Jarah Isi 20 Rumah di Kota Malang, Pria Ini Dilumpuhkan Dengan Timah Panas

Canda Permana | Minggu, 27 Oktober 2019 10:05 WIB
Canda Permana | Minggu, 27 Oktober 2019 10:05

Kapanlagi.com - Kaki kanan IS alias Beno (49) dibalut perban dan langkahnya harus dibantu kruk. Wajahnya pun meringis menahan sakit setiap kali kakinya berganti langkah.

Kaki pria asal Dampit, Kabupaten Malang dilumpuhkan dengan timah panas oleh Anggota Satreskrim Polres Malang Kota. Saat ditangkap, Beno justru melakukan perlawanan dengan mengancam petugas menggunakan senjata tajam.

Beno merupakan residivisi pelaku pembobolan rumah di 20 TKP di Kota Malang. Aksinya selalu mengincar rumah-rumah kosong yang ditinggalkan penghuninya.

Begitu berhasil masuk TKP, seisi rumah akan diobrak-abrik guna mencari barang berharga yang bisa dibawa. Beno mengaku memilih beraksi seorang diri.

"Panjat pagar, kalau pintunya dikunci ya dicongkel," ungkap Beno di Mako Polres Malang Kota, Kamis (24/10).

1 Dari 2 Halaman

1. Mencari Barang Berharga

Mencari Barang Berharga © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Beno mengaku mencari barang berharga yang dapat dijual. Sekali beraksi berhasil mengantongi uang haram sekitar Rp 2,5 Juta.

"Barangnya biasanya dijual ke orang atau toko-toko yang mau. Hasilnya sebagian untuk kebutuhan sehari-hari, sebagian untuk foya-foya," katanya.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander mengatakan aksi Beno terdeteksi lewat CCTV di rumah salah satu korbannya. Polisi menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut dengan langsung menangkap pelaku.

"Karena melawan saat diamankan, pelaku kita lumpuhkan dengan terukur," tegasnya.

2 dari 2 halaman

2. Polisi Berhasil Amankan Barang Bukti

Aksi Beno di lakukan di wilayah Lowokwaru, Sukun dan Kedungkandang. Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa perhiasan emas, laptop dan ponsel.

Polisi masih terus melakukan pengembangan lebih dalam kasus tersebut. Karena berdasarkan pengakuan Beno, barang-barang tersebut dijual di sejumlah toko yang menjadi penadahnya.

Tersangka dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Pelaku diancam hukuman minimal 7 tahun penjara.

(kpl/dar/CDP)


Reporter:  

Darmadi Sasongko

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com