Pemuda Muslim Ini Selamatkan 80 Ribu Nyawa Saat Teror Paris

Arai Amelya | Selasa, 17 November 2015 09:18 WIB
Pemuda Muslim Ini Selamatkan 80 Ribu Nyawa Saat Teror Paris
Kapanlagi.com - Segera setelah ISIS mengakui bahwa mereka yang melakukan aksi teror di Paris pada Jumat (13/11) malam kemarin, pandangan negatif kembali diberikan kepada umat Islam. Beberapa politisi dunia barat bahkan terang-terangan menyalahkan imigran Muslim yang menjadi biang keladi munculnya ISIS. Padahal tanpa mereka tahu, ISIS tak ada kaitannya dengan Islam karena Islam adalah agama yang mengajarkan cinta kasih.

Media barat dan para politisi Islamophobia itupun tak pernah tahu kalau dalam aksi teror di Paris kemarin, ada sosok pemuda Islam yang punya andil besar menyelamatkan puluhan ribu nyawa. Pemuda Muslim itu diketahui mempunyai nama Arab Zuhair dan saat kejadian berlangsung dia tengah bekerja sebagai petugas keamanan stadion State de France, seperti dilansir Nilenet Online.

State de France yang saat itu tengah menggelar pertandingan sepakbola timnas Prancis melawan Jerman memang jadi salah satu TKP aksi bom bunuh diri militan ISIS. Dan aksi Zuhair yang begitu sederhana itu berhasil menyelamatkan puluhan ribu warga Prancis. Memangnya apa yang dilakukan Zuhair? Rupanya dia melarang pelaku bom bunuh diri masuk ke stadion.

Andai saja Zuhair tak bertindak tegas, akan lebih banyak nyawa melayang © Nilenet OnlineAndai saja Zuhair tak bertindak tegas, akan lebih banyak nyawa melayang © Nilenet Online

Yap, sebagai petugas keamanan stadion, Zuhair melakukan prosedur penggeledahan di pintu masuk. Saat itu 15 menit sebelum pertandingan dimulai, Zuhair melihat salah satu pelaku bom bunuh diri memakai jaket berisi bom. Karena ketahuan Zuhair, pelaku pun berusaha kabur dari petugas keamanan dan akhirnya meledakkan bom di luar stadion. The Wall Street Journal menyebutkan kalau Zuhair yang bertugas di dalam stadion diberitahu rekannya ada bom meledak di luar stadion yang juga dihadiri Presiden Prancis, Francois Hollande itu.

Polisi menyebutkan jika bom bunuh diri yang meledak di luar stadion itu merupakan bom kedua setelah tiga menit sebelumnya ada ledakan pertama. Lalu kemudian disusul bom bunuh diri ketiga di dekat restoran cepat saji McDonald's yang menewaskan satu warga sipil. Zuhair sendiri awalnya mengira ledakan di luar stadion itu hanyalah bunyi petasan sampai akhirnya dia menyadari kalau ada bom meledak setelah Presiden Hollande dibawa ke luar stadion untuk diamankan.

Mungkin bagi Zuhair aksinya melakukan penggeledahan dan mencegah pelaku bom bunuh diri itu masuk hanyalah bagian dari pekerjaannya, tapi aksinya sangat luar biasa. Bayangkan saja kalau Zuhair tak teliti dan bersikap tegas, bisa-bisa pelaku meledakkan bom di dalam stadion dan mengancam nyawa 80 ribu penonton di tribun stadion. (nil/aia)

Editor :   Arai Amelya

Topik Terkait

Join Kapanlagi.com