Sketsa Disebar, Identitas Korban Mutilasi Pasar Besar Malang Belum Juga Diketahui

Rahmi Safitri | Selasa, 21 Mei 2019 09:00 WIB
Rahmi Safitri | Selasa, 21 Mei 2019 09:00

Kapanlagi.com - Identitas korban pembunuhan dan mutilasi di Pasar Besar Kota Malang hingga saat ini belum diketahui. Polisi belum berhasil mengantongi identitas korban, akibat kondisi jasad yang sudah rusak.

Sketsa wajah korban yang disebarkan hingga saat ini belum membuahkan hasil. Belum diperoleh laporan dari masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya. Sempat datang laporan masyarakat kehilangan anggota keluarga, tetapi ciri-ciri fisik tidak mengarah pada korban mutilasi tersebut.

"Identitas korban masih belum ditemukan. Masih kita dalami, masih menunggu pengambilan sidik jari. Karena sampai sekarang belum bisa," kata AKBP Asfuri, Kapolres Malang Kota, Senin (20/5/2019).

1 Dari 3 Halaman

1. Diduga Tunawisma

Proses pencarian identitas korban terus dilakukan, sambil menunggu laporan masyarakat. Sementara polisi menduga korban adalah seorang tunawisma yang biasa tinggal di sekitar lokasi.

"Kemungkinan korban seorang tunawisma juga," tegas AKBP Asfuri.

Awalnya korban bertemu pelaku di sekitar Jalan RE Martadinata Kota Malang pada Selasa, 7 Mei. Korban minta uang kepada pelaku, tetapi karena tidak punya uang akhirnya diberi makanan.

2 dari 3 halaman

2. Nafsu Pelaku

Saat itu muncul hasrat seksual pelaku, dengan meraba payudara korban. Korban pun merespon dengan memegang bagian kelamin pelaku, yang kemudian mengajaknya untuk hubungan badan di Pasar Besar Lantai II, tempat pelaku tinggal. Tetapi setiba di lokasi ternyata korban mengaku sakit. Sejumlah sumber mengatakan korban mengalami gangguan pernafasan atau paru-paru.

Korban sempat berusaha melakukan pemanasan terhadap pelaku, tetapi gagal dan tidak bisa ereksi. Itulah yang kemudian menjadi alasan Sugeng menghabisinya dengan cara digorok.

3 dari 3 halaman

3. Pelaku Kecewa Lalu Membunuh Korban

"Saat itu pelaku kecewa, karena mengajakan hubungan badan, namun pelaku sakit. Sehingga pelaku tidak dapat melampiaskan hasrat seksualnya," terangnya.

Pelaku dalam melakukan mutilasi menggunakan alat seadanya, yakni gunting potong rumput yang dimilikinya. Proses mutilasi dilakukan di kamar mandi, sementara pembunuhan dilakukan di sekitar tangga yang berjarak 10 meter.

 

(kpl/dar/pit)


Reporter:  

Darmadi Sasongko

Join Kapanlagi.com