Ingin Viral Audrey Berhenti, KPPAD Kalimantan Barat: Bisa Membunuh Karakter Anak

Wulan Noviarina Anggraini | Kamis, 11 April 2019 12:38 WIB
Wulan Noviarina Anggraini | Kamis, 11 April 2019 12:38

Kapanlagi.com - Kasus Audrey menjadi sorotan netizen di Indonesia dan bahkan sampai menarik perhatian dari Presiden Jokowi. Berbagai pihak pun turut menyuarakan pendapat mengenai kejadian perundungan alias bullying yang dialami oleh remaja 14 tahun asal Pontianak ini.

Di tengah viral kasus Audrey, Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat berharap ramainya kasus ini di media sosial bisa berakhir. Karena akan memberikan dampak buruk dan membunuh karakter pada remaja-remaja yang terkait peristiwa itu.

"Semoga teman-teman netizen, bijak menggunakan sosial media," ujar Komisioner KPPAD Kalbar, Alik R Rosyad kepada Antaranews.com, Rabu (10/4) malam.

Rosyad menyebut bahwa kejadian yang dialami oleh Audrey bukanlah kasus pertama di Pontianak maupun di Kalbar secara keseluruhan dan juga di Indonesia. Namun kasus Audrey menjadi sorotan karena pengaruh medsos yang sangat luar biasa.

1 Dari 3 Halaman

1. Ajari Anak Bijak Bersosmed

Ajari Anak Bijak Bersosmed Boby ayah Audrey © Vidio.com
Kejadian penganiayaan kepada anak memang memprihatinkan dan Rosyad mengakui bahwa hal itu nyata terjadi. Tetapi yang diperlukan saat ini adalah bagaimana orangtua, masyarakat dan pemerintah memberikan pengawasan dan literasi pada penggunaan media sosial.

"Ini sangat penting karena kita mendengar tadi dari terduga pelaku, bahwa semua terjadi dari percakapan dan status di media sosial. Gimana anak-anak juga kita ajari untuk bijak bersosmed," ujarnya.

2 dari 3 halaman

2. Bisa Membunuh Karakter Anak

Pelaku memang harus diberi pelajaran, namun viral di sosial media juga menjadi sebuah hukuman yang sangat berat. Sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk merahasiakan identitasnya agar tidak terjadi pembunuhan karakter.

"Apa yang sudah diviralkan itu sama saja dengan membunuh karakter adik-adik tadi," kata Rosyad.

Bagi KPPAD Kalbar, semua yang terlibat pada masalah ini adalah korban. "Korban dari kurangnya perhatian orangtua. Korban dari lingkungan yang tidak kondusif. Korban dari kebijakan pemerintah yang tidak support terhadap anak, tidak ramah anak," terang Rosyad.

 

3 dari 3 halaman

3. Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

Kasus penganiayaan dengan korban Audrey sendiri sekarang sudah ditangani oleh Polresta Pontianak. Dari 12 orang terduga pelaku, tiga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah FA atau LI, TP atau Ar dan NN atau Ec (siswa SMA). Sementara itu kesembilan anak lainnya berstatus sebagai saksi dari kasus ini.

Audrey sendiri sekarang masih dirawat di rumah sakit. Ia mendapatkan dukungan luar biasa banyak, baik dari keluarga sampai selebritis dan juga politisi di negeri ini.

(ant/phi)


Join Kapanlagi.com