Kisah Haru, Guru SD di Banten Ini Dapat Gaji 350 Sebulan & Tinggal di Toilet Sekolah

Galuh Esti Nugraini | Selasa, 16 Juli 2019 14:35 WIB
Galuh Esti Nugraini | Selasa, 16 Juli 2019 14:35

Kapanlagi.com - Sebuah kisah haru datang dari seorang guru di daerah Banten. Ya, ia adalah Nining Suryani yang kini berumur 44 tahun. Ia adalah pengajar honorer di SDN Karyabuana 3 Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Tiap bulannya ia pun hanya mendapat gaji sekitar 350 rupiah. Setidaknya sudah 15 tahun ini, ia menjadi guru honorer. Dengan gaji tiap bulannya itu, ia merasa kurang.

Apalagi untuk mencukupi kebutuhannya itu. Ia pun berharap adanya kebijakan pemerintah untuk menaikkan gaji para guru honorer.

1 Dari 4 Halaman

1. Pasrah Tidak Diangkat PNS

Permintaan Nining juga tak muluk-muluk. Yang jelas adanya kenaikan gaji sudah membuatnya bersyukur. Ia juga mengaku ikhlas jika kenaikan itu nantinya tak banyak.

Nining juga tak masalah jika dirinya tak diangkat menjadi PNS. "Kalau nggak diangkat juga enggak apa-apa, setidaknya ada kebijakan dari pemerintah berapa kenaikan per bulan. Mau kecil mau besar saya ikhlas terima," kata Nining saat ditemui di SDN Karyabuana 3, Kecamatan Cigeulis, Senin (15/7/2019), seperti yang dilansir dari Kompas.

2 dari 4 halaman

2. 15 Tahun Tak Ada Kenaikan Gaji

15 Tahun Tak Ada Kenaikan Gaji (credit: KOMPAS.com/ ACEP NAZMUDIN)
Nining juga pernah kuliah lagi untuk mendapat gelar sarjana. Hal ini sampai ia tempuh agar kenaikan gaji terjadi. Namun apa daya, 15 tahun ini sebagai guru honorer tak ada perubahan.

Diakuinya, Nining sangat mengandalkan gajinya ini. Ya, tentu saja untuk kebutuhan keluarga sehari-hari. Sedangkan suaminya, yang bernama Ebi Suhaebi ini seorang buruh serabutan yang penghasilannya tak tentu.

3 dari 4 halaman

3. Sempat Menyerah dan Putus Asa

Dengan semua masalah yang ia hadapi itu, Nining sempat terpuruk. Dirinya pernah putus asa dan menyerah. Bahkan ia berpikir untuk berhenti mengajar dan mencari pekerjaan lain.

Untuk ikut seleksi masuk PNS, Nining juga tak bisa. Ya, hal ini terkait usia yang sudah di ambang batas.

Akhirnya niat berhenti mengajar itu ia urungkan. Sebab, ia teringat anaknya yang butuh biaya sekolah. "Anak saya yang kedua sekarang masih sekolah di pesantren, tiap bulan butuh biaya," ungkap Nining.

4 dari 4 halaman

4. Rumah Roboh Akhirnya Tinggal di Toilet Sekolah

Rumah Roboh Akhirnya Tinggal di Toilet Sekolah (credit: Liputan6.com/Yandhi Deslatama)
Masalah lain juga dihadapi oleh Nining. Tempat tinggalnya yang berada di petak rumah dekat sekolah pun roboh. Ya, rumah yang ditinggalinya itu sudah lapuk. Apalagi ia juga tak bisa menyewa rumah karena kondisi keuangan yang memprihatinkan.

Hingga akhirnya Nining dan keluarga pun tinggal di toilet sekolah tempat ia mengajar. Sudah 2 tahun ini mereka tinggal di sana. Untungnya, toilet itu pun telah dimodifikasi sehingga mereka bisa tinggal nyaman di sana.

"Kepala sekolah bantu beliin kayu, saya dan suami yang bangun, alhamdulillah bisa nyaman tinggal di sini," cerita Nining.

Awalnya pihak sekolah melarang Nining tinggal di sana. Namun melihat tak adanya tempat untuk ditinggali, sekolah akhirnya mengijinkan.

(kpl/gen)


Join Kapanlagi.com