Motif Mutilasi di Pasar Besar Malang, Pelaku Mengaku Atas Pesan Korban

Galuh Esti Nugraini | Rabu, 15 Mei 2019 22:45 WIB
Galuh Esti Nugraini | Rabu, 15 Mei 2019 22:45

Kapanlagi.com - Sugeng, pelaku kasus mutilasi di Pasar Besar Kota Malang mengaku melakukan perbuatannya atas pesan dari korban. Korban meminta untuk dimutilasi sebelum meninggal dunia karena sakit.

"Itu permintaan dari korban. Nanti setelah meninggal tolong dilakukan pemotongan," kata AKBP Asfuri, Kapolres Malang Kota, Rabu (15/5) malam.

Kepada petugas, pelaku mengaku bertemu korban sekitar 9 hari lalu di sekitar Klenteng Eng An Kiong, Jalan RE Martadinata Kota Malang. Saat bertemu, korban dalam kondisi sedang sakit sebelum kemudian meninggal dunia.

"Bertemunya di sekitar Klenteng Jalan RE Martadinata. Kenal pada saat ketemu itu, sekitar 9 hari lalu. Pelaku menyatakan si korban ini ketemu pelaku ini dalam kondisi sakit," jelas Asfuri.

Korban meninggal dunia beberapa saat setelah pertemuan dan dibawa ke Pasar Besar. Sampai di Pasar Besar sore hari sekitar pukul 17.00 WIB dan tiga hari kemudian dilakukan mutilasi.

1 Dari 2 Halaman

1. Pelaku Ditemukan

Pelaku Ditemukan Pelaku Mutilasi © KapanLagi.com®/Darmadi Sasongko
Sugeng ditangkap Rabu (15/5) sore di sekitar Yayasan Gotong Royong, Krematorium di Jalan Martadinata Kota Malang. Hingga saat ini polisi masih mendalami pengakuan pelaku.

"Itu menurut keterangan pelaku, karena pesan dari korban. Ini masih kita dalami terus," tegasnya.

2 dari 2 halaman

2. Mutilasi

Mutilasi Jasad korban disebar di tempat berbeda © KapanLagi.com®/Darmadi Sasongko
Sebelumnya, potongan tubuh ditemukan di Pasar Besar Lantai 2 Kota Malang, bekas Matahari Departement Store yang terbakar. 6 potongan tubuh ditemukan di kamar mandi dan sekitar tangga menuju lantai 3.

Sugeng ditangkap atas petunjuk tulisan di telapak kaki kiri korban yang tertulis nama pelaku. Lewat anjing pelacak berhasil mengidentifikasi pelaku berkat pakaian yang ditemukan di lokasi kejadian. Pelaku ditangkap berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi tempat mayat ditemukan.

(kpl/dar/gen)


Reporter:  

Darmadi Sasongko

Join Kapanlagi.com