Hilang Di Gunung Guntur, Pendaki Berusia 14 Tahun Ini Mengaku Tak Rasakan Malam Hari Hingga Minum Air Sungai

Sabtu, 25 September 2021 21:33 WIB
Hilang Di Gunung Guntur, Pendaki Berusia 14 Tahun Ini Mengaku Tak Rasakan Malam Hari Hingga Minum Air Sungai

Kapanlagi.com - Pendaki berusia 14 tahun yang bernama Muhammad Gibran Arrasyid telah hilang atau tersesat di Gunung Guntur, Kabupaten Garut Jawa Barat. Pada hari Jumat (24/9) sore kemarin, Gibran akhirnya berhasil ditemukan oleh petugas gabungan dan warga.

Gibran ditemukan dalam keadaan sadar. Saat itu, pendaki berusia 14 tahun ini langsung dibawa ke Puskesmas Tarogong Kaler dan langsung ditindak lanjuti dengan penangan medis.

Remaja kelas 1 SMP ini pun juga ditemui oleh Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman ketika di Puskesmas. Gibran pun sempat bercerita saat terhilang di Gunung Guntur pada hari Minggu (19/9) lalu dilansir dari merdeka.com.

Selama di Gunung, Gibran mengaku bahwa dirinya nggak pernah melewati malam hari melainkan yang dirasakan hanya siang hari saja. Pendaki 14 tahun ini juga sempat minum air sungai dan ditawari makan.

 

1. Cerita Gibran

Ditemui oleh Bupati Garut saat di Puskesmas, Gibran pun menceritakan dirinya bertahan hidup selama tersesat di Gunung Guntur.

Sambil terbaring di kamar Puskesmas, remaja kelas 1 SMP ini mengungkapkan bahwa selama empat hari di Gunung ia meminum air sungai untuk menyelamatkan dirinya.

"Gibran selama di sana empat hari, makan pakai apa? rumput atau daun?" tanya Helmi lewat postingan instagramnya.

"Nggak, tahan lapar di sana. Cuman minum air sungai pakai daun" terang Gibran dalam kondisi lemas.

2. Merasa Siang Hari

Selain itu, Gibran selama di Gunung Guntur juga sempat ditawari makan oleh seorang perempuan. Namun ia menolak karena tidak mengenalinya. Bukan hanya menawari makan, perempuan tersebut juga mengajak Gibran ke rumahnya dan pendaki 14 tahun ini kembali menolaknya.

"Sempat ada yang tawarin makan waktu itu, perempuan udah tua. Cuman nggak mau, nggak kenal. Terus diajak ke rumahnya juga nggak ikut karena takut dan curam" ungkap Gibran di depan Wabup Helmi.

Empat hari terhilang di Gunung Guntur, Gibran juga merasakan tidak ada suasana malam hari. Dirinya mengaku bahwa saat tersesat yang dirasakan hanya suasana siang hari pada umumnya.

"Kemarin juga selama lima hari empat malam nggak ada malam, ngerasainnya kayak siang terus. Dan ada yang kasih roti dari penyelamat" kata dia.

(kpl/nda)

 

Join Kapanlagi.com