Nekat Tak Pakai Kacamata Lihat Gerhana, Warga Ngeluh Sakit Mata

Arai Amelya | Kamis, 10 Maret 2016 07:18 WIB
Nekat Tak Pakai Kacamata Lihat Gerhana, Warga Ngeluh Sakit Mata
Kapanlagi.com - Bagaimana hari liburmu kemarin di hari (9/3)? Ada yang berdiam diri merayakan Nyepi, tapi mungkin ada juga yang sudah bangun di pagi hari demi jadi saksi akan Gerhana Matahari Total (GMT). Yap, dimulai sejak pukul 06.20 WIB, GMT yang melintasi 12 provinsi di Indonesia itu menjadi fenomena alam langka yang begitu dinantikan kehadirannya.

Ribuan orang banyak berkumpul di titik-titik pengamatan GMT yang tersebar di belasan kota. Tentu saja bagi kamu yang kemarin melihat gerhana langsung, dianjurkan untuk menggunakan kacamata dengan filter khusus cahaya matahari. Namun yang namanya manusia, ada saja yang nekat menonton GMT tanpa alat pengaman retina mata, dan sekarang justru mengeluh indera penglihatan mereka tidak sejelas biasanya.

Detik-detik gerhana di Belitung © BBCDetik-detik gerhana di Belitung © BBC

Seperti yang dialami beberapa warga di kabupaten Mukomuko, provinsi Bengkulu ini. Menonton gerhana di dalam dan halaman belakang kantor Bupati Mukomuko, mereka ternyata melihat gerhana tanpa kacamata yang dibagikan oleh BMKG setempat. Wew, kenapa mereka nekat begitu sih?

"Mata saya yang sebelah kiri kabur karena melihat gerhana matahari. Saya nonton gerhana tanpa kacamata dari lantai satu gedung kantor Bupati Mukomuko. Saya tadi salat Kusuf (gerhana) di masjid. Sampai di kantor Bupati kacamata sudah habis dibagikan," jelas Nurmalasari, warga Satuan Pemukiman (SP) VII Kecamatan XIV Koto, seperti dilansir Merdeka.

Puncak gerhana matahari di Palu. Super cantik!Puncak gerhana matahari di Palu. Super cantik!

Bukan tanpa alasan jika Nurmalasari mengeluhkan matanya sakit. Karena rupanya GMT yang terjadi di Mukomuko sangat sempurna. "Kami tidak mengizinkan warga menonton gerhana matahari tanpa memakai kacamata khusus. Wilayah Mukomuko menjadi gelap selama 1 menit 43 detik karena 100% sinar matahari di daerah ini tertutup bulan," ungkap Kepala BMKG Sumatera Barat, Rahmat Triyono.

Meskipun tertutup bulan, faktanya ada sinar dari matahari yang ternyata masih bisa menembus atmosfer Bumi seperti UV. Dan radiasi sinar UV ini sangat bahaya untuk mata. Sedihnya, retina mata tak punya syaraf sakit yang merasakan radiasi itu. Seperti kamu yang transfer file lewat infrared HP yang tak tampak tapi terkirim, maka seperti itulah radiasi sinar matahari. Sehingga tahu-tahu kamu akan merasa mata sakit dan kabur usai melihat gerhana. Ngeri kan?

(mdk/aia)

Editor :  

Arai Amelya

Join Kapanlagi.com