Liburan ke Bali, Menyelam di Laut Buleleng Perlu Kamu Agendakan

Iwan Tantomi | Sabtu, 23 November 2019 14:31 WIB
Liburan ke Bali, Menyelam di Laut Buleleng Perlu Kamu Agendakan

Kapanlagi.com - Ada banyak sekali destinasi di Bali yang bisa kamu kunjungi. Salah satunya adalah Buleleng. Selain menawarkan keindahan alam di daratan yang begitu menawan, Buleleng ternyata menyimpan alam bawah laut yang begitu eksotis. Inilah yang bikin siapapun yang liburan ke Bali, khususnya ke Buleleng, wajib banget untuk melihat langsung keindahan biota laut, termasuk terumbu karangnya.

Nggak heran dengan potensi alam bawah laut yang begitu menawan, Buleleng pun rutin menggelar festival bawah laut. Paling dekat, kamu bisa menikmati Buleleng Bali Dive Festival (BBDF 2019) yang diselengaraakan pada 21-24 November 2019 dijadikan sarana untuk mempromosikan potensi wisata bahari di Kabupaten Buleleng, Bali.

Selain itu, kegiatan yang masuk tahun keempat tersebut dijadikan sebagai upaya konservasi terumbu karang sehingga bisa menarik para penyelam-penyelam internasional datang ke Pulau Dewata.

Koordinator CoE (Calender of Event) bidang Bali, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Putu Ngurah di Sambirenteng, Tejakula, Buleleng, Kamis (21/11/2019) menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu dari program Bali Recovery yang didukung oleh Kemenparekraf untuk memulihkan kepercayaan wisatawan mancanegara datang ke Bali khususnya Buleleng.

"Selain sebagai program recovery, festival ini dapat kita lihat sebagai usaha dalam meningkatkan kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut. Sehingga dampak dari kelestarian itu bisa dirasakan langsung oleh masyarakat daerah Buleleng khususnya di kawasan Tejakula," katanya.

Putu Ngurah mengatakan, Bali seperti yang diketahui terkenal dengan budaya, adat istiadat, pantai yang indah, hutan, gunung merapi, keramahan, dan makanan yang lezat. Dengan predikat tersebut hingga akhinya, Bali sering mendapat pengakuan dari dunia Internasional.

Ia juga menjelaskan, bila sangat tepat kalau semua kalangan dan pemangku kepentingan di Bali untuk mengingatkan kembali kalau pelestarian baik alam maupun budaya mengandung tiga pilar utama yaitu perlindungan atau preservation, pengembangan adaptasi atau development, dan pemanfaatan atau utilization.

"Hanya apabila sumber daya alam dan kebudayaan bermanfaat bagi masyarakat pendukungnya akan memotivasi masyarakat pendukungnya untuk melestarikan sumber daya atau budaya tersebut. semakin kita mampu melestarikan alam, semakin kita mampu melestarikan berbagai aspek kebudayaan, maka akan semakin mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Di kesempatan yang sama, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan pada saat pembukaan BBDF 2019 bahwa kemajuan Buleleng sudah di depan mata, tuntutan perkembangan pariwisata di Buleleng sangat mendorong pemerataan pembangunan.

Usaha yang sedang digalakkan Pemerintah Provinsi Bali melalui pembangunan jalan baru batas kota Singaraja - Mengwitani akan segera dinikmati tahun 2020 mendatang.

"Dukungan Pemprov untuk menyeimbangkan pembangunan di Bali Utara harus didukung bersama oleh seluruh masyarakat Buleleng. Utamanya bagaimana mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) sejak masih dini, mengingat Pembangunan ini akan memberikan dampak sangat luas untuk kemajuan termasuk di sektor pariwisata Buleleng ini," katanya.

Tejakula memiliki potensi yang patut terus untuk dikenalkan. Hadirnya festival ini akan memberikan dorongan semangat bagi masyarakat untuk mempersiapkan dirinya menghadapi perubahan dan perkembangan dari kemajuan pariwisata.

"Saya sangat optimis, hadirnya shortcut dan rencana pembangunan Bandara Buleleng menjadi titik balik bagi kemajuan Buleleng tercinta," katanya.

(*/tmi)

Editor :  

Iwan Tantomi

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com