Kupas Tuntas Persoalan Finansial dan Bisnis, Apa Saja Sih yang Perlu Diperhatikan?

Jeffrey Winanda | Rabu, 04 Agustus 2021 10:10 WIB
Kupas Tuntas Persoalan Finansial dan Bisnis, Apa Saja Sih yang Perlu Diperhatikan?

Kapanlagi.com - Bicara tentang persoalan finansial memang seolah nggak ada habisnya. Terlebih di usia muda, sering terjadi problematika dalam urusan keuangan.

Lalu gimana sih cara mengelola keuangan mulai dari cara mendapatkan hingga pembelanjaannya? PT Bank Danamon Indonesia Tbk menjawabnya dalam Talkshow 650 Menit Beraksi dan Kolaborasi.

Dalam episode ketiga ini, hadir beberapa tokoh keren seperti Andhika Diskartes (CEO Value Magazine), Wirda Mansyur (Penulis dan Influencer Muda), Oscar Lawalata (Fashion Designer), Angga Dwimas Sasongko (CEO Visinema & Chairman Filosofi Kopi), hingga Tasyi Athasyia (Content Creator & Cooking Enthusiast).

Terbagi dalam empat segmen, seluruh pembicara di event ini sepakat jika kolaborasi menjadi elemen penting dalam melancarkan persoalan finansial. Apa kata mereka?

Tentukan Tujuan Awal dari Perencanaan Finansial

Credit: VidioCredit: Vidio

Kalau sudah bicara tentang uang, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah tujuannya. Hal ini diuatarakan oleh pakar keuangan sekaligus CEO Value Magazine yaitu Andhika Diskartes.

"Sebelum menyusun rencana keuangan, tentukan dulu kamu mau apa? Jangka pendek setahun ke depan seperti apa? Jangka menengah sekitar lima tahunnya akan bagaimana? Nah setelah tujuan ini sudah diketahui, baru bisa dimulai perencanaan finansial yang ideal," ujar Andhika.

Andhika secara spesifik juga berpesan kepada generasi muda yang dinilai memiliki kepintaran tinggi namun sering bingung akibat banyaknya pilihan. "Generasi muda sebenarnya lebih smart, tapi sering bingung. Hal ini karena banyaknya pilihan, banyaknya kesempatan, hingga tekanan dari society," tambah Andhika.

Setelah tujuannya diketahui dan memahami cara menentukan pilihan, maka langkah berikutnya adalah berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melangkah ke step berikutnya. Sepakat dengan Andhika Diskartes, influencer muda Wirda Mansyur pun menyadari jika kekuatan kolaborasi akan membuat rencana finansial menjadi piece of cake.

Hal inilah yang mendasari Wirda Mansyur dalam menciptakan sebuah komunitas bernama Milenial Anti Bokek. "Sebenarnya ini sebuah ketidaksengajaan. Setahun yang lalu aku sering dapat curhat di media sosial dari followers aku. Daripada hanya menjadi sebuah curhatan, aku kembangkan menjadi Milenial Anti Bokek, yang tujuannya mengajak mereka buat berkolaborasi dalam bisnis yang sedang aku jalankan," tutur Wirda.

Baik Andhika maupun Wirda juga menyampaikan untuk memiliki nilai-nilai berbagi dalam perencanaan finansial yang dimiliki. Hal ini untuk menjaga keseimbangan antara keuangan sekaligus dengan nilai kemanusiaan.

Usahakan jadi manusia itu jangan meminta, tapi memberi. Karena orang yang berbagi itu cenderung memiliki income lebih, tutup Andhika.

Explore dari Passion yang Kamu Miliki 

Credit: VidioCredit: Vidio

Desainer kenamaan Tanah Air yaitu oscar Lawalata juga turut hadir dalam memeriahkan 650 Menit Beraksi dan Berkolaborasi. Siapa yang sangka jika deretan karya busana menakjubkan yang diciptakannya semua bermula dari momen berat di awal karirnya.

"Aku lahir di keluarga seniman, tapi kebanyakan mendapatkan peran di atas panggung atau di depan kamera. Sementara aku lebih suka di belakang layar. Jadinya aku lebih menikmati pekerjaan sebagai desainer. Dulu awalnya mulai dari program televisi, videoklip, hingga film," ujar Oscar.

Sebagai pengagum budaya Tanah Air, Oscar nggak bakal pernah lupa bahwa dirinya tumbuh dan besar berkat kolaborasinya dalam menggabungkan warisan Indonesia ke dalam karyanya. "Aku sangat kagum dengan keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Berawal dari kecintaan ini, aku jadi banyak berkolaborasi sama pengrajin kain tradisional. Tanpa mereka, budaya lokal bakal punah. Jadi dari budaya lokal tersebut aku jembatani dengan mengembangkan budaya itu sebagai karya busana yang lebih bernilai dan disukai pasar," lanjut Oscar.

Jangan Cepat Merasa Puas, Temukan Peluang Lain yang Lebih Besar

Credit: VidioCredit: Vidio

Pepatah "sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui" layak disematkan kepada Angga Dwimas Sasongko. CEO Visinema ini memiliki visi yang luas terhadap karyanya termasuk Filosofi Kopi.

Seperti yang diketahui, film Filosofi Kopi yang mendapat banyak atensi adalah buah dari tangan dingin Angga. Setelah filmnya menuai respon positif, Angga pun bergerak cepat dengan segera membuat brand kedai dengan nama Filosofi Kopi yang kini sudah memiliki 5 cabang.

"Investasi itu nggak melulu soal uang. Bisa juga waktu, tenaga, pikiran. Jadi ketika Filosofi Kopi ini filmnya rilis, aku dan tim berkolaborasi untuk membuat langkah berikutnya, yaitu membuat brand Filosofi Kopi sebgai kedai sungguhan," tutur Angga.

Membangun Filosofi Kopi sebagai brand menjadi tantangan tersendiri bagi Angga Dwimas Sasongko. Berawal dari antusiasme para movie geek terhadap film Filosofi Kopi, Angga kemudian melanjutkan kiprah Filosofi Kopi dengan menjadi sebuah brand coffee shop.

Filosofi Kopi yang awalnya adalah karya tulis dari Dewi Lestari ini adalah cerita menarik yang terus terang aku tertarik untuk memvisualisasikan dalam bentuk film. Setelah film ini rilis, ternyata meledak dan mendapat atensi lebih bagi para penonton. Gabungan antara visi kami yang luas dengan antusiasme penonton yang nggak surut, membuat kami bersemangat untuk menghadirkan kedai Filosofi Kopi secara nyata yang lokasinya berada di lokasi syuting sebenenarnya, yaitu di Jakarta dan Jogjakarta. Jadi Filosofi Kopi ini memunculkan konsep konten dan experience. Kontennya ada di film tentang kisah dua sahabat, sedangkan experience-nya adalah kedai kopi ini sendiri, tambah Angga

Menciptakan karya besar seperti ini nggak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan juga kolaborasi antar lini untuk membuat semuanya menjadi tercapai. Seperti kolaborasi bareng Adira Finance untuk urusan finansial.

Dalam sesi ini juga hadir Chief of Business Alliance Strategy Officer Adira Finance yaitu Jin Yoshida yang menyampaikan pentingnya kolaborasi. "Saya percaya jika kerja keras akan membuat mimpi menjadi nyata. Seperti Angga yang sukses membuat toko mobile miliknya. Jangan takut dalam mewujudkan mimpi," tutur Jin.

Nggak lupa, Jin juga menyampaikan jika Adira Finance kini berkolaborsi dengan Bank Danamon dalam rangka memeriahkan HUT ke-65. Kolaborasi ini juga mengajak masyarakat buat nggak takut mengejar mimpi. Salah satunya adalah mimpi memiliki mobil baru.

"Kami memiliki program khusus bagi nasabah Bank Danamon yaitu KPM Prima. Program ini memanjakanmu yang ingin membeli mobil baru. Dengan bunga mulai 2,65%, ada banyak benefit lain menanti seperti bonus 4 macam asuransi pemeliharaan di tahun pertama, hingga 1 tahun perawatan ban senilai Rp 2,5 juta," tambah Jin.

Susah-Susah Gampang Cari Cuan, Kuncinya Konsisten Belajar dan Beradaptasi

Credit: VidioCredit: Vidio

Pada sesi penutup, hadir Content Creator & Cooking Enthusiast Tasyi Athasyia yang blak-blakan tentang potensi cuan dari konten yang dibikin dirinya. Menurutnya, hal terpenting adalah kesabaran dan konsistensi dalam berkarya. Meskipun memiliki background studi yang berbeda, Tasyi menyampaikan jika beradaptasi secara konsisten akan membuka peluang yang lebih besar.

Mama aku ingin anaknya jadi dokter. Jadi masuklah aku ke kedokteran sampai lulus S1. Setelah memasuki fase koas, aku juga masuk di culinary school, ujar Tasyi.
Dari kedokteran ke kuliner, Tasyi mengakui jika hal ini memang bertolak belakang. Namun dirinya menyukai aktivitas yang dilakukannya dan terus konsisten hingga sekarang.

"Awal bikin konten, sebenarnya pikiranku nggak di cuan. Aku tahu memang ada cuan di konten digital ini, tapi aku pun menyadari jika prosesnya akan memakan waktu yang lama juga," jelas Tasyi.

Satu hal yang pasti, dengan kesabaran maka cuan akan sendiri, mengingat perkembangan dunia digital di Indonesia sedang dalam tren positif. Hal ini disampaikan oleh Digital Development Specialist PT Bank Danamon Indonesi Tbk Randy Suwandy. "Sekarang ini dunia digital sudah ada di tahapan yang positif yaitu sudah mendapatkan trust dari masyarakat. Contohnya adalah sarana hiburan yang terdigitalisasi, hingga transaksi keuangan yang kini mayoritas telah menggunakan mobile banking," ujar Randy.

Rencana Finansial Aman, Jangan Lupakan Berbagi Ya!

Credit: VidioCredit: Vidio

Turut hadir dalam sesi kali ini adalah Dwi Rachmawati selaku Syariah Funding Product Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Ia berpesan untuk berbelanja nggak cuma untuk dunia, namun juga berbagi kepada sesama.

"Perlu diingat jika kita hidup nggak selamanya di dunia. Oleh sebab itu, siapkan juga sebagian harta untuk berbagi, seperti sedekah, zakat, hingga wakaf," ujar Dwi.

Nggak perlu khawatir buat kamu yang ingin mencari platform berbagi kepada sesame yang ideal, sebab sudah ada Bank Danamon yang bakal menjaga amanahmu lewat Layanan Penerimaan Wakaf Uang. "Semua nasabah bisa berbagi kepada sesama melalui layanan ini. Bisa wakaf tunai, wakaf sosial, dan wakaf produktif secara digital. Nasabah bisa memantau history wakafnya secara digital hingga memilih sendiri partner pengelola wakaf terpercaya, seperti Badan Wakaf Indonesia, Dompet Dhuafa, dan lain sebagainya," tambah Dwi.

Wah, banyak banget kan inspirasi yang bisa didapatkan dari Talkshow 650 Menit Beraksi dan Berkolaborasi hari ketiga ini. Buat kamu yang ketinggalan, bisa nonton ulang dengan mengunjungi www.festivalkolaborasi.id. Follow juga Instagram @MyDanamon dan Twitter @Danamon buat dapetin update seputar program spesial HUT ke-65 Bank Danamon. Dapatkan juga informasi lengkap mengenai KPM Prima buat kamu yang ingin membeli mobil baru dengan cara klik di sini.

(kpl/jef)

Editor :   Jeffrey Winanda

Topik Terkait

Join Kapanlagi.com