Mbah Fanani, Petapa Dieng yang Dipercaya Kesaktiannya - Enggan Bicara Selama 22 Tahun

Selasa, 03 Agustus 2021 16:49 WIB
Mbah Fanani, Petapa Dieng yang Dipercaya Kesaktiannya - Enggan Bicara Selama 22 Tahun

Kapanlagi.com - Bagi beberapa orang yang pernah mengunjungi Dataran Tinggi Dieng, mungkin ada yang belum mengenal sosok Mbah Fanani. Mbah Fanani dikenal sebagai pria tua yang hidup di sebuah tenda kecil dan sosok yang tak asing bagi warga setempat.

Mbah Fanani menghabiskan waktu 22 tahun di dalam tenda tanpa melakukan aktivitas apapun. Bahkan dirinya enggan bicara dan hanya menggunakan isyarat sebagai media komunikasi.

Selain itu, Mbah Fanani juga dikenal memiliki kesaktian yang tak dimiliki manusia biasa. Maka dari itu banyak orang dari berbagai daerah yang mempercayai dan mendatanginya dengan suatu tujuan.

Namun, ada banyak seputar fakta menarik lain tentang Mbah Fanani sang petapa Dieng. Berikut beberapa fakta yang berhasil dikumpulkan tim KapanLagi dari berbagai sumber.

1. Anak Pejuang NKRI

Mbah Fanani diketahui merupakan seorang anak pejuang NKRI. Ia merupakan anak kedua dari pasangan Mbah Benyamin dan Nyai Zahro seperti yang dilansir dari Liputan6com.

Menurut pernyataan keponakan Mbah Fanani, Kiai Ma'dun, ayah Mbah Fanani merupakan salah satu kiai yang turut andil dalam memperjuangkan NKRI. Salah satunya berperan dalam peristiwa 10 November.

Mbah Benyamin dan Nyai Zahro memiliki tiga orang anak. Sayangnya, kakak dan adik sudah meninggal dunia sehingga hanya Mbah Fanani yang masih ada dunia.

Semasa hidupnya, Mbah Fanani pernah menikah dengan seorang wanita bernama Nyai Zaenab. Ia dikaruniai seorang anak bernama Nyai Mariam.

2. Hidup Pakai Selimut di Tenda

Dataran Tinggi Dieng memiliki suhu tinggi, namun Mbah Fanani bisa hidup hanya dengan mengenakan selimut di dalam tenda. Bahkan Mbah Fanani menggunakan tenda terpal tanpa alas.

Mbah Fanani pun enggan meminta belas kasihan pada warga meski kondisinya terbatas. Mbah Fanani hanya akan makan dari Pak Ono, orang yang sebagian kecil lahannya digunakan untuk Mbah Fanani bertapa.

3. Enggan Bicara - Berambut Gimbal

Jarang keluar tenda dan pergi ke manapun, Mbah Fanani juga dikenal tak pernah berinteraksi dengan warga. Bahkan untuk berkomunikasi Mbah Fanani hanya menggunakan isyarat tangan selama 22 tahun menurut Halimah, salah satu orang yang merawat Mbah Fanani.

Saat dijumpai, Mbah Fanani memiliki rambut gimbal yang panjangnya 2 meter lebih. Namun jika dibentangkan, rambut Mbah yang diperkirakan berusia 147 tahun ini bisa sepanjang 7,5 meter.

4. Kesaktian Mbah Fanani

Tak hanya ciri khasnya yang unik, Mbah Fanani juga dikenal dengan kesaktiannya. Banyak orang dari berbagai daerah yang mendatanginya untuk meminta rezeki, jodoh, dan tujuan lainnya.

Melansir dari merdekacom, pernah ada orang yang mengaku menemukan Mbah Fanani sewaktu di Makkah. Padahal Mbah Fanani selalu berdiam diri di tenda. Selain itu, ada juga warga yang melihat Mbah Fanani menghilang secara misterius saat memasuki waktu salat.

5. Meninggalkan Dieng

Setelah lama di daerah Dieng, Mbah Fanani dijemput dan dibawa ke Indramayu pada 12 April 2017. Hal ini mengingat kondisi Mbah Fanani yang kurus bertelanjang dada dan hanya memakai selimut di daerah Dieng yang suhunya rendah bisa membuat menggigil.

Penjemputan ini dilakukan atas perintah Abah Rojab, sesepuh Dieng yang memandatkan kepada anaknya sendiri, Toha. Abah Rojab memilih untuk menjemput Mbah Fanani setelah mendapat pesan lewat mimpi.

"Saya merasa yakin untuk menjemput Mbah Fanani setelah didatangi juga lewat mimpi. Saat itu juga saya mempersiapkan rencana penjemputan," kata Toha dikutip dari Liputan6.com.

(mer/lmp)

 

Join Kapanlagi.com