Kontroversi Walk Out Tim Sepak Takraw Indonesia, Ini Kisah Lengkapnya

Agista Rully | Selasa, 22 Agustus 2017 13:18 WIB
Kontroversi Walk Out Tim Sepak Takraw Indonesia, Ini Kisah Lengkapnya

Kapanlagi.com - Perhelatan SEA Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia kerap menimbulkan kontroversi. Mulai dari insiden bendera terbalik, para atlet kehabisan makanan di hotel, hingga dugaan tindak kecurangan yang dilakukan oleh wasit pada tim sepak takraw putri Indonesia.

Pertandingan sepak takraw yang berlangsung Minggu (20/08) kemarin tersebut memang cukup kontroversial. Di Stadion Titiwangsa, tim Indonesia merasa dirugikan oleh keputusan wasit Muhammad Radi asal Singapura selama pertandingan. Maka dari itu, tim sepak takraw putri memilih untuk walk out (pergi) pada set kedua usai unggul 16-10 atas tim Malaysia.

Akibat keputusan walk out ini, tim Indonesia dinyatakan kalah 0-2 atas Malaysia. Ini merupakan kekalahan kedua usai tim putri ditumbangkan oleh tim Thailand. "Keinginan kami untuk tetap sportif dan fair play tidak direspon dengan baik. Ini merupakan kecurangan yang luar biasa. Jangan menangis, saya ada di sini, akan saya laporkan ini. Tetap semangat!" ujar Menpora Imam Nahrawi dikutip dari merdeka.com.

Senin (21/08) Imam Nahrawi akan memantau langsung pertandingan Indonesia lawan Filipina. "Hal ini (kecurangan) tidak boleh terjadi. Olahraga itu sportif, sangat jahat kalau kemenangan diraih dengan kecurangan," lanjut pria berkumis tersebut.

Menpora Imam Nahrawi menyemangati atlet sepak takraw putri di SEA Games 2017 © KemenporaMenpora Imam Nahrawi menyemangati atlet sepak takraw putri di SEA Games 2017 © Kemenpora

Sementara dilansir dari harian Malaysia, My News Hub, Presiden Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSI) mengakui bahwa skuad Indonesia menyesali tindakan walk out. "Setelah meneliti dan melihat ulang tayangan video serta data, ternyata atlet kami telah mengangkat kaki sewaktu melakukan servis dan hal itu merupakan kesalahan," jelas H. Syafrizal Bakhtiar.

"Saat itu pemain dan staf kami hanya melihat dengan mata telanjang. Kami telah melakukan kesalahan," imbuh Syafrizal. Saat pertandingan pun, Syafrizal sebetulnya menghimbau agar tidak terjadi walk out tapi ada perlawanan panas sehingga masalah kecil jadi besar.

"Saya sebagai pengurus pasukan sudah berusaha mengikuti regulasi bahwa kami tidak boleh melakukan protes besar dan hanya boleh membuat bantahan sesuai undang-undang ISTAF tapi karena sudah tidak terbendung maka kami memilih untuk keluar arena, kami kesal serta mohon maaf atas kesalahan kami waktu itu," tutup Syafrizal.

(kpl/agt)

Editor :  

Agista Rully

Join Kapanlagi.com