Mood Si Kucing Oren Bisa Dilihat dari Telinganya yang Turun, Yuk Tebak

Wuri Anggarini | Sabtu, 15 Mei 2021 07:30 WIB
Mood Si Kucing Oren Bisa Dilihat dari Telinganya yang Turun, Yuk Tebak

Kapanlagi.com - Kucing sering dianggap sebagai hewan peliharaan yang misterius dan membingungkan, termasuk kucing oren. Untungnya, anabul yang menggemaskan ini mampu mengekspresikan mood dan emosinya lewat berbagai bahasa tubuh, salah satunya telinga. Biasanya tampak mencuat dan rileks, ini artinya saat telinga hewan peliharaanmu itu terlihat turun.

Terganggu

Saat terganggu, Kucing Oren bisa dideteksi dari telinganya. (c)ShutterstockSaat terganggu, Kucing Oren bisa dideteksi dari telinganya. (c)Shutterstock

Awalnya mungkin tidak mudah untuk membaca emosi kucing oren hanya dari telinganya saja. Buka mata dan amati perubahannya, misalnya saat melihat telinga anabul tampak benar-benar datar yang menandakan anabulmu sedang sangat kesal dengan seseorang atau sesuatu saat ini.

Bisa jadi hewan peliharaanmu sebal karena terlalu sering dibelai dan membuatnya terlalu terstimulasi. Keinginannya untuk mengejar burung atau hewan kecil lainnya saat sedang berada di balik jendela rumah pun bisa membuatnya merasa frustasi, yang terlihat dari bentuk telinganya yang turun.

Marah

Kucing yang marah juga bisa dilihat dari telinganya. (c) ShutterstockKucing yang marah juga bisa dilihat dari telinganya. (c) Shutterstock

Terkadang telinga kucing oren yang turun dan mengarah ke belakang menunjukkan munculnya sikap agresif dan siap untuk menyerang. Ini saatnya pemilik anabul mulai waspada dan berhati-hati. Biarkan hewan peliharaanmu sendiri untuk menenangkan diri di tempat yang menurutnya aman dan nyaman.

Hindari membelai atau menggendongnya untuk sementara waktu, daripada berakhir dengan cakaran atau gigitan kucing. Selain cukup menyakitkan, dalam beberapa kasus bisa berkembang menjadi infeksi yang berbahaya bagi kesehatanmu sendiri.

Takut

Telinga rata menunjukkan rasa takut kucing.(c) ShutterstockTelinga rata menunjukkan rasa takut kucing.(c) Shutterstock

Telinga yang rata pada kucing oren juga bisa menunjukkan rasa takut dan sikap defensif. Anabul yang ketakutan akan mendekatkan telinganya ke kepala dan membuatnya berada di luar jangkauan cakar dan gigi, mempersiapkannya untuk berlari. Biasanya, reaksi ini akan muncul saat akan membawa hewan peliharaanmu ke dokter hewan untuk dikebiri, sedang traveling, hingga melihat hewan peliharaan besar yang dianggap dapat mengancam nyawanya.

Salam

Telinga mengarah ke bawah bisa ditandai sapaan yan ramah. (c) ShutterstockTelinga mengarah ke bawah bisa ditandai sapaan yan ramah. (c) Shutterstock

Uniknya, telinga kucing oren yang tampak turun tidak melulu menunjukkan agresif atau ketakutan. Terkadang, telinga yang mengarah ke bawah dengan ujung yang menghadap ke samping juga menjadi tanda sapaan yang ramah. Tak sulit untuk membaca ekspresi anabul yang satu ini, karena biasanya ditunjukkan saat menemukanmu berada di depan pintu sepulang kerja atau melihatmu membawa mainan favoritnya.

Bukan hanya dikenal memiliki kemampuan mendengar yang luar biasa, telinga kucing oren dan jenis lainnya juga bisa menjadi petunjuk dari suasana hatinya. Butuh banyak pengamatan dan kesabaran sebelum berhasil memahami bahasa tubuh anabul yang satu ini. Jangan lupa juga untuk melihat tanda-tanda lainnya seperti mata, ekor, bahkan kumis pada hewan peliharaanmu.

Agar mampu menunjukkan semua tanda ini, pastikan kucing dalam kondisi sehat, salah satunya dengan selalu menyediakan makanan kucing sehat dan halal, Muezza. Dibuat dari bahan alami dan bebas bahan tambahan sintetik, dry food ini bisa didapatkan semudah belanja online di Shopee dan Tokopedia!

Beli Muezza di Shopee Beli Muezza di Tokopedia

(*/eth/wri)

Editor :   Wuri Anggarini

Topik Terkait

Join Kapanlagi.com