Pelajar Penikam Begal Karena Membela Diri Divonis Setahun Pembinaan

Sanjaya Ferryanto| Kamis, 23 Januari 2020 15:45 WIB
Sanjaya Ferryanto | Kamis, 23 Januari 2020 15:45

Kapanlagi.com - ZA, pelajar penikam begal di Kabupaten Malang, Jawa Timur akhirnya divonis hukuman setahun pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Hakim tunggal, Nuny Defiary menjatuhkan vonis dalam sebuah sidang yang berlangsung terbuka.

"Satu menyatakan anak terbukti secara sah melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan orang mati. Dua, menjatuhkan pidana kepada anak dengan pidana pembinaan dalam LKSA selama satu tahun di Wajak, Kabupaten Malang," kata Nuny Defiary dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (23/1).

Hakim juga menegaskan adanya pendampingan dan pembimbingan bagi ZA selama menjalankan vonis hukuman. Hakim juga memberi waktu selama 7 hari kepada terpidana untuk mengajukan banding di pengadilan jenjang berikutnya.

Vonis tersebut sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam tuntutan yang dibacakan sebelumnya. JPU menuntut terdakwa yang masih duduk di kelas 3 SMA itu karena dinilai bersalah dan terbukti melakukan tindak penganiayaan yang menyebabkan kematian seseorang.

1 Dari 2 Halaman

1. Lakukan Penganiayaan

Lakukan Penganiayaan Kapanlagi/Darmadi Sasongko
ZA telah terbukti dan secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan matinya orang sebagaimana diatur dalam Pasal 351 KUHP ayat 3.

Koordinator Tim Kuasa Hukum ZA, Bhakti Reza Hidayat menyatakan, ZA dikenakan pasal 351 ayat 3 karena dinilai hakim punya rentang waktu cukup dalam melakukan penikaman. Namun hakim tidak mempertimbangkan pasal 49 KUHP.

"ZA memang melakukan penikaman namun hakim tidak dilihat mengapa ia melakukan itu," tegas Bhakti.

2 dari 2 halaman

2. Belum Tentukan Sikap

Sementara terkait vonis satu tahun pembinaan di LKSA di Wajak, Kabupaten Malang, pihaknya masih belum menentukan sikap. ZA dan keluarganya masih memiliki waktu satu minggu untuk menentukan keputusan.

"Kami masih pikir-pikir, masih ada waktu satu minggu," tegas Bhakti.

Sementara itu sidang berlangsung sekitar satu jam dangan terbuka. Sidang ini berbeda dengan sebelumnya yang selalu tertutup.

ZA sendiri duduk di kursi terdakwa dengan menggunakan masker dan topi. Ia juga masih mengenakan serangam putih.

(kpl/dar/frs)


Reporter:  

Darmadi Sasongko

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com