Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Memahami Arti Ungkapan Besar Kepala, Ciri-Ciri, Beserta Contoh Penggunaannya dalam Kalimat

Sabtu, 02 Juli 2022 13:44 WIB
Memahami Arti Ungkapan Besar Kepala, Ciri-Ciri, Beserta Contoh Penggunaannya dalam Kalimat

Kapanlagi.com - Ungkapan dalam bahasa Indonesia bisa dipahami sebagai kelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus. Oleh karena itu, makna unsur-unsurnya sering kali menjadi kabur. Hal ini sama seperti yang terjadi pada istilah besar kepala. Apa kalian sudah tahu arti ungkapan besar kepala tersebut?

Sebenarnya, ungkapan ini sudah sering digunakan dalam percakapan bahasa Indonesia. Meski begitu, tak semua orang benar-benar memahami bahwa arti ungkapan besar kepala memiliki makna khusus yang bahkan tak merujuk pada ukuran kepala yang sebenarnya.

Arti ungkapan besar kepala bisa kalian pahami sebagai istilah untuk menggambarkan sikap sombong, bengal, dan sukar dinasihati. Nah, jika kalian penasaran ingin mempelajarinya lebih lanjut, yuk langsung saja simak informasi berikut ini. Kalian akan menemukan materi lengkap mengenai arti, ciri-ciri, dan contoh penggunaannya dalam kalimat.

1. Arti Ungkapan Besar Kepala

Gambar

Sebelum masuk ke penjelasan arti ungkapan besar kepala, alangkah lebih baik kalian memahami terlebih dahulu apa itu ungkapan. Ungkapan dalam bahasa Indonesia bisa dipahami sebagai kelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus atau makna unsur-unsurnya sering kali menjadi kabur.

Perlu kalian ketahui bahwa ungkapan sendiri punya dua kemungkinan makna dalam konteks tertentu. Ungkapan bisa memiliki makna denotasi atau sebenarnya dan juga makna konotasi (kias). Jika kalian ingin mengetahui makna setiap ungkapan, berarti harus berusaha memahami konteks yang digunakan.

Sama seperti penjelasan tersebut, arti ungkapan besar kepala juga memiliki makna khusus. Meski ungkapan ini sangat populer di kalangan masyarakat, tak menutup kemungkinan bahwa masih ada orang yang belum memahaminya atau hanya memaknainya secara apa adanya sebagai ukuran kepala yang besar.

Padahal, kata ini sering digunakan untuk orang yang merasa paling hebat dan kuat. Sikap besar kepala dianggap negatif karena tidak mau menerima pendapat orang lain. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ungkapan besar kepala tidak diartikan secara harafiah. Jika kalian memeriksanya, arti ungkapan besar kepala adalah sukar dinasihati, keras kepala, bengal, atau sombong.

2. Contoh Kalimat Ungkapan Besar Kepala

Gambar

Agar lebih memahami arti ungkapan besar kepala, kalian bisa menyimak contoh penggunaannya dalam kalimat. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, ungkapan besar kepala akan memiliki makna yang berbeda dengan harafiahnya ketika merujuk pada satu konteks tertentu. Kalian bisa memperhatikan hal tersebut pada beberapa contoh berikut ini.

1. Dia baru dipuji sedikit saja, sudah besar kepala.

2. Setelah menjadi orang sukses, Zaskia jadi orang yang besar kepala.

3. Mereka besar kepala setelah memenangkan pertandingan internasional ini.

4. Wanita itu dijauhi orang-orang karena besar kepala

5. Baru sekali menolong sudah minta dipuji, dasar besar kepala!

6. Mentang-mentang nilainya bagus langsung besar kepala dan menghina orang lain.

7. Didik tidak besar kepala seperti kata Eko

Contoh kalimat di atas menunjukkan bahwa ungkapan besar kepala itu adalah sikap yang negatif. Berbeda dengan ungkapan besar kepala dalam konteks harafiah. Besar kepala bukan berarti kepala seseorang yang membesar. Arti dari ungkapan tersebut lebih merujuk pada sikap seseorang.

3. Ciri-ciri Orang yang Besar Kepala

Gambar

Bukan hanya memahami arti ungkapan besar kepala, kalian juga perlu mengetahui ciri-ciri sikap tersebut. Hal ini berguna saat kalian ingin menggunakan ungkapan sekaligus lebih berhati-hati agar tak bersikap sebagai orang yang besar kepala. Adapun ciri-ciri orang yang sesuai dengan ungkapan besar kepala antara lain:

1. Orang yang besar kepala tidak suka dengan pencapaian orang lain yang lebih baik. Orang yang memiliki sifat besar kepala akan selalu merasa dirinya lebih tinggi. Hal itu mengakibatkan dirinya tidak pernah mengakui jika ada orang yang lebih hebat.

Sifat seperti ini akan membuat dirinya dikucilkan orang lain. Pasalnya orang yang besar kepala tidak akan pernah bisa menerima saran dari orang lain. Bahkan, tidak ingin melihat orang lain lebih baik dari dirinya.

2. Orang yang besar kepala sering membanggakan diri sendiri. Bahkan, suka dan sering menceritakan pencapaiannya kepada siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Orang yang memiliki sikap besar kepala akan mendominasi pembicaraan hanya tentang dirinya dan kehebatannya. Terkadang dia tidak akan memberi kesempatan orang lain untuk bicara tentang kehebatan orang lain.

3. Memilih bergaul hanya dengan orang yang minimal setara. Jika ada orang yang tidak mau bergaul dengan orang yang kastanya lebih rendah, bisa dipastikan ia adalah orang dengan besar kepala. Bersosialisasi adalah kewajiban kita sebagai makhluk hidup, dan kita tidak pernah tahu bagaimana nasib seseorang ke depannya.

4. Sering merendahkan orang lain. Kebiasaan tersebut dilakukan baik secara sadar maupun tidak. Orang yang besar kepala akan merendahkan orang lain untuk mendapatkan pengakuan atas pencapaiannya. Dia menganggap orang lain tidak lebih baik dari dirinya. Sikap besar kepala ini menginginkan pusat perhatian hanya ada pada dirinya.

Nah, KLovers, itulah arti ungkapan besar kepala beserta contoh kalimat yang bisa kalian pelajari.

(kpl/ans)

 

Topik Terkait

Join Kapanlagi.com