Ini Dia Jawaban Wishnutama Terkait Pemberitaan Sulap Toba & Bali Ramah Wisman Muslim

Iwan Tantomi | Rabu, 13 November 2019 13:28 WIB
Ini Dia Jawaban Wishnutama Terkait Pemberitaan Sulap Toba & Bali Ramah Wisman Muslim

Kapanlagi.com - Baru-baru ini lini masa sempat dibuat 'geger' dengan pemberitaan Danau Toba dan Bali akan disulap jadi ramah Muslim oleh Kemenparekraf. Nyatanya, Kemenparekraf tidak pernah mengeluarkan statement tersebut.

Hal ini pun diklarifikasi langsung oleh Kemenparekraf jika salah satu pemberitaan media berjudul 'Wishnutama dan Angela Bakal Sulap Toba dan Bali Ramah Wisman Muslim' tidaklah benar. Pihak Kemenparekraf juga menyesalkan jika pemberitaan mengenai hal tersebut telah mengundang polemik dikalangan masyarakat termasuk para pelaku industri dan insan pariwisata di Tanah Air.

Persepsi yang muncul atas pemberitaan tersebut juga sangat bertolak belakang dengan pandangan dan komitmen Kemenparekraf dalam menghargai budaya, kearifan lokal dan keberagaman. Untuk itu pula, Kemenparekraf memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan dan terima kasih kepada pihak media yang telah mengklarifikasi hal tersebut.

Kemenparekraf juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan respon dan tanggapan. Hal ini menjadi gambaran utuh bahwa pariwisata adalah bagian dan milik seluruh elemen bangsa.

Bagaimanapun pariwisata Indonesia terbangun atas kearifan masyarakat dan budaya lokal di setiap destinasi, sehingga menjadi daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan. Ada keramah-tamahan khas yang dirasakan para wisatawan dengan berbagai latar kultur dan agama.

Selama ini Kemenparekraf sangat meyakini bahwa budaya, kearifan lokal, dan kekayaan alam harus dijaga, dipelihara, dan dikelola dengan baik, agar pariwisata Indonesia selalu menciptakan daya tarik bagi wisatawan dan mendatangkan kesejahteraan rakyat.

Pariwisata juga merupakan aktivitas universal, sehingga seluruh tempat wisata di Indonesia terbuka bagi seluruh wisatawan, apapun latar belakang agama, kepercayaan, dan kewarganegaraannya. Fokus Kemenparekraf ke depan adalah mengembangkan destinasi wisata sesuai dengan kearifan budaya lokal, sehingga pariwisata Indonesia berdiri kokoh di atas fondasi kebudayaan.

Lebih lanjut, Kemenparekraf menjunjung tinggi dan sangat meyakini, bahwa kekayaan alam dan budaya nusantara yang kita miliki justru merupakan aset dan modal terbesar dalam mengembangkan sektor pariwisata sekaligus sebagai daya tarik pariwisata di masing-masing destinasi.

"Kami selalu bangga dan mengagumi Bali sebagai sebuah role model pariwisata berbasis budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaaan dan toleransi sekaligus sebuah destinasi yang mampu merefleksikan harmoni dalam keberagaman. Demikian pula Toba sebagai destinasi wisata alam dengan kekayaan kultural yang amat tinggi dari masyarakatnya," ungkap Menparekraf, Wishnutama Kusubandio.

Kemenparekraf berharap sinergi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait pariwisata dapat terus dikuatkan demi pariwisata yang maju dan menyejahterakan masyarakat.

(*/tmi)

Editor :  

Iwan Tantomi

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com