Pohon Sengon, Tersangka Utama Penyebab Mati Lampu Massal di Jabodetabek

Guntur Merdekawan | Selasa, 06 Agustus 2019 12:26 WIB
Guntur Merdekawan | Selasa, 06 Agustus 2019 12:26

Kapanlagi.com - Hari Minggu (4/8), seluruh Indonesia dibuat geger karena mati lampu massal yang terjadi di seluruh area Jabodetabek. Listrik lumpuh total, sehingga berbagai kegiatan publik pun jadi terganggu. Tak cuma 1 atau 2 jam, mati lampu itu terjadi sampai 12 jam!

Apakah masyarakat komplain mengenai hal ini? Mustahil jika tidak. Dengan sisa-sisa batrei yang tersisa, mereka berlomba-lomba curhat di berbagai media sosial, terutama Twitter. Walhasil, hashtag #matilampu sampai jadi trending topik.

PT PLN Persero yang terus-terusan diteror oleh pertanyaan dan kritikan, lantas menggandeng Bareskrim Polri untuk menginvestigasi gangguan listrik yang menyebabkan mati lampu tersebut. Bahkan katanya, ada kemungkinan adanya unsur pidana dalam insiden mati lampu di hampir separuh Pulau Jawa itu.

1 Dari 3 Halaman

1. Dugaan Sabotase

Bukan tanpa alasan, Dedi curiga ada unsur kesengajaan yang terjadi pada kasus ini. Pasalnya, tahun 2012 silam juga sempat terjadi hal serupa, dan setelah ditelusuri, ada oknum tak bertanggung jawab yang jadi dalangnya.

"Ada kejadian unsur kesengajaan di situ (pada 2012). Ada orang lain. Ada tindak pidana. Karena kita punya case tahun 2012 sama kejadian seperti ini juga kita blackout, ada kejadian yang kita ungkap," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (5/8), seperti dilansir Liputan6.com.
2 dari 3 halaman

2. Pohon Sengon

Pohon Sengon Pegawai PLN © Liputan6.com
Pihak kepolisian lantas melakukan penyelidikan ke lokasi kejadian, yakni tower transmisi di Desa Malom, Gunung Pati, Kabupaten Semarang. Dan ternyata dugaan pihak kepolisian mengenai adanya sabotase salah. Usut punya usut, tersangka utama dari mati listrik massal tersebut bukanlah manusia atau human error, melainkan sebuah pohon sengon.

"Kerusakan diduga sementara adanya pohon yang ketinggiannya melebihi batas ROW sehingga mengakibatkan flash atau lompatan listrik. Diduga faktor alam dan teknis, tidak diketemukan human error atau unsur sabotase," ucap Dedi.

3 dari 3 halaman

3. Periksa Pegawai PLN

Meskipun begitu, laporan tersebut sifatnya masih berupa dugaan. Pihak kepolisian masih menunggu laporan hasil penyidikan dari pihak terkait sebelum mengeluarkan statement resminya terkait kasus ini.

"Hasilnya menunggu investigasi tim pusat (gabungan Bareskrim dan PLN) melakukan pengecekan di lapangan. (Tim) sudah melakukan wawancara terhadap empat petugas PLN di lapangan yang mengawasi dan mengendalikan jaringan tersebut," tutup Dedi.

(kpl/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com