Nama Situs Berita Liputan6.com Dicatut untuk Menyebarkan Hoaks

Rahmi Safitri | Senin, 15 April 2019 20:20 WIB
Rahmi Safitri | Senin, 15 April 2019 20:20

Kapanlagi.com - Saat ini sudah memasuki masa tenang kampanye pemilu 2019. Tapi ada sedikit yang membuat resah masyarakat nih. Yaitu gara-gara ada berita hoaksx yang tersebar di grup-grup WhatsApp. Hoaks ini terkait dengan kabar hasil pemilu yang sudah dilakukan oleh warga negara Indonesia yang tengah berada di luar negeri. Salah satu yang merasa dirugikan adalah media online Liputan6.com.

Nama Liputan6.com dicatut oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan hoaks soal hasil perhitungan suara pada sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di luar negeri. Padahal sebagaimana diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), penghitungan suara di luar negeri sama sekali belum dilakukan.

Hoaks itu diedarkan, dengan modus mengarang sendiri hasil penghitungan suara di sejumlah Tempat Pemungutan Suara ( TPS), menyelipkan link Liputan6.com, lalu disebarkan ke khayalak ramai. Pembaca yang teliti tentu akan mengklik link Liputan6.com yang ditautkan itu, dan mendapati bahwa isi berita itu sama sekali tidak menulis soal hasil perhitungan suara. Sementara pembaca yang tidak mengklik link itu mungkin akan percaya bahwa penghitungan suara itu memang bersumber dari Liputan6.com.

1 Dari 3 Halaman

1. Redaksi Langsung Beri Tanggapan

Tentu saja redaksi Liputan6.com ketika muncul informasi melalui aplikasi chat yang mencatut nama mereka. Wakil Pemimpin Redaksi Liputan6.com, Irna Gustiawati mengecam penyalahgunaan artikel tersebut untuk menyebarkan hoaks. Hampir 19 tahun berdiri sebagai situs berita, Liputan6.com selalu menjaga kepercayaan publik dan berkomitmen serta ikut melawan hoaks yang bisa menganggu keadaban publik. 

"Liputan6.com sebagai media yang selalu menjaga kepercayaan publik akan berkomitmen menulis berita sesuai fakta dan ikut serta melawan hoaks yang makin marak," kata Irna.

2 dari 3 halaman

2. Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Kalbar Minta Maaf

Tanggal 14 April 2019, beredar lagi capture atas nama Harian Rakyat Kalbar, memuat hoaks hasil penghitungan suara itu dan menulis Liputan6.com sebagai sumber datanya. Padahal empat hari sebelumnya, tanggal 10 April 2019, Liputan6.com lewat berita dan postingan berbagai akun media sosial sudah membantah dan menegaskan nama Liputan6.com dicatut. 

Pemimpin redaksi Koran Rakyat Kalbar Mohamad Iqbal telah meminta maaf kepada redaksi Liputan6.com. "Mohon maaf atas kesalahan yang terjadi," kata Iqbal lewat pesan singkat, seraya berjanji akan memuat ralat di media mereka atas berita hoaks yang mencatut Liputan6.com itu. 

Permohonan maaf juga mereka sampaikan lewat surat yang dikirimkan kepada Liputan6.com pada Senin petang, 15 April 2019. "Bersama ini kami memohon maaf kepada Legal Manager Kapanlagi Youniverse (KLY) beserta jajaran atas pemberitaan tersebut. Kami mengakui bahwa berita tersebut tanpa konfirmasi kepada pihak Liputan6.com dan ini merupakan kelalaian kami," kata Muhamad Iqbal, Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Kalbar. 

3 dari 3 halaman

3. Berharap Tidak Terjadi Lagi

Wenseslaus Manggut, Content Director Kapan Lagi Youniverse (KLY) yang juga membawahi media Liputan6.com, menyayangkan media yang langsung mengutip artikel tanpa mengecek lagi akurasinya. Liputan6.com senantiasa menjunjung tinggi cara-cara kerja jurnalistik yang baik, memuliakan fakta, dan berkomitmen memerangi hoaks, yang berpotensi menganggu ketenangan kita bersama.

"Kami tentu menyesalkan media yang mengutip data hoaks itu dan menyebarkannya ke publik. Dan agar publik tidak percaya dengan berita hoaks ini, teman-teman di Koran Rakyat Kalbar perlu meralat dan secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada kami di media mereka. Dan semoga ini menjadi pelajaran berharga," ujar Wenseslaus.

(kpl/pit)


Editor:  

Rahmi Safitri

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com