Inilah Sosok Totok Santosa, Raja Agung Sejagat Yang Mengaku Kuasai Dunia

Editor KapanLagi.com| Rabu, 15 Januari 2020 15:00 WIB
Editor KapanLagi.com | Rabu, 15 Januari 2020 15:00

Kapanlagi.com - Munculnya Keraton Agung Sejagat berhasil membuat heboh publik, kemunculan kerajaan tersebut tengah menjadi perbincangan semenjak adanya foto-foto kirab budaya hingga mendirikan bangunan seperti keraton pada kalangan masyarakat tepatnya masyarakat Purworejo.

Selain itu, Keraton Agung Sejagat ini telah dipimpin oleh Totok Santosa yang juga bersama Ratunyanya yaitu Kanjeng Ratu Dyan Gitarja hingga kedua pasangan tersebut langsung menjadi sorotan publik. Pimpinan Keraton Agung Sejagat yakni Totok Santosa juga dikabarkan bahwa dirinya mengaku menguasai dunia.

Nah, pada penasarakan seperti apa sih Sosok Totok Santosa yang mengaku kuasai dunia ini? Intip yuk.

1 Dari 5 Halaman

1. Janjikan Sejumlah Uang

Janjikan Sejumlah Uang credit: twitter @aritsantoso
Sosok Raja Totok Santosa tak kali ini menghebohkan publik, beberapa tahun yang lalu tepat pada tahun 2016 dirinya pernah menjanjikan sejumlah uang dengan ratusan juta dolar Amerika Serikat. Uang tersebut akan diberikan melalui organisasi bernama Jogjakarta Development Commite (JOGJA-DEC) dikutip dari merdeka.com.

Selain itu, dirinya juga menyatakan bahwa dana kemanusian dalam bentuk USD pun tak terhingga yang juga dirinya mengklaim uang tersimpan di Esa Moetary Fund (EMF) yang merupakan salah satu bank di Swiss. Menariknya, uang itu nantinya akan diberikan pada masyarakat masing-masing USD50 juta hingga USD200 juta sebulan dan ditambah USD100 ribu.

"Uang ini merupakan hak bagi bangsa Indonesia. Namun untuk memperoleh uang tersebut harus memiliki register dan nomor keanggotaan di JOGJA-DEC. Nanti bisa dikirim tiap bulan lewat ATM atau lewat koperasi," kata Totok seperti dikutip Liputan6.com, Selasa (14/1) dari merdeka.com.

2 dari 5 halaman

2. Miliki Kekuasaan di Keraton Agung Sejagat

Miliki Kekuasaan di Keraton Agung Sejagat credit: twitter @aritsantoso
Nggak cuma itu, sosok Totok Santosa dan juga ratunyanya mempunyai kekuasaan di Keraton Agung Sejagat dan mereka berdua pun memiliki singgasana dalan kerajaan pada umumnya.

Tampak singgasana milik Totok Santosa beserta ratunya (Keraton Agung Sejagat) ini dipenuhi dengan warna dan hitam yang juga dihiasi ornamen berwarna emas, bahkan pada ornamen tersebut terdapat logo nazi melansir dari akun Twitter aritsantoso.

3 dari 5 halaman

3. Aliran Sesat

Aliran Sesat credit: twitter @aritsantoso
Beberapa masyarakat sempat menyebut bahwa di Keraton Agung Sejagat merupakan aliran sesat, hal tersebut membuat Resi Joyodiningrat selaku penasih Keraton buka suara. Menurutnya, keraton kerajaan di Purwokerto bukan oraganisasi sesat melainkan kerajaan yang muncul karena perjanjian 500 tahun lalu.

Penasihat menambahkan perjanjian itu berawal terhitung sejak Kemaharajaan Nusantara yang menghilang. Tepatnya pada imperium Majapahit 1518 sampai 2018 Dengan berakhirnya perjanjian, maka berakhir pula dominasi kekuasaan barat mengontrol dunia.

"Kekuasaan tertinggi pun harus dikembalikan ke pemiliknya, yaitu Keraton Agung Sejagat sebagai penerus dari Medang Majapahit, yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Syailendra." kata Resi Joyodiningrat.

4 dari 5 halaman

4. Menjadi Sorotan Publik

Menjadi Sorotan Publik credit: twitter @aritsantoso
Kirab budaya yang dilakukan oleh Keraton Agung Sejagat sedangkan Totok Santosa beserta ratunya yang menaiki kuda pertama menjadikan sorotan publik, tampak kirab budaya tersebut menyusuri sepanjang jalan.

Nggak cuma itu, bahwa dalam Keraton Agung Sejagat ini diikuti oleh 450 orang termasuk organisasi baru dan terbilang cukup besar dan berjumlah banyak. Lebih diketahui bahwasannya pengikut Totok Santosa bukan hanya berasal dari asli Purwokerto melainkan ada dari beberapa orang dari daerah yang mengikutinya.

5 dari 5 halaman

5. Pihak Kepolisian Berikan Klarifikasi

Dengan adanya Keraton Agung Sejagat dibawah pimpinan Totok Santosa membuat polres Purworejo bersama TNI dan Pemkab berencarana memberikan klarifikasi secara langsung.

"Kami mengetahui informasi tersebut, tetapi tindak lanjut belum bisa sampai langkah hukum dan kami akan bersama-sama klarifikasi," kata Wakapolres Purworejo Komisaris Andis Arfan Tofani, yang dikutip dari Liputan6.com, Selasa (14/1) dari merdeka.com.

(kpl/mdk/CDP)


Editor:  

Canda Dian Permana

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com