ADVERTORIAL

Mau Konsumsi Daging Merah? Ini Takaran Idealnya

Wuri Anggarini | Kamis, 09 Desember 2021 14:38 WIB
Mau Konsumsi Daging Merah? Ini Takaran Idealnya

Kapanlagi.com - Daging merah merupakan salah satu bahan pangan yang dapat dijadikan beragam olahan, seperti rendang, steak, sup, gulai, sate, bahkan ditumis dengan saus favorit.

Di balik kenikmatan mengonsumsi daging merah, sayangnya masih ada yang skeptis. Yup, masih ada yang bilang kalau daging merah bisa bikin kolesterol naik apalagi jika pengolahannya dipanggang. Padahal hal tersebut nggak melulu benar lho.

"Banyak masyarakat yang ragu karena red meet (daging merah) selalu dijadikan kambing hitam. Red meat bisa menjadi cherry on top karena tubuh kita butuh zat (zinc) yang nggak bisa diproduksi sendiri, tapi bisa didapatkan dari sumber makanan alami, yaitu daging merah," jelas Pakar Gizi Emilia Achmadi dalam acara Beef Talk yang diinisiasi Meat and Livestock Australia (MLA) melalui True Aussie Beef, pada Rabu (8/12), di Tamarind and Lime, Jakarta.

Lebih lanjut, Emilia menjelaskan ketika mengonsumsi daging merah, zinc atau seng yang terdapat didalamnya menjadi salah satu zat paling krusial dalam pembentukan imunitas tubuh. Oleh karena itu, ketika mengonsumsi daging merah yang perlu diperhatikan adalah takarannya.

"Normalnya saya menganjurkan mengonsumsi daging merah 450-500 gram per minggu atau 3-4 kali seminggu, di mana setiap prosinya adalah 100-125 gram sekali makan," jelas Emilia.

Narasumber di acara Beef Talk ke-4 yang diinisiasi MLA/Stella MarisNarasumber di acara Beef Talk ke-4 yang diinisiasi MLA/Stella Maris

Ketika akan mengonsumsi daging merah, Emilia juga menyarankan untuk memilih daging merah rendah lemak, berkualitas yang rendah kalori, serta tinggi kandungan protein, zat besi, dan zinc. Salah satu rekomendasinya adalah daging dari Australia.

Meat and Livestock Australia (MLA) hadir membantu menyediakan kebutuhan daging sapi dan domba dari Australia yang tentunya berkualitas dan menyehatkan. Kualitas daging sapi Australia #TRUEAUSSIEBEEF pastinya telah diakui di berbagai belahan dunia.

"Kalau bicara tentang kualitas, pasti daging Australia. Itu semua karena standar baku mutu yang ketat dan sudah terjamin kehalalannya," ujar Chief Representative MLA Indonesia, Business Development Manager MLA Christian Haryanto.

Pairing Wine dan Olahan Daging

Chief Representative MLA Indonesia, Business Development Manager MLA Christian Haryanto/Stella MarisChief Representative MLA Indonesia, Business Development Manager MLA Christian Haryanto/Stella Maris

Untuk diketahui, Beef Talk merupakan salah satu program MLA melalui Tue Aussie Beef yang menyajikan masakan ala chef.

"Acara ini hadir karena kami ingin mengedukasi tentang manfaat daging merah dan kandungan nutrisinya untuk kesehatan. Kami berharap, dengan adanya beef talk ini, kami dapat sharing ke masyarakat Indonesia bahwa daging sapi itu berbeda-beda mulai dari proses di peternakan hingga sampai ke piring untuk disajikan sebagai makanan," jelas Valeska.

Untuk mendukung acara ini, MLA menggandeng Chef Chandra Yudasswara. Menariknya lagi, menu makanan itu di-pairing dengan wine dari Santa Julia.

Asam Pedas Garang Shank Beef Marrow Soup yang disajikan oleh Chef Chandra/Stella MarisAsam Pedas Garang Shank Beef Marrow Soup yang disajikan oleh Chef Chandra/Stella Maris

Dalam Beef Talk ke-4, Chef Chandra menyajikan menu Indonesia Asian Influence, seperti Asam Pedas Garang Shank Beef Marrow Soup with Santa Julia Chardonnay sebagai appetizer.

Main Course yang pertama adalah Grilled Grain Feed Beef, Urap Rempah, Nutmeg & Leek Potato with Santa Julia Malbec. Main Course kedua adalah Sher Wagyu Topside, Coconut Galangal Spice Jus & Nasi Bakar Oncom with Santa Julia Reserva Malbec Cabernet Franc.

Acara ini juga menghadirkan sederet food enthusiast, seperti Wyntella, Fransisca, Felix Setiawan, Eric Eko, dan Astrid Huang.

(kpl/wri)

Editor :   Wuri Anggarini

Topik Terkait

Join Kapanlagi.com