Jasad Mirna Membiru, Bukti Tewas Bukan Karena Racun Sianida?

Arai Amelya | Kamis, 08 September 2016 12:18 WIB
Jasad Mirna Membiru, Bukti Tewas Bukan Karena Racun Sianida?

Kapanlagi.com - Mungkin memang hanya Tuhan dan Majelis Hakim yang tahu, kapan sidang kopi sianida berakhir. Meskipun Wayan Mirna Salihin sudah tewas pada 6 Januari 2016 lalu, faktanya hingga delapan bulan berjalan kasus itu masih jadi misteri. Kamu pun masih akan selalu melihat wajah Jessica Kumala Wongso menghadiri sidang yang disiarkan live di TV.

Namun baru-baru ini, Ahli Patologi Forensik Universitas Indonesia yakni Djadja Surya Atmaja mengeluarkan pendapat yang bakal mengejutkan. Djadja menyebut jika ada kemungkinan Mirna tewas bukan karena sianida. Lhoh, kok begitu? Karena hal ini disadari Djadja saat hendak mengawetkan jenazah Mirna dengan formalin.

Kebersamaan Mirna-Jessica saat kuliahKebersamaan Mirna-Jessica saat kuliah

"Kulitnya saat saya lihat biasa, berwarna biru. Pada jarinya juga biru. Jenazah Mirna membiru karena kekurangan oksigen. Seharusnya bila Mirna meninggal karena racun sianida di dalam tubuh, setidaknya jasadnya berwarna merah terang. Paling sedikit, warna merahnya lah dan saya tidak lihat. Bagian tubuh yang tidak saya lihat adalah bahu," papar Djadja dalam sidang hari Rabu (7/9) kemarin.

Bukan hanya warna mayat Mirna yang berbeda, Djadja yang sudah mempelajari racun sianida selama tiga tahun mengaku tak mencium aroma almond yang jadi ciri khas sianida. Apa yang diungkapkan Djadja ini seolah merujuk pada barang bukti keempat yakni cairan lambung Mirna yang rupanya tak mengandung sianida, seperti dilansir Merdeka.

Mirna semasa hidup dan suaminya yang cuma dinikahi satu bulanMirna semasa hidup dan suaminya yang cuma dinikahi satu bulan

"Matinya Mirna bukan karena sianida, pak. Pada orang normal saja, jika kita periksa darah, lambungnya pasti ada sianida. Makanya Tuhan beri kita enzim rodanase yang meskipun ada sedikit sianida di lambung, tak masalah. Sianida di lingkungan bisa datang dari orang yang merokok, membakar sampah atau sedikit kopi. Di liver juga seharusnya ada sianida dan tiosianat. Bahkan kalau sempet masuk ginjal, seharusnya urine mengandung tiosianat," lanjut Djadja panjang lebar.

Selama mempelajari racun sianida, Djadja sudah memeriksa 332 tubuh manusia dari berbagai gen yang membuatnya 84% bisa mencium sianida. Lebih lanjut Djadja menyebut jika manusia bisa tewas saat ada 150-250 miligram sianida masuk. Hmm, jadi bagaimana kebenaran dari kasus ini? Sabar ya. (mdk/aia)

Editor :   Arai Amelya

Join Kapanlagi.com