Kronologi Pembunuhan Budi Hartanto, Guru Tari yang Tewas Dimutilasi Dalam Koper

Sora Soraya | Senin, 15 April 2019 22:39 WIB
Sora Soraya | Senin, 15 April 2019 22:39

Kapanlagi.com - Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan penemuan jenazah seorang korban dalam sebuah koper yang dibuang di tepi sungai Desa Karanggondang Kecamatan Udan Awu Blitar, Jawa Timur. Setelah diselediki, korban adalah seorang guru tari bernama Budi Hartanto.

Nahasnya, Budi Hartanto ditemukan dalam kondisi tanpa mengenakan busana, penuh luka, dan tanpa kepala. Setelah berhari-hari dalam pencarian, potongan kepala korban akhirnya ditemukan di Kediri dalam kondisi terbungkus plastik pada pada Jumat (12/4) lalu.

Dari penyelidikan polisi, ada 2 pelaku yang telah menghabisi nyawa Budi. Mereka bernama Aris Sugianto dan Ajiz Prakoso. Keduanya ditangkap di tempat yang berbeda, Blitar dan Jakarta. Lantas, seperti apa sebenarnya kronologi kejadian pembunuhan sadis ini?

1 Dari 3 Halaman

1. Sempat Berhubungan Intim

Sempat Berhubungan Intim Budi Hartanto semasa hidup © instagram.com
Sebelum tewas terbunuh, Budi Hartanto rupanya sempat berhubungan intim dengan salah satu pelaku, Aris Sugianto. Setelah bersenang-senang, rupanya mereka sempat bertengkar gara-gara uang.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Ditreskrimum Polda Jatim, Kombespol Gupuh Setiono. "Hubungan asmara sesama jenis, terus berakhir perselisihan karena tidak diberikan uang dan berakhir dengan pertengkaran yang mengakibatkan korban dibunuh," katanya pada media di depan halaman Reskrimum Polda Jatim, seperti yang dilansir dari Tribun News.

Lebih lanjut, Kombespol Gupuh Setiono menegaskan jika di malam kejadian korban dan pelaku sudah melakukan hubungan untuk ke-4 kalinya. Setiap selesai berhubungan intim, Budi rupanya biasa meminta uang pada pelaku. Namun kala itu permintaannya ditolak hingga membuat korban marah.

2 dari 3 halaman

2. Memancing Pelaku Lain, Ajiz

"Usai lakukan hubungan intim di dalam kamar, karena Aris tak bisa ngasih uang ke korban maka korban marah-marah. Diingatkan Ajiz, tapi korban tak terima, korban malah bilang, 'Ini bukan urusan kamu'," imbuh Gupuh menjelaskan kehadiran Ajiz yang merasa terganggu dengan pertengkaran keduanya.

Tidak hanya marah, Budi rupanya juga menampar pipi Ajiz hingga mereka akhirnya saling membalas. Budi yang naik pitam pun langsung mengambil golok yang tergeletak di depan warung dan mengayunkannya ke arah Ajiz. Ajiz yang sigap pun berhasil menepisnya dan mengambil golok tersebut dari tangan Budi.

Hanya sepersekian detik setelah itu, Ajiz pun langsung menyambar lengan kiri Budi. "Kemudian korban jatuh tertelungkup, lalu teriak-teriak, saat itulah Ajiz berkali-kali menyabet golok," tutur Gupuh.

3 dari 3 halaman

3. Proses Mutilasi

Budi yang tak kuasa menahan rasa sakit langsung berteriak meminta pertolongan. Melihat hal ini, Aris yang awalnya hanya terdiam langsung mengambil kain dan berusaha menyumpal mulutnya hingga korban kehabisan napas.

Saat itulah Aris dan Ajiz pikir otak, memikirkan bagaimana cara menghilangkan jejak Budi. Tak lama Aris langsung pulang dan mengambil koper milik ibunya. "Belakangan Aris cerita kalau koper itu dijual. Pas dimasukin nggak cukup, dikeluarkan lagi, lalu Aris usul kepala korban dipotong," terang Gupuh.

Tidak hanya ditekuk paksa agar bisa masuk ke dalam koper, pelaku secara bergantian memotong kepala korban. Mereka akhirnya membuang jasad Budi ke bawah jembatan Karanggondang, Udanawu, Blitar. Sedangkan kepalanya dibuang terpisah di bantaran sungai Ploso Kerep, Bleber, Kediri.

(kpl/sry)


Editor:  

Sora Soraya

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com