Kisah Pilu Transgender Yang Bertobat Usai Ditinggal Ibunda Tiada

Agista Rully | Selasa, 08 Agustus 2017 14:09 WIB
Kisah Pilu Transgender Yang Bertobat Usai Ditinggal Ibunda Tiada

Kapanlagi.com - Menjadi transgender atau transseksual memang pilihan masing-masing. Fenomena ini terjadi karena terjadi pergolakan dari dalam diri soal identitas pribadi. Ada orang yang secara terang-terangan mengakui bahwa identitas sebetulnya berkebalikan dengan jenis kelaminnya saat ini, ada pula yang sembunyi-sembunyi. Bahkan ada yang sempat menjadi transgender namun kembali melakoni hidupnya sebagai sosok yang 'normal'.

Kak Qis atau Jefferi Mohd Nor contohnya, pria berusia 52 tahun ini dulunya adalah transgender namun satu insiden membuatnya bertobat dan kembali menjadi fitrahnya sebagai seorang pria yakni kematian sang Ibunda.

"Saya anak laki-laki tapi saya tidak membantu ibu saya di akhir hayatnya. Jadi sekarang saya minta maaf karena egois dan terlena ingin menjadi banci," ungkapnya dikutip dari My News Hub.

Kak Qis, transgender yang bertobat karena sang Ibu meninggal dunia © My News HubKak Qis, transgender yang bertobat karena sang Ibu meninggal dunia © My News Hub

Sejak Ibunya meninggal, Jefferi dirundung penyesalan yang teramat dalam. "Sampai sekarang itu jadi penyesalan saya. Mengapa saya tidak berganti pakaian pria, salat jenazah, dan membantu mengangkat jenazah almarhumah ke liang kubur," sesalnya.

Untuk mewujudkan hasrat hatinya menjadi transgender, Jefferi pun melakoni berbagai prosedur operasi plastik. Sejumlah silikon disuntikkan di berbagai tempat di tubuhnya dan kini dirinya kerepotan untuk mengangkat semua zat silikon tersebut. Walhasil dia harus bolak-balik Thailand-Malaysia.

Jefferi menyesal tidak mansalatkan sang Ibunda saat hendak dikuburkan © My News HubJefferi menyesal tidak mansalatkan sang Ibunda saat hendak dikuburkan © My News Hub

"Ibu adalah sahabat saya, apa yang saya lakukan selau dibantu oleh Ibu. Kecuali saat saya memutuskan untuk jadi wanita," jelasnya pria yang pernah berprofesi sebagai guru ini.

Sang Ibu meninggal pada September 2009 lalu karena mengalami pecah lambung. "Meskipun saya telah jadi 'anak perempuan', beliau tidak membuang saya dan menghadapi hinaan banyak orang. Begitu banyak jasa Ibu saya. Ibu saya tidak suka saya menjadi banci tapi dia tidak pernah menyia-nyiakan saya sejak kecil," pungkasnya.

(myn/agt)

Editor :  

Agista Rully

Join Kapanlagi.com