Kenduri Seni Melayu 2019 Makin Berwarna dengan Budaya 8 Negara

Wuri Anggarini | Selasa, 19 November 2019 13:00 WIB
Kenduri Seni Melayu 2019 Makin Berwarna dengan Budaya 8 Negara

Kapanlagi.com - Bicara soal potensi wisata di tanah air, Batam menjadi salah satu yang tengah memaksimalkan pertumbuhannya. Selain fokus pada sports tourism untuk memikat para traveler dari berbagai negara, beragam festival pun dihadirkan demi menjadi daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah Kenduri Seni Melayu 2019 yang menjadi rangkaian dari International Batam Expo 2019.

Festival ini akan berlangsung di Dataran Engku Putri, Batam Canter, Batam, Kepulauan Riau. Kerennya lagi, bakal ada budaya dari 8 negara yang mewarnai perhelatannya. Kedelapan negara itu antara lain Singapura, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Tiongkok, dan India.

Kenduri Seni Melayu 2019 sangat berwarna. Ada banyak negara yang akan mengenalkan budayanya di sini. Kehadirannya tentu semakin membuat event ini menarik. Kami yakin Kenduri Seni Melayu 2019 akan memberi kesan mendalam bagi wisatawan, ungkap Kadisbudpar Kota Batam Ardiwinata, Senin (18/11).

Pelaksanaan event ini selalu mendapat respon positif. Tahun 2018, ada 7 negara yang hadir dengan menghadirkan 52 talent.

Kenduri Seni Melayu selalu menarik seniman mancanegara. Untuk komposisi peserta mancanegara itu relatif mirip. Penambahannya hanya beberapa. Dengan komposisi seperti ini, kami tetap optimistis bisa menarik puluhan ribu wisatawan. Artinya, event ini membantu aktivitas pereknomian di Batam bahkan juga Kepri, jelas Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar.

Pada event tahun ini, Kenduri Seni Melayu juga dimeriahkan dengan hadirnya peserta dari luar Kepri. Yaitu dari Jawa Barat, Kalimantan, Pekanbaru, hingga Palembang.

Komposisi peserta Kenduri Seni Melayu selalu menarik. Kontennya sangat beragam. Kehadiran peserta mancanegara jadi media branding ideal. Sebab, peserta tentu akan mempublish seluruh aktivitasnya di Batam. Setelah event ini selesai, Batam dan Kepri sebagai destinasi wisata akan semakin populer, terang Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenparekraf Dessy Ruhati.

Kenduri Seni Melayu sedikitnya akan menyajikan Kesenian, Pawai Budaya, hingga Bazaar. Seni dan budaya akan disajikan dalam musik dan lagu, sastra, teater, hingga tarian. Untuk live music, musisi pendukungnya hadir dari Singapura dan Malaysia selain tuan rumah.

Wisatawan dijamin semakin enjoy, lantaran Kenduri Seni Melayu memiliki Bazaar menarik. Komposisi Bazaarnya terdiri dari kuliner dan industri kreatif. Batam dan Kepri memiliki kuliner khas seperti, Mie Lendir, Mie Sagu, dan Gonggong. Ada juga Mie Tarempa, Sop Ikan Batam, Luti Gendang, hingga Bingka Bakar.

Dessy menambahkan, Kenduri Seni Melayu 2019 jadi pilihan terbaik untuk mengisi waktu liburan.

Seni dan budaya khas Batam atau Kepri sangatkan beragam. Semuanya serba otentik, demikian pula dengan kulinernya. Kesemuanya ini tentu akan memanjakan wisatawan yang datang langsung ke lokasi event. Yang jelas, panggung Kenduri Seni Melayu 2019 menjadi spot terbaik berlibur, lanjut Dessy.

Pergerakan wisatawan sepanjang Kenduri Seni Melayu 2019 diprediksi mengalir positif. Sebab, peserta mancanegara event ini adalah pasar menjanjikan pariwisata Batam dan Kepri. Secara global, Singapura masih menjadi pasar terbesar. Sepanjang rentang Januari-Juli 2019, arus masuk wisatawan Singapura ini mencapai 752.383 orang atau 46,35%.

Untuk wisatawan Tiongkok pergerakannya adalah 169.862 orang. Tiongkok menjadi donatur terbesar ke-2 dengan porsi 10,46%. Strip berikutnya ada Malysia dengan jumlah 164.093 atau memiliki slot 10,11%. Gambaran wisatawan India berjumlah 91.603 orang atau 5,64% dari jumlah keseluruhan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani mengatakan, Batam destinasi menarik.

Kenduri Seni Melayu 2019 sangat penting bagi pariwisata Batam, Kepri, bahkan beberapa wilayah yang ada di nusantara. Sebab, peserta mancanegaranya merupakan pasar potensial mereka. Malaysia saat ini menempati slot terbesar dari jumlah pergerakan wisatawan secara nasional, tutup Rizki.

(*/wri)

Editor :  

Wuri Anggarini

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com