ADVERTORIAL

Liburan ke Sumba Timur? Sempatkan Mampir ke Kampung Megalitik Praiyawang

Iwan Tantomi | Kamis, 11 November 2021 10:00 WIB
Liburan ke Sumba Timur? Sempatkan Mampir ke Kampung Megalitik Praiyawang

Kapanlagi.com - Bicara pariwsata, Sumba Timur kian memantapkan diri sebagai tempat berbagai jenis wisata. Apalagi wisata budaya. Selain Kampung Raja Prailiu, masih ada kampung adat selanjutnya. Kampung yang juga harus disambangi itu, yakni kampung Praiyawang.

Sesaat setelah pengunjung menjejakkan kaki di Praiyawang akan terasa seperti baru keluar dari mesin waktu dalam perjalanan ke masa lampau. Wisatawan akan merasakan adat istiadat dan budaya setempat begitu kental. Lantaran masih dijaga oleh penduduk asli Praiyawang.

Hadirkan Pesona Arsitektur Rumah Adat Tradisional Sumba

Di kampung ini, pengunjung akan disuguhi arsitektur rumah adat tradisional Sumba yang unik dan menarik. Masing-masing rumah adat yang ada di dalam Kampung Praiyawang mempunyai nama Uma Ndewa, Uma Bokul, Uma Jangga, Uma Wara, Uma Andung, Uma Kudu, Uma Penji, dan Uma Kopi serta mempunyai fungsi yang berbeda pula.

Sebut saja Uma Bokul (rumah besar) sering disebut Uma Haparuna berfungsi sebagai rumah tempat bermusyawarah Adat kematian para raja serta adat lainnya dari Marga Anamburung.

Selanjutnya Uma Ndewa mempunyai fungsi khusus untuk ritual adat Cukuran bagi anak raja yang baru lahir maupun ritual adat pemujaan sang khalik dan tidak diperkenankan pengunjung bebas masuk dalam rumah ini.

Hal ini karena Uma Ndewa diyakini sebagai tempat bersemayamnya arwah para leluhur serta tidak diperkenankan pasang lampu di dalam rumah kecuali diterangi dengan lampu dari luar rumah. Selain itu adapula rumah adat Uma Kopi sebagai rumah tempat minum kopi.

Makin Menarik Perhatian dengan Adanya Kuburan Megalitik Sarat Makna

Credit: Pemkab Sumba TimurCredit: Pemkab Sumba Timur

Objek lain yang menarik dari kampung praiyawang adalah kuburan megalitik yang sarat makna. Menjadi salah satu perkampungan adat tertua di Sumba Timur, karakteristik dari situs kuburan megalitik di sini ialah pemujaan leluhur yang masih berlanjut hingga sekarang. Di tengah perkampungan Kampung Praiyawang, pengunjung bisa mendapati bangunan batu besar yang membentuk area pemakaman.

Umumnya kuburan megalitik ini dikhususkan sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi para raja pada zaman dahulu. Dengan bentuk bangunan batu besar yang membentuk area pemakaman serta dihiasi dengan beragam ukiran batu penji yang menarik.

Bangunan batu ini memiliki ukiran yang sangat menarik, beberapa diantaranya memiliki ukiran hewan. Ukiran ini menggambarkan perilaku atau pekerjaan orang yang dimakamkan semasa hidup.

Keberadaan bangunan kubur batu megalitik ini menunjukkan jati diri seseorang yang telah meninggal dan bagi penghayat kepercayaan Marapu merupakan wujud penghormatan pada sang leluhur kita diyakini bahwa kubur megalitik memiliki kekuatan yang sakral.

Kampung wisata selanjutnya yang berada di Sumba Timur, yakni Desa Watu Hadang yang terletak di kecamatan Umalulu. Desa ini memiliki sejumlah potensi wisata pendukung, seperti agrowisata. Di Desa ini pun pengunjung bisa menikmati proses pembuatan kerajinan tenun ikat dan songket tradisional Sumba Timur.

Makanya, biar liburanmu ke Sumba Timur semakin berkesan, jangan lupa untuk mampir ke kampung megalitik Praiyawang, ya.

(kly/tmi)

Editor :   Iwan Tantomi

Topik Terkait

Join Kapanlagi.com