

Sebelum mulai menerapkannya, kalian perlu mengetahui berbagai teknik hidroponik mudah yang bisa dilakukan di rumah. Memahami teknik hidroponik adalah kunci bagi kalian yang sungguh-sungguh ingin memulainya. Oleh karena itu, simak baik-baik penjelasan berikut ini.

1. SISTEM SUMBU (WICK)

Sistem sumbu atau WICK merupakan teknik hidroponik yang bisa dibilang paling sederhana. Teknik ini cocok bagi kalian yang baru mencoba metode hidroponik. Ukuran media tanamnya pun kecil dan risiko kegagalan cukup rendah.

Sistem ini dinamakan sumbu karena asupan nutrisi diberikan melalui sumbu di akar. Media tanam yang bisa kalian gunakan dalam metode ini adalah arang, sekam, kerikil, sabut kelapa, dan lain sebagainya.

2. HIDROPONIK SISTEM NFT (NUTRIENT FILM TECHNIQUE)

Sistem NFT dikembangkan di Inggris dengan menempatkan tanaman pada aliran nutrisi yang cukup dangkal, sehingga akar tak terendam sepenuhnya. Meski begitu, nutrisi dan oksigen yang akan didapatkan oleh tanaman akan sangat optimal.

3. SISTEM IRIGASI (FERTIGASI)

Prinsip dalam teknik ini adalah sistem irigasi atau meneteskan larutan nutrisi secara terus-menerus sesuai dengan takaran yang dibutuhkan. Teknik ini cocok untuk menanam sayuran, seperti tomat, cabai, paprika, terong, dan timun jepang. Sistem ini terkenal hemat karena pemupukan hanya dilakukan saat proses penyiraman.

Ada beberapa alat yang dibutuhkan untuk bercocok tanam menggunakan sistem irigasi, yaitu pipa nutrisi, pompa, polybag, dripper, microtube, timer, nipper, dan wadah penampungan nutrisi. Kalian juga membutuhkan ruangan yang cukup luas karena peralatan yang digunakan cukup banyak.

4. TEKNIK HIDROPONIK PASANG SURUT (EEB & FLOW)

Teknik hidroponik dengan sistem ini membutuhkan pompa air yang bisa diatur menggunakan timer. Sistem pasang surut akan mengaliri wadah penampung yang berisi tanaman dengan menggunakan air bernutrisi selama periode tertentu.

5. SISTEM RAKIT APUNG (WATER CULTURE)

Sistem Water Culture bisa disebut sebagai teknik hidroponik modern. Seperti namanya, tanaman akan diletakkan di atas styrofoam yang sudah dilubangi, sehingga bisa mengapung di atas larutan nutrisi. Penggunaan teknik ini cocok untuk budidaya skala kecil maupun skala besar, termasuk untuk kebutuhan komersial. Sistem yang satu ini tidak akan memakan banyak biaya karena bisa memanfaatkan bahan bekas.

3. Cara Menanam Selada Hidroponik

Gambar

Hidroponik adalah sistem bercocok tanam yang semakin digemari, salah satunya adalah menanam selada. Kalian bisa mengikuti langkah-langkah ini dan membuat media tanam sendiri di rumah.

1. Siapkan Alat dan Bahan

- Gergaji Besi

- Sprayer/Penyemprot air

- Pinset

- Rockwool

- Benih Selada Hijau

- Sistem Hidroponik (Wick Sederhana)

3. Rendam benis selada dengan air biasa selama 12-24 jam.

4. Siapkan media tanam

- Potong rockwool setebal 2,5 cm

- Iris memanjang sedalam kurang lebih 1 cm menjadi 3 bagian.

- Lalu iris melintang menjadi 6 bagian sedalam 1 cm.

5. Lubangi setiap kotak rockwoll dengan tusuk gigi.

6. Masukkan satu benih ke satu lubang tersebut dengan posisi kecambah di bawah.

7. Setelah semua lubang terisi, basahi rockwool dengan semprotan dengan pelan.

8. Letakkan benih di tempat terbuka dengan sinar matahari yang cukup.

9. Jaga keadaan rockwool tetap lembab (tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering).

10. Setelah tiga hari, daun benih mulai tumbuh ke atas.

11. Setelah berumur tujuh hari, daun pun akan bertambah jumlah dan ukurannya. Kalian boleh menyiram rockwool dengan Nutrisi Hidroponik PPM rendah.

12. Setelah 12 hari benih akan berdaun 4 dan lebih besar, saatnya pindah ke sistem hidroponik.

13. Pisahkan setiap benih dengan memotong rockwool.

14. Taruh setiap potongan ke dalam netpot yang sudah diberi flanel/sumbu.

15. Letakkan netpot pada sistem hidroponik mini rakit apung atau WICK. Kepekatan nutrisi adalah 600 ppm.

16. Pada tahap pembesaran, kalian harus menjada kepekatan nutrisi tetap stabil, jangan sampai kehabisan.

17. Setelah berusia 10 HST (hari setelah tanam), naikkan kepekatan nutrisi menjadi 800 ppm.

18. Nutrisi dinaikkan lagi menjadi 1.000 ppm setelah 15 HST.

19. Kepekatan nutrisi dinaikkan menjadi 1.200 ppm pada usia 20 HST.

20. Selada memasuki masa panen saat usia 30-40 HST.

Nah, KLovers, itulah penjelasan mengenai berbagai teknik dan cara bercocok tanam secara hidroponik. Setelah memahaminya, kalian akan tahu bahwa hidroponik adalah metode yang menarik untuk kalian coba.

(kpl/gen/ans)

 

Topik Terkait

Join Kapanlagi.com